Bireuen/Tribuneindonesia.com
Habib BUGAK seorang sosok ulama yang datang dari arab membuka kawasan baru dan menetap di Bugak. Penguasa Aceh saat itu Sultan Mansursyah tahun 1760 M memberikan kewenangan KESULTANAN dan menggelar beliau dengan sebutan HABIB BUGAK sesuai dengan nama daerah yang beliau pugar.
Sekitar dua setengah abad yang lalu Habib Bugak mewakafkan harta warisannya yang dikelola Baitul Aceh diperuntukkan untuk rakyat Aceh yang menuntut ilmu di Makkah dan menunaikan ibadah haji, Jasa beliau membimbing ummat dibidang agama dan harta wakafnya sungguh sangat membantu rakyat Aceh sejak dua abad yang lalu sampai sekarang serta rasa cinta beliau kepada rakyat Aceh.
Delapan tahun yang lalu pada masa Dandim 0111 Bireuen Letkol Amrul Huda, SE, MM, M.Sc bersama keluarga Habib Bugak dan masyarakat setempat menggagas dan memugar Makam HABIB BUGAK serta menjadikan Makam tersebut sebagai tempat Situs sejarah, berdasarkan informasi dari masyarakat Makam Habib Bugak selama ini mulai ramai dikunjungi baik penziarah domistik maupun manca negara untuk mengenang lebih dekat tentang kiprahnya dalam membina dan membantu khususnya masyarakat Aceh sekaligus makam tersebut menjadi tempat *DESTINASI RELIGI* .
Kondisi komplek Makam *HABIB BUGAK* sekarang tergolong bagus dan didukung oleh beberapa infrastruktur untuk menjaga kebersihan, keindahan dan pelestarian, hanya saja yang *SANGAT IRONI* jalan menuju ke Makam Habib sungguh tidak layak *MESTINYA PEMERINTAH ACEH MALU PADA JASA WARISAN HABIB BUGAK*, Pemerintah Aceh harus membebaskan tanah dan membangun akses Jalan dari Masjid BUGAK lurus ke selatan sejajar dengan Makam atau memperlebar jalan lama dan mengaspal jaraknya tidak mencapai satu kilometer.
Semoga tulisan ini menjadi penggugah kesadaran kita bersama agar akses Jalan menuju makam Habib Bugak segera terealisasi demi marwah dan martabat pemerintahan dan rakyat Aceh …..amiiin. Tamat πArif Andepa
















