Tokoh DPP TKN Kompas Nusantara Hadiri Persemayaman Ayahanda Ibu Licen di Angsapura, Sampaikan Duka Mendalam

- Editor

Kamis, 10 Juli 2025 - 07:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Medan | TribuneIndonesia.com  Suasana duka dan haru menyelimuti Balai Persemayaman Angsapura, Jalan Waja No. 2, Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Selasa malam (8 Juli 2025). Satu demi satu pelayat berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Chen Kim Hing, ayahanda tercinta dari Ibu Licen, Bendahara Komunitas Indonesia Semua Suku (KISS), yang wafat dalam usia senja dengan tenang dan damai.

Di antara para pelayat, tampak hadir Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, yang secara khusus datang melayat dan menyampaikan langsung ungkapan duka kepada keluarga besar almarhum. Ia hadir bersama Dodi Rikardo Sembiring, S.Sos, dan Helmi Pasaribu, yang keduanya merupakan anggota DPP TKN Kompas Nusantara.

Kehadiran mereka menjadi wujud penghormatan dan solidaritas terhadap sosok Ibu Licen, yang selama ini dikenal sebagai perempuan tangguh, aktif dalam kegiatan sosial lintas suku dan agama, serta menjadi penghubung yang erat antar komunitas di Kota Medan.

“Kami dari TKN Kompas Nusantara menyampaikan duka yang sangat mendalam atas wafatnya Ayahanda dari Ibu Licen. Semoga keluarga diberi kekuatan dan ketabahan, dan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Adi Warman Lubis di hadapan awak media, dengan penuh empati.

Mendiang Chen Kim Hing semasa hidupnya dikenal sebagai pribadi rendah hati, penuh cinta kasih, serta memegang teguh prinsip hidup yang bijaksana. Ia merupakan figur ayah yang disegani dan dihormati oleh banyak kalangan, khususnya di komunitas Tionghoa Medan. Nilai-nilai kehidupan yang diwariskannya kini menjadi cermin bagi generasi penerusnya, termasuk Ibu Licen.

Baca Juga:  Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Tanjung Selaki, Polisi Minta Warga Ikut Membantu Identifikasi

Upacara persemayaman yang berlangsung dalam suasana khidmat dijalankan dengan tata cara tradisi Tionghoa yang penuh penghormatan. Prosesi doa, pembakaran dupa, serta penghormatan dari keluarga besar dan kerabat memperlihatkan bahwa duka ini bukan hanya dirasakan oleh keluarga inti, tetapi juga oleh masyarakat luas yang mengenal almarhum.

Dodi Rikardo Sembiring, yang turut mendampingi Ketua Umum Adi Warman Lubis, menyampaikan pesan persaudaraan dan nilai kemanusiaan yang universal dalam suasana duka tersebut.

“Kehadiran kami bukan hanya sebagai rekan, tetapi sebagai saudara sebangsa yang turut merasakan kehilangan. Kota Medan adalah rumah bersama bagi semua golongan. Duka ini adalah duka kita bersama,” ucap Dodi dengan penuh ketulusan.

Senada dengan itu, Helmi Pasaribu menegaskan pentingnya penghormatan terhadap orang tua sebagai bagian dari akar kebudayaan yang luhur.

“Melihat ketulusan keluarga ini dalam menjaga nilai dan tradisi, kami merasa terhormat bisa berada di tengah-tengah keluarga besar ini malam ini,” ungkapnya.

Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan pada Kamis (10 Juli 2025) di pemakaman keluarga setelah seluruh prosesi adat dan keagamaan selesai dilaksanakan secara penuh penghormatan.

Dalam nuansa duka yang mendalam ini, doa-doa terus mengalir dari segenap pelayat lintas suku, agama, dan komunitas. Semoga mendiang Chen Kim Hing beristirahat dengan tenang dalam keabadian, dan nilai-nilai luhur yang telah ia tanamkan menjadi cahaya penuntun bagi keluarga dan masyarakat luas.

Ilham TribuneIndonesia.com

Berita Terkait

Fraksi Otsus DPRK Raja Ampat Soroti Dana Otsus Rp268 Miliar: Jangan Hanya Jadi Angka di APBD
21,6 Ton Beras Digelontorkan ke Waisai, 720 Warga Masuk Daftar Penerima
Miras Ilegal Diduga Marak di Waisai, Penertiban Dipertanyakan
Kebakaran Hutan Samate Belum Padam Sepekan, Warga Bentuk Tim Kecil Cari Titik Api
Kebakaran Hutan Samate satuPekan, Api Kembali Berkobar — Warga Kewalahan, DPRK Soroti Respons BPBD
Pengawasan Kawasan Konservasi Raja Ampat Disorot, Tokoh Pemuda Dorong Masyarakat Adat Dilibatkan
Masyarakat Raja Ampat Kecam Dugaan Penangkapan Penyu oleh WNA Menggunakan Senapan
“DDS Tahap I 2025, Rehab Jembatan Wejim Timur Baru Dikerjakan 2026: Warga Minta Inspektorat Turun!”
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:40

Jepang Memberi Makan Gratis Tanpa Keracunan- Mengapa Kita Tidak Bisa? Pemimpin Harus Mencicipi Dulu!

Kamis, 20 Agustus 2026 - 03:19

Jangan Menjadi Pemimpin — Gubernur Atau Siapa Pun — Untuk Menciptakan Kebohongan Kepada Rakyat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 03:14

Korupsi Menggurita — Mengapa Koruptor Diperlakukan Istimewa, Rakyat Yang Disiksa?

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:48

Ketika Tanah Leluhur Diambil — Tanda Peradaban yang Akan Hancur

Rabu, 19 Agustus 2026 - 04:43

Belajarlah kepada India — Bukan Meniru, Tapi Membangun Peradaban Sendiri

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:59

Kerajaan Babilon: Kekuasaan yang Lupa Pencipta

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:56

Bangsa Kaya yang Terjatuh karena Melupakan Rakyat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:54

Kesombongan yang Menjatuhkan

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Deli Serdang Kembangkan Bawang Merah di Namorambe, Target Produksi 13 Ton

Minggu, 27 Sep 2026 - 08:04

Sosial

BERJUANG SENDIRI, TAPI TIDAK HARUS MENUTUP DIRI

Minggu, 27 Sep 2026 - 07:11

Feature dan Opini

Panggil BKPSDM Soal IPDN Dipertanyakan, Warga: Jangan Salah Sasaran!

Minggu, 27 Sep 2026 - 01:29

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x