RAJA AMPAT -TRIBUNEINDONESIA.COM — Kobaran api mengganas di tebing tinggi Lonobi, Kompleks Perumahan 100, Distrik Waisai, Kabupaten Raja Ampat. Tim Satgas gabungan BPBD dan TNI AD akhirnya berhasil menjinakkan titik api setelah berjibaku di medan terjal yang berada di atas kawasan Gereja Grasulan, Waisai. Pada pukul 12.24 menit WIT.
Pantauan di lokasi, api membakar kawasan tebing yang memiliki ketinggian sekitar 100 meter.
Posisi titik api yang berada di medan sulit membuat proses pemadaman bukan perkara mudah.
Tim gabungan harus menembus medan terjal dengan pijakan yang sulit, sembari berhadapan dengan kobaran api yang masih membara di sejumlah bagian kawasan.
Bukan sekadar memadamkan api, tim harus mengejar titik-titik bara di medan yang sulit dijangkau.
Dalam kondisi darurat tersebut, BPBD dan TNI AD mengerahkan armada tangki air untuk mendukung operasi pemadaman.
Armada yang dikerahkan memiliki kapasitas sekitar 4.000 hingga 5.000 liter air.
Sinergi personel di lapangan menjadi kunci dalam menekan kobaran api agar tidak kembali membesar dan merambat ke kawasan lain.
Titik api yang berada tepat di atas Gereja Grasulan Waisai juga membuat penanganan harus dilakukan secara cepat dan terukur, mengingat lokasi tersebut berada tidak jauh dari kawasan permukiman.
Setelah melalui proses pemadaman di medan yang berat, titik api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan BPBD dan TNI AD.
Namun, kondisi medan dan potensi munculnya kembali bara menjadi perhatian. Pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala dan meluas ke kawasan sekitar.













