Masyarakat Raja Ampat Kecam Dugaan Penangkapan Penyu oleh WNA Menggunakan Senapan

- Editor

Senin, 14 September 2026 - 12:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAJA AMPAT, TribuneIndonesia.com — Masyarakat Kabupaten Raja Ampat mengecam keras dugaan tindakan seorang warga negara asing (WNA) yang terekam dalam sebuah video melakukan penangkapan penyu menggunakan senapan.

Video berdurasi sekitar 36 menit tersebut beredar di media sosial Facebook dan memicu perhatian serta keresahan masyarakat. Dalam rekaman itu, seorang WNA yang disebut-sebut berasal dari China diduga melakukan tindakan terhadap biota laut di kawasan konservasi perairan (KKP) Pyanemo, Raja Ampat.

Informasi yang beredar menyebutkan, WNA tersebut kemudian meninggalkan lokasi setelah kejadian.

Ia disebut berhasil diamankan di Makassar pada 14 September 2026. Namun, informasi mengenai identitas, kronologi penangkapan, serta status hukum yang bersangkutan masih perlu dikonfirmasi kepada pihak berwenang.

Peristiwa tersebut kembali menimbulkan pertanyaan publik mengenai pengawasan terhadap aktivitas di kawasan perairan dan konservasi Raja Ampat, khususnya terkait keberadaan serta aktivitas wisatawan maupun warga negara asing.

Masyarakat menilai pengawasan di lapangan perlu diperkuat. Sebab, ketika terjadi persoalan yang berkaitan dengan biota laut dan aktivitas di kawasan konservasi, pertanyaan mengenai pihak yang bertanggung jawab serta sejauh mana pengawasan dilakukan kembali mencuat.

Sorotan juga diarahkan pada kewenangan pengelolaan kawasan konservasi perairan yang berada dalam ranah pemerintah provinsi.

Kondisi tersebut dinilai perlu diikuti dengan kehadiran aparatur maupun petugas teknis yang memadai di wilayah Raja Ampat.

Masyarakat mempertanyakan, apabila kewenangan pengelolaan dan pengawasan kawasan konservasi berada pada pemerintah provinsi, siapa yang secara aktif melakukan pengawasan di lapangan ketika terjadi dugaan pelanggaran terhadap biota laut?

Baca Juga:  Provokatif & Mengajak Bertindak Densus 88 Bentengi Pelajar Tondano dari Infiltrasi Paham Radikal

Mereka berharap persoalan tersebut tidak hanya berhenti pada penanganan setelah sebuah kasus menjadi viral di media sosial.

Pengawasan secara rutin dinilai penting untuk mencegah tindakan yang dapat mengancam kelestarian ekosistem laut Raja Ampat.

Karena itu, masyarakat meminta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat Daya menempatkan atau menugaskan tim maupun pegawai

teknis secara lebih aktif di Raja Ampat.
“Jangan sampai ketika kasus sudah viral baru dilakukan penelusuran.

Pengawasan harus hadir sebelum terjadi pelanggaran,” demikian sorotan masyarakat.

Selain meminta kejelasan mengenai dugaan tindakan WNA tersebut, masyarakat juga mendorong adanya koordinasi yang lebih tegas antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, aparat penegak hukum, serta instansi yang memiliki kewenangan terhadap kawasan konservasi.

 

Raja Ampat merupakan kawasan yang memiliki kekayaan biota laut dan ekosistem yang mendapat perhatian dunia. Perlindungan terhadap penyu dan satwa laut lainnya tidak cukup hanya mengandalkan aturan, tetapi juga membutuhkan pengawasan nyata di lapangan.

Masyarakat pun meminta pemerintah tidak saling melempar kewenangan ketika terjadi persoalan.

Jika kewenangan pengelolaan dan pengawasan berada di tingkat provinsi, maka kehadiran petugas di lapangan juga harus jelas.

Jangan sampai masyarakat daerah menjadi pihak pertama yang menemukan dugaan pelanggaran, tetapi justru kebingungan menentukan kepada siapa laporan harus disampaikan.

 

 

Berita Terkait

Kelurahan Wangurer dan Kecamatan Girian Apresiasi Langkah Ditjen AHU Tuntaskan Status Kewarganegaraan
Brigjen TNI Kohir Raih Star Iconic Awards 2026 
Selesaikan Persoalan Tanpa Dokumen, Ratusan Warga Keturunan Filipina di Bitung Jalani Verifikasi Faktual Terakhir
Subuh Keliling di Masjid Ridha Jeumpa, Kapolres Bireuen Ajak Jamaah Sinergi Bersama Polisi Berantas Narkotika
Proyek P3-TGAI Desa Salang Alas Diduga Asal Jadi dan Diperjualbelikan, Polres Agara Didesak Turun Tangan
Mencetak Generasi Holistik di Kota Santri, LATANSA Boarding School Bireuen Resmi Hadirkan Konsep Pendidikan Berbasis 5 Pilar Utama
Antisipasi Kemacetan Nataru 2027, IWO Bali Minta Komisi III DPRD Bali Perjuangkan Perbaikan Jalur Gilimanuk
Rumah Hampir Rampung, PBG di Percut Sei Tuan Dipertanyakan
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:34

Brigjen TNI Kohir Raih Star Iconic Awards 2026 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:36

Subuh Keliling di Masjid Ridha Jeumpa, Kapolres Bireuen Ajak Jamaah Sinergi Bersama Polisi Berantas Narkotika

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:33

Proyek P3-TGAI Desa Salang Alas Diduga Asal Jadi dan Diperjualbelikan, Polres Agara Didesak Turun Tangan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:59

Bireuen Darurat Judol & Narkoba: Kapolres AKBP Yulhendri Tabuh Genderang Perang!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:29

PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Dukung Operasi Patuh Jaya 2026, Perkuat Sinergi Wujudkan Lalu Lintas Berkeselamatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:27

PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Berkolaborasi dalam menangani Kemacetan dan Keselamatan Lalu Lintas Bersama Stakeholders

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:25

Jasa Raharja Bersama Stakeholder Jakarta Timur Dorong Peningkatan Keselamatan Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:23

Melalui Program MUKL, PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Tingkatkan Kesadaran Kesehatan dan Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terbaru

Sosial

Brigjen TNI Kohir Raih Star Iconic Awards 2026 

Sabtu, 31 Okt 2026 - 05:34