Korupsi Menggurita — Mengapa Koruptor Diperlakukan Istimewa, Rakyat Yang Disiksa?

- Editor

Kamis, 20 Agustus 2026 - 03:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi/Tribuneindonesia.com

Sungguh ironis negeri ini. Negeri yang penuh dengan korupsi yang merajalela, sudah menggurita, sudah berakar ke mana-mana, sampai ke tulang sumsum bangsa ini. Rakyat terus disiksa dengan pajak — pajak badan, pajak penghasilan, pajak di mana-mana. Rakyat membayar, rakyat menanggung beban, rakyat berkorban setiap hari. Tapi apa yang diberikan eksekutif, legislatif, dan yang duduk di dewan? Bukan kemakmuran untuk rakyat — melainkan mementingkan kepentingan oligarki, kekuasaan, dan kemewahan diri pribadi mereka sendiri. Kamis 20 Agustus 2026

Semakin tinggi jabatan, semakin mewah hidupnya. Semakin banyak kekuasaan, semakin jauh dari rakyat. Dan yang paling menyakitkan — para koruptor itu justru diperlakukan dengan istimewa. Penjara yang seperti hotel, fasilitas yang lengkap, keluarga yang tetap menikmati hasil curian. Di mana moral bangsa ini? Di mana keadilan yang seharusnya sama untuk semua orang?

Mengapa rakyat yang salah sedikit saja langsung dihukum berat, tapi yang mencuri milyaran uang rakyat justru hidup mewah dan aman? Apakah hukum itu hanya berlaku untuk yang lemah, tapi tunduk kepada yang berkuasa?

Mari kita belajar kepada bangsa Tiongkok. Di sana, uang rakyat yang dicuri — tidak ada ampun. Tidak ada perlindungan, tidak ada istimewa karena jabatan. Di Tiongkok, korupsi yang berat — langsung dihukum mati. Bukan karena kejam — tapi karena mereka sadar: mengkhianati rakyat dan mencuri masa depan bangsa itu adalah kejahatan yang paling berat. Dan lihatlah hasilnya — bangsa Tiongkok hingga hari ini sangat beradab, sangat bermoral, sangat maju, dan menjadi kekuatan dunia. Bukan karena mereka lemah terhadap kejahatan — tapi karena mereka tegas terhadap siapa pun yang merugikan rakyatnya.

Baca Juga:  Diduga Perdaya Pegawai Bank dengan Janji Nikah, Anggota DPRD Sumut Dilaporkan atas Kekerasan Seksual

Itulah pelajaran yang harus kita ambil. Bukan berarti kita harus meniru segalanya — tapi kita harus sadar: tanpa ketegasan terhadap korupsi, tidak akan ada kemajuan yang sejati.

Mari bangsa ini sadarlah. Bila kita ingin peradaban ini maju — maka kita harus tegas menindak korupsi di negeri ini. Lakukan yang terbaik bagi rakyat, bukan menghancurkan negeri ini demi kepentingan diri sendiri, demi gengsi, demi elit-elit kekuasaan yang hanya memikirkan perut sendiri.

Bila tidak dilakukan perubahan yang sejati — maka bangsa ini akan menjadi catatan sejarah yang hilang. Cerita tentang negeri yang kaya raya, tapi dihancurkan oleh pemimpinnya sendiri — dan rakyat yang menderita sendirian.

Jangan biarkan itu terjadi. Tegaslah kepada korupsi. Sama rata hukumnya. Sama berat tanggung jawabnya. Karena uang rakyat itu titipan — bukan milik penguasa untuk dihabiskan sesuka hati. Dan kalau penguasa lupa itu — maka sejarah akan mencatat: bangsa ini hancur bukan karena dijajah musuh dari luar, tapi karena dikhianati oleh pemimpinnya sendiri dari dalam.

Berita Terkait

Mestinya Pemerintah Aceh Malu,Pada Jasa warisanya Habib Bugak
Jepang Memberi Makan Gratis Tanpa Keracunan- Mengapa Kita Tidak Bisa? Pemimpin Harus Mencicipi Dulu!
Jangan Menjadi Pemimpin — Gubernur Atau Siapa Pun — Untuk Menciptakan Kebohongan Kepada Rakyat
Ketika Tanah Leluhur Diambil — Tanda Peradaban yang Akan Hancur
Belajarlah kepada India — Bukan Meniru, Tapi Membangun Peradaban Sendiri
Kerajaan Babilon: Kekuasaan yang Lupa Pencipta
Bangsa Kaya yang Terjatuh karena Melupakan Rakyat
Kesombongan yang Menjatuhkan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:12

Kapolres Raja Ampat: TNI-Polri Bersama Rakyat, Kunci Jaga Kedaulatan NKRI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:18

Menjaga Integritas Peradilan: Komisi Yudisial sebagai Pilar Independensi dan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:52

HM the King Appoints Fatima Ezzahra El Mansouri as Head of Government, Entrusts Her with Forming New Gov’t

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:38

HUT ke-27, Ragam Produk Unggulan 17 Kecamatan Unjuk Gigi di Pameran UMKM Bireuen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:13

“Kawal RAPBD-P 2026, DPRK Raja Ampat Pastikan Anggaran Tepat Sasaran”

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:04

Aksi Nyentrik Pejabat Bireuen: Pakai Celemek dan Topi Koki, Adu Kreativitas Masak Nasi Goreng untuk Cegah Stunting

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13

Ditandai Pemukulan Rapa’i, Rangkaian HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Resmi Dimulai

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:00

HUT ke-27 Bireuen Meriah, Bupati Mukhlis Ikut Masak Nasi Goreng Bareng Kepala SKPK

Berita Terbaru

Organisasi

Beras, Lansia, dan Jejak Kepedulian KISS

Minggu, 4 Okt 2026 - 16:44