Puluhan Titik Api Kepung Waisai, Empat Pulau Besar Raja Ampat Mulai Terancam Kebakaran

- Editor

Minggu, 27 September 2026 - 18:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kobaran api di kawasan Lonobi, Kompleks Perumahan 100, Distrik Waisai Kota, Kabupaten Raja Ampat, menghadapi tantangan serius. Medan yang sulit dijangkau membuat upaya penanganan titik api menjadi pekerjaan berat bagi tim gabungan, Kepala BPBD Raja Ampat, Guntur Tamima, bersama Wakapolres Raja Ampat AKP Muhadi, SH., turun langsung ke lokasi untuk memantau kondisi sekaligus penanganan kebakaran. Minggu 27/92026.
Kobaran api di kawasan Lonobi, Kompleks Perumahan 100, Distrik Waisai Kota, Kabupaten Raja Ampat, menghadapi tantangan serius. Medan yang sulit dijangkau membuat upaya penanganan titik api menjadi pekerjaan berat bagi tim gabungan,Kepala BPBD Raja Ampat, Guntur Tamima, bersama Wakapolres Raja Ampat AKP Muhadi, SH,turun langsung ke lokasi untuk memantau kondisi sekaligus penanganan kebakaran.Minggu 27/9/2026.

 

RAJA AMPAT-TRIBUNEINDONESIA.COM — Kemarau panjang mulai menjadi alarm serius bagi Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Puluhan titik kebakaran dilaporkan muncul di sejumlah lokasi, termasuk wilayah Kota Waisai, dengan titik api yang tersebar dan berada di lokasi berbeda.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah lahan dan kebun milik warga di wilayah Distrik Waisai Kota terdampak kebakaran. Kondisi tersebut menjadi perhatian publik karena titik api muncul di tengah kondisi cuaca yang relatif kering.

 

Distrik Waisai Kota sendiri memiliki empat kelurahan. Sejumlah titik kebakaran yang muncul di kawasan permukiman maupun lahan warga dinilai membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah, terutama dalam upaya pencegahan agar api tidak meluas.

 

Ancaman kebakaran juga tidak hanya terjadi di pusat Waisai Kota,  namunWilayah empat pulau besar, yakni Waigeo, Misool, Batanta dan Salawati, memiliki bentang geografis yang luas dengan sejumlah distrik dan kampung yang tersebar serta dipisahkan oleh wilayah perairan.

 

Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas ketika harus menjangkau lokasi kebakaran yang berada jauh dari pusat pemerintahan.

 

Di lapangan, unsur penanganan bencana seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, serta aparat TNI-Polri menghadapi tantangan dalam melakukan penanganan, terutama ketika titik api berada di kawasan sulit dijangkau.

 

 

Situasi ini dinilai perlu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Raja Ampat bersama DPRK Raja Ampat untuk memperkuat sinergi antarlembaga sekaligus memastikan ketersediaan peralatan penanganan kebakaran yang memadai.

 

Kebutuhan tersebut semakin terlihat dari sejumlah kejadian kebakaran di kawasan yang memiliki medan berat, termasuk titik rawan di sekitar Kompleks Perumahan 100 dan kawasan 300 Waisai Kota.

Baca Juga:  Pembayaran Asrama Mahasiswa Raja Ampat Tertunda, Dinas Pendidikan Akui Salah Input Kode Rekening

 

 

Keterbatasan peralatan dan sulitnya medan dapat menjadi kendala ketika petugas harus menangani titik api yang berada di lereng atau kawasan dengan akses terbatas.

 

Jika tidak diantisipasi sejak dini, kebakaran lahan dan kebun berpotensi menimbulkan dampak lanjutan terhadap kondisi lingkungan. Salah satu kekhawatiran yang perlu diantisipasi adalah perubahan kondisi tanah setelah vegetasi terbakar, terutama pada wilayah dengan kemiringan tertentu.

 

Kondisi tersebut perlu dikaji lebih lanjut oleh instansi teknis untuk mengetahui apakah terdapat potensi longsor maupun dampak lain terhadap kawasan permukiman.

 

 

Pemerintah daerah dinilai perlu menjadikan munculnya sejumlah titik kebakaran sebagai alarm untuk memperkuat langkah pencegahan, bukan hanya bergerak ketika api sudah membesar.

 

Terlebih, Waisai dan sejumlah wilayah Raja Ampat memiliki kawasan permukiman yang berada berdekatan dengan perbukitan dan lahan terbuka.

 

Potensi dampak lanjutan seperti longsor dan banjir juga perlu menjadi bagian dari mitigasi bencana. Peristiwa banjir yang pernah terjadi di Waisai pada periode sebelumnya menjadi pengingat bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan secara terpisah antara kebakaran, kerusakan vegetasi, kondisi lereng, dan potensi banjir.

 

Karena itu, penguatan peralatan, personel, koordinasi antarlembaga, serta pemetaan titik rawan menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi kondisi kemarau.

 

Raja Ampat kini menghadapi persoalan yang tidak hanya soal memadamkan api, tetapi bagaimana mencegah titik-titik kecil tersebut berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Berita Terkait

Tambah Prodi Unggul, S1 Ekonomi Syariah UIA Raih Akreditasi LAMEMBA 2026
Api Turun ke Tebing, Tim Gabungan Terkendala Alat! Kebakaran Lonobi Sulit Dijangkau
Bantuan Perlengkapan Sekolah Dari Program Bhayangkari Peduli Disalurkan.
Ribuan Jamaah Hadiri Haul Habib Bugak Bireuen dan Santuni puluhan Anak Yatim
Aiyub NSS Grong-Grong Apresiasi Wasit Perempuan Siti Syawaliah di Grand Final PSG Cup ke-30
BREAKING NEWS! Api Lahap Tebing Lonobi, BPBD–Polres Raja Ampat Turun Langsung, Medan Ekstrem Jadi Kendala
Piagam Rabies dan Target Bebas 2030
Dua Jalan Jembatan Darurat Mbarung Dan Natam Putus Dua Kecamatan Terisolir
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 18:38

Puluhan Titik Api Kepung Waisai, Empat Pulau Besar Raja Ampat Mulai Terancam Kebakaran

Minggu, 27 September 2026 - 15:21

Bantuan Perlengkapan Sekolah Dari Program Bhayangkari Peduli Disalurkan.

Minggu, 27 September 2026 - 11:13

Viral Soal Lapas Cibinong, “Ombudsman Offside, Mereka Bukan Penyidik Lakukan Penggerebekan

Minggu, 27 September 2026 - 04:48

Carles Imbir Ajak Rakyat Raja Ampat Kawal DPRK: Pastikan Berjalan Sesuai Aturan dan Aspirasi

Minggu, 27 September 2026 - 01:29

Panggil BKPSDM Soal IPDN Dipertanyakan, Warga: Jangan Salah Sasaran!

Sabtu, 26 September 2026 - 16:34

Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran

Sabtu, 26 September 2026 - 15:56

Pengawasan APIP Ungkap Temuan Rp2,17 Miliar pada 8 Desa Dalam Kabupaten Simeulue

Sabtu, 26 September 2026 - 10:53

Konten Diduga Singgung Agama, Ketua DPP GRPK Laporkan Akun TikTok ke Polda Sumut

Berita Terbaru