TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mulai mengembangkan budidaya bawang merah di Kecamatan Namorambe. Penanaman perdana dilakukan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jati Kesuma Jaya di Dusun I, Desa Jati Kesuma, Jumat (25/9/2026).
Sebanyak dua ton bibit bawang merah ditanam pada lahan seluas satu hektare. Dari lahan tersebut, produksi ditargetkan mencapai 10 hingga 13 ton pada akhir Desember 2026.
Bupati Deli Serdang dr H Asri Ludin Tambunan meminta Dinas Pertanian dan penyuluh pertanian memberikan pendampingan secara langsung kepada petani sejak proses penanaman hingga masa panen.
Menurutnya, pendampingan di lapangan penting untuk memastikan setiap kendala teknis yang muncul dapat segera diketahui dan ditangani.
“Targetnya akhir Desember harus menghasilkan 10 sampai 13 ton. Saya minta penyuluh dan Dinas Pertanian aktif turun ke lapangan, bukan hanya memberikan penyuluhan melalui teori, tetapi terjun langsung sehingga bisa melihat masalah yang ditemukan,” kata Asri.
Selain aspek budidaya, akses menuju lahan pertanian turut menjadi perhatian. Bupati meminta kebutuhan drainase dan parit diprioritaskan agar aliran air menuju lahan tetap lancar.
Sementara usulan perbaikan jalan menuju kawasan pertanian akan dikaji Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama perangkat daerah sesuai kewenangannya.
Kepala Dinas Pertanian Deli Serdang, Elina Sari, mengatakan budidaya bawang merah di Jati Kesuma dilakukan tanpa menggunakan mulsa. Pola tersebut mengacu pada praktik budidaya bawang merah yang diterapkan petani di Brebes, Jawa Tengah.
“Kali ini tidak pakai mulsa. Kita ingin mencontoh Brebes. Mudah-mudahan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan,” ujarnya.
Dukungan kepada petani juga diberikan melalui penyediaan bibit, pupuk serta alat dan mesin pertanian (alsintan). Melalui anggaran APBD, Pemkab Deli Serdang menyediakan traktor roda dua dan cultivator yang ditempatkan di kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Alsintan tersebut dapat dimanfaatkan petani melalui mekanisme peminjaman tanpa biaya.
Perwakilan Gapoktan Jati Kesuma Jaya menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Petani juga berharap adanya kesempatan mengikuti studi tiru ke daerah yang telah berhasil mengembangkan komoditas bawang merah.
“Alhamdulillah, bantuannya sudah diterima. Kami berharap terus diberikan pengetahuan agar hasil panennya sesuai,” ujar salah seorang petani.
Pengembangan bawang merah di Namorambe diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperluas pilihan komoditas yang dapat dikembangkan petani di Deli Serdang.(Ilham Gondrong)
















