Bangsa Kaya yang Terjatuh karena Melupakan Rakyat

- Editor

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi,/Tribuneindonesia.com

Banyak bangsa yang dahulu besar, kaya raya sumber daya alam, dan diperhitungkan di dunia — namun akhirnya jatuh, hancur, dan dilupakan sejarah. Lihatlah kisah bangsa Edom — tinggal di tanah yang berbukit kuat, kaya tambang, merasa aman dan tidak akan pernah tersentuh. Tetapi karena mereka bersikap kasar kepada yang lemah, memandang rendah rakyat kecil, dan merasa kekayaan itu datang dari kekuatan sendiri — keruntuhan datang tanpa diduga, dan kini puing-puingnya saja yang tersisa. Selasa 18 Agustus 2026

Lihatlah Moab — bangsa yang kaya gandum, kaya anggur, dan makmur di atas permukaan tanah. Mereka merasa aman, sombong hati, dan menindas yang miskin. Mereka lupa bahwa kekayaan itu titipan, bukan hak milik. Maka datanglah hari ketika kemakmuran itu lenyap dalam sekejap, dan bangsa Moab yang sombong itu tidak ada lagi di peta dunia.

Dan masih banyak lagi — Asyur yang perkasa dengan tentara yang tak terkalahkan, Filistin yang kaya dan berdagang ke seluruh negeri — semuanya jatuh bukan karena musuh dari luar yang lebih kuat. Mereka jatuh dari dalam. Mereka jatuh karena lupa siapa yang memberi tanah, siapa yang memberi kekayaan, dan siapa yang bekerja hingga keringat bercucuran supaya negeri itu makmur.

Baca Juga:  Polisi Ringkus Wanita Muda Pelaku Curanmor di Serdang Bedagai, Komplotannya Buron

Maka demikian juga bagi negeri kita, bagi bangsa ini:

Janganlah kita melangkah di jalan yang keliru. Bangunlah di atas kebenaran, bukan di atas kebohongan. Hentikanlah kekerasan — baik yang berupa senjata maupun yang berupa kebijakan yang menindas. Hentikanlah pengabaian yang membuat rakyat semakin susah, semakin menderita, dan semakin jauh dari sejahtera.

Janganlah kita menjadikan rakyat hanya sebagai alat kepentingan di saat jelang pemilihan — disapa, dijanjikan, dipuji — lalu setelah suara diperoleh, dilupakan kembali dan ditinggalkan dalam penderitaan. Itulah permulaan akhir sebuah bangsa — ketika rakyat hanya diingat saat butuh, dan dilupakan saat berkuasa.

Bangsa yang besar tidak dibangun di atas kekayaan alam semata — dibangun di atas rakyat yang diperhatikan, guru yang disejahterakan, daerah terluar yang dijangkau, dan keadilan yang tidak pilih kasih. Jika tidak — maka kisah Edom, Moab, Asyur, dan Filistin bukan sekadar cerita lama. Itu adalah peringatan yang sedang mengetuk pintu negeri ini.

Bekasi, 18 Agustus 2026

Berita Terkait

Mestinya Pemerintah Aceh Malu,Pada Jasa warisanya Habib Bugak
Jepang Memberi Makan Gratis Tanpa Keracunan- Mengapa Kita Tidak Bisa? Pemimpin Harus Mencicipi Dulu!
Jangan Menjadi Pemimpin — Gubernur Atau Siapa Pun — Untuk Menciptakan Kebohongan Kepada Rakyat
Korupsi Menggurita — Mengapa Koruptor Diperlakukan Istimewa, Rakyat Yang Disiksa?
Ketika Tanah Leluhur Diambil — Tanda Peradaban yang Akan Hancur
Belajarlah kepada India — Bukan Meniru, Tapi Membangun Peradaban Sendiri
Kerajaan Babilon: Kekuasaan yang Lupa Pencipta
Kesombongan yang Menjatuhkan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 18:38

Puluhan Titik Api Kepung Waisai, Empat Pulau Besar Raja Ampat Mulai Terancam Kebakaran

Selasa, 22 September 2026 - 11:06

Miras Ilegal Diduga Marak di Waisai, Penertiban Dipertanyakan

Senin, 21 September 2026 - 11:12

Dominasi Sepak Bola Usia Dini, Bintang Utara FC Kembali Naik Tahta di Manado

Minggu, 20 September 2026 - 14:29

Kejar Peningkatan Prestasi Nasional, ESI Sumut Gelar Kejurprov Esport 2026

Minggu, 20 September 2026 - 13:46

Gol Semata Wayang Eja Antar Bintang Utara Manado Rajai Turnamen Usia Dini di Likupang

Kamis, 17 September 2026 - 16:46

Tahura Raja Ampat di Pusat Waisai Disorot, Warga Minta Pemda Serius Benahi Kebersihan

Rabu, 16 September 2026 - 12:13

Kepala BIN Muhammad Herindra Dilantik Jadi Ketum PB ESI, Prestasi Esports Lebih Tinggi Jadi Target

Minggu, 13 September 2026 - 13:22

Kecerobohan Wasit di Langowan Junior Cup Picu Aksi WO, PSSI dan Pemda Sulut Didesak Turun Tangan

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Pesparani I Digelar, 14 Paroki Berebut Tiket ke Sumut

Sabtu, 3 Okt 2026 - 10:01