RAJA AMPAT – TRIBUNEINDONESIA.COM — Kebakaran yang melanda kawasan Tebing Lonobi, Kompleks Perumahan 100, Kabupaten Raja Ampat, membuat tim gabungan harus berjibaku menghadapi kobaran api di medan terjal dan berbahaya.
Bukan hanya memadamkan api, personel juga harus menyisir sejumlah titik bara yang masih berpotensi kembali menyala dan merambat ke kawasan lain.
Operasi penanganan dilakukan dengan mengerahkan personel gabungan. Mereka menghadapi panas api, kepulan asap dan debu pekat, serta kondisi medan yang sulit dijangkau.
Kerja keras tim berhasil menekan sebagian besar kobaran api. Namun, penanganan belum sepenuhnya berakhir karena masih terdapat titik yang membutuhkan proses pendinginan.
Tim Ditarik Sementara, Pemadaman Dilanjutkan
Kepala BPBD Kabupaten Raja Ampat, Guntur Tamima, mengatakan sebagian personel Satgas ditarik sementara setelah menjalankan operasi di medan yang cukup berat.
Hal itu disampaikan Guntur saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (28/9/2026). Senin 28/9/2026. Pukul 23.14 menit WIT.
Menurutnya, penarikan dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada personel beristirahat sekaligus mempersiapkan pergeseran tim untuk operasi lanjutan.
“Sementara Satgas ditarik, besok baru lanjut,” ujar Guntur.
Ia menjelaskan, sebagian titik api telah berhasil dipadamkan. Operasi berikutnya akan difokuskan pada pendinginan sekaligus pergeseran personel menuju kawasan sekitar PLTD
“Api sebagian sudah padam. Tinggal pendinginan besok, sekalian bergeser tim ke arah PLTD,” jelasnya.
Tebing Terjal, Personel Kejar Bara di Tengah Bahaya
Tebing Lonobi menjadi salah satu tantangan berat dalam operasi pemadaman.
Posisi titik api yang berada di kawasan ketinggian dengan pijakan sulit membuat personel harus bergerak ekstra hati-hati. Risiko longsor, terpeleset, paparan panas dan asap menjadi tantangan selama proses penanganan.
Sebagian personel sebelumnya ditarik untuk bersiaga, sementara personel lainnya tetap dikerahkan untuk menangani titik api yang masih aktif.
Asap dan debu yang pekat juga membuat kondisi kerja semakin berat.
Di tengah situasi tersebut, tim terus berupaya memutus jalur api agar kobaran tidak menjalar ke kawasan lain.
Kepala BPBD: Jangan Buka Lahan dengan Cara Membakar
Di tengah penanganan kebakaran, Kepala BPBD Raja Ampat Guntur Tamima mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Ia menegaskan, apabila ditemukan adanya pihak yang sengaja melakukan pembakaran dan terbukti melanggar ketentuan hukum, persoalan tersebut dapat diproses oleh aparat kepolisian.
Guntur meminta masyarakat tidak mengambil tindakan yang berpotensi memperbesar risiko kebakaran, terlebih di tengah kondisi lapangan yang masih membutuhkan penanganan serius.
“Kami mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jangan sampai tindakan tersebut menyulitkan masyarakat dan petugas lainnya,” pesannya.
Pemadaman Belum Berakhir
Hingga Senin malam, penanganan kebakaran di kawasan Tebing Lonobi belum sepenuhnya dinyatakan selesai.
Sebagian titik api telah berhasil dikendalikan, namun proses pendinginan masih diperlukan untuk memastikan bara yang tersisa tidak kembali memicu kobaran.
Tim gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan pemadaman dan pendinginan pada Selasa.
Operasi berikutnya juga diarahkan ke kawasan sekitar PLTD.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan titik api dan bara yang tersisa dapat ditangani sehingga tidak kembali membesar dan mengancam kawasan sekitar.
Di tengah medan terjal dan kondisi yang masih rawan, petugas kini berpacu dengan bara api untuk memastikan kebakaran benar-benar terkendali.













