Jangan Menjadi Pemimpin — Gubernur Atau Siapa Pun — Untuk Menciptakan Kebohongan Kepada Rakyat

- Editor

Kamis, 20 Agustus 2026 - 03:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi/Tribuneindonesia.com

Janganlah kita duduk di kursi pemimpin, janganlah kita menjadi gubernur, janganlah kita memegang jabatan apa pun — jika tujuannya hanya untuk menciptakan narasi kebohongan, untuk menutupi kebenaran, untuk memanipulasi rakyat yang telah mempercayai kita. Kepemimpinan bukanlah kuasa untuk berbohong — ia adalah amanah untuk berkata jujur, walau jujur itu pahit. Kamis 20 Agustus 2026

Rakyat memilih kita bukan karena ingin dibohongi — mereka memilih kita karena percaya. Rakyat menyerahkan nasibnya ke tangan kita — bukan agar kita menutupi mata mereka, melainkan agar kita membukakan jalan yang terang dan benar. Jika seorang pemimpin mulai berbohong — maka ia sudah berhenti menjadi pemimpin. Ia menjadi penipu yang memakai jubah kekuasaan.

Bung Karno — Pemimpin Sejati Tak Pernah Berbohong Kepada Rakyat

Dari Bung Karno, Sang Proklamator, kita mendengar kata-kata yang keras dan tegas:

“Pemimpin yang sejati adalah pemimpin yang berani berkata jujur kepada rakyatnya, walau kata-kata itu menyakitkan. Pemimpin yang berbohong — dia bukan pemimpin, dia penipu. Dan bangsa yang mau dibohongi oleh pemimpinnya — bangsa yang sedang menuju ke kehancuran.”

Beliau juga berkata:

“Kalian memimpin rakyat — bukan untuk menjadi tuan di atas rakyat. Kalian adalah pelayan rakyat. Dan pelayan yang berbohong kepada tuannya — pantas diusir, bukan dihormati!”

Itulah pesan yang harus kita tanamkan di hati setiap pemimpin, dari gubernur hingga presiden, dari kepala desa hingga menteri: Jangan pernah menciptakan narasi kebohongan. Jangan pernah memutarbalikkan fakta. Jangan pernah membangun kekuasaan di atas kebohongan — karena kebohongan itu pasti akan runtuh, dan saat itu runtuh, ia akan menimpa siapa saja yang membangunnya.

Baca Juga:  Dramatis! Pasutri Bandar Narkoba Diringkus di Binjai, Sempat Tembaki Polisi dengan Senpi Rakitan

Kebenaran — Satu-satunya Fondasi yang Abadi

Kebohongan bisa bertahan sebentar. Kebohongan bisa membuat orang percaya untuk sementara waktu. Tapi kebenaran itu pasti muncul — dan saat kebenaran terungkap, semua kebohongan akan hancur bersama pembuatnya.

Kepemimpinan yang dibangun di atas kebohongan — akan jatuh oleh kebohongan itu sendiri.

Mari kita belajar dari Bung Karno. Beliau berapi-api, beliau tegas, beliau kuat — tapi beliau jujur. Dan karena kejujuran itulah — sampai hari ini, puluhan tahun setelah beliau tiada — nama beliau tetap dihormati, tetap dicintai, tetap menjadi cahaya bagi bangsa. Kebohongan bisa hidup sebentar — tapi kejujuran yang abadi.

Jadi kepada siapa pun yang duduk di kursi kekuasaan — gubernur, bupati, menteri, presiden — dengarkanlah:

Jangan menciptakan narasi kebohongan. Rakyat bukan musuh yang harus dikalahkan dengan tipu daya. Rakyat adalah pemilik sah negeri ini — dan mereka berhak mendengar kebenaran, walau pahit, walau berat, walau tidak menyenangkan.

Siapa pun yang berbohong kepada rakyat — dia bukan musuh pemimpin lain. Dia adalah musuh bangsa ini sendiri. Dan sejarah tidak akan memaafkan mereka yang mempermainkan kepercayaan rakyat dengan kebohongan.

Berita Terkait

Korupsi Menggurita — Mengapa Koruptor Diperlakukan Istimewa, Rakyat Yang Disiksa?
Ketika Tanah Leluhur Diambil — Tanda Peradaban yang Akan Hancur
Belajarlah kepada India — Bukan Meniru, Tapi Membangun Peradaban Sendiri
Kerajaan Babilon: Kekuasaan yang Lupa Pencipta
Bangsa Kaya yang Terjatuh karena Melupakan Rakyat
Kesombongan yang Menjatuhkan
Jangan Biarkan Bangsa Ini Berakhir dengan Ratapan Sejarah
Krisis Kepercayaan — Saatnya Kembali Membangun Kesejahteraan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:42

Polres Bireuen Sukseskan Jalannya Pawai Karnaval Semarak HUT Ke-81 RI Dipusat Kota Juang

Selasa, 18 Agustus 2026 - 03:17

Kapolres Bireuen Mengikuti Upacara Penurunan Bendera Merah Putih HUT Ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:29

​Momentum HUT ke-81 RI: Satrol Kodaeral VIII dan Pemkot Bitung Galang Semangat Gotong Royong

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:05

Kapolres Bireuen Mengikuti Upacara HUT RI Ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:24

Srikandi Polres Bitung Pimpin Komando Upacara HUT ke-81 RI di Hadapan Kapolres dan Forkopimda

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:04

Kapolres Bireuen Pimpin Upacara Ziarah Nasional HUT Ke-81 Republik Indonesia

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:00

Polda Aceh Pastikan Situasi Usai Zikir Peringatan HDA Ke-21 Kondusif

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:44

​Dukung Pengibar Merah Putih, Kapolres Bitung Bersama Jajaran PJU dan Kapolsek Hadiri Pengukuhan Paskibraka 2026

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Uji JPT dan Pertanyaan di Balik Penilaian 16 Pejabat

Kamis, 20 Agu 2026 - 01:24