Kesombongan yang Menjatuhkan

- Editor

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi/Tribuneindonesia.com

Sering terlihat hal yang sangat ironis – ketika seseorang dipercaya menjadi pengawal, menjadi pendamping walikota atau gubernur, tiba-tiba hatinya meninggi. Ia merasa kedudukannya sama dengan pemimpinnya, merasa lebih tinggi dari orang biasa, lalu mulai merendahkan, menghina, dan bersikap sewenang-wenang kepada sesama manusia. Seolah-olah kebesaran yang menempel sementara itu adalah kebesaran dirinya sendiri. Selasa 18 Agustus 2026

Lupa ia — bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Jabatan bisa berubah, kepercayaan bisa berakhir, dan kedudukan bisa digantikan dalam sekejap mata. Yang membuat seseorang dihormati bukanlah siapa yang dijaganya — melainkan kerendahan hatinya, adabnya, dan cara ia memperlakukan orang lain.

Pengawal bukanlah siapa-siapa. Ia tidak menjadi lebih tinggi karena berdiri di dekat orang tinggi. Ia hanyalah orang yang dipercaya menjalankan tugas — menjaga, melayani, dan menolong. Bukan untuk menempati kursi pemimpin, bukan untuk memakai wibawa orang lain, dan bukan pula untuk menindas yang datang.

Baca Juga:  “Datang Bayar Angsuran, Pulang Tanpa Mobil! Dugaan Penipuan Terencana oleh Oknum ACC Medan”

Jangan sampai hati tersuntik kesombongan hanya karena kebetulan berdiri di tempat yang terlihat. Kecongkaan itu bukan kemenangan — itu adalah pemberat yang perlahan-lahan akan menjatuhkan pemiliknya. Sejarah mencatat: mereka yang meninggikan diri akan direndahkan. Dan mereka yang merendahkan diri, merekalah yang benar-benar berdiri tegak.

Maka jangan hancurkan dirimu dengan keangkuhan. Tugasmu adalah melayani, bukan digemari. Menjaga, bukan menakuti. Dan menjadi rendah hati — itulah satu-satunya cara agar tetap dihargai, meskipun seragam dan tugas itu sudah tidak ada lagi.

Berita Terkait

Belajarlah kepada India — Bukan Meniru, Tapi Membangun Peradaban Sendiri
Kerajaan Babilon: Kekuasaan yang Lupa Pencipta
Bangsa Kaya yang Terjatuh karena Melupakan Rakyat
Jangan Biarkan Bangsa Ini Berakhir dengan Ratapan Sejarah
Krisis Kepercayaan — Saatnya Kembali Membangun Kesejahteraan
Kemerdekaan Sejati — Hak Setiap Daerah, Kewajiban Setiap Pemimpin
Senjata Tidak Bisa Mengalahkan Cinta Rakyat pada Tanah Air
Maluku dan Indonesia Timur — Membangun Peradaban, Tapi Dianggap Anak Tiri
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 03:17

Kapolres Bireuen Mengikuti Upacara Penurunan Bendera Merah Putih HUT Ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:29

​Momentum HUT ke-81 RI: Satrol Kodaeral VIII dan Pemkot Bitung Galang Semangat Gotong Royong

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:05

Kapolres Bireuen Mengikuti Upacara HUT RI Ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:24

Srikandi Polres Bitung Pimpin Komando Upacara HUT ke-81 RI di Hadapan Kapolres dan Forkopimda

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:04

Kapolres Bireuen Pimpin Upacara Ziarah Nasional HUT Ke-81 Republik Indonesia

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:00

Polda Aceh Pastikan Situasi Usai Zikir Peringatan HDA Ke-21 Kondusif

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:44

​Dukung Pengibar Merah Putih, Kapolres Bitung Bersama Jajaran PJU dan Kapolsek Hadiri Pengukuhan Paskibraka 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:09

Sinergi Kuat Wujudkan Bali Aman: Pangdam IX/Udayana Raih Penghargaan Kerthi Bali Sewaka Nugraha

Berita Terbaru

Cerpen

Kerajaan Babilon: Kekuasaan yang Lupa Pencipta

Rabu, 19 Agu 2026 - 03:59

Cerpen

Bangsa Kaya yang Terjatuh karena Melupakan Rakyat

Rabu, 19 Agu 2026 - 03:56

Cerpen

Kesombongan yang Menjatuhkan

Rabu, 19 Agu 2026 - 03:54