
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kampung Samate, Distrik
Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat. Api dilaporkan telah berlangsung kurang lebih dua pekan dan hingga kini belum berhasil dipadamkan secara menyeluruh.
Informasi tersebut disampaikan Anggota DPRK Raja Ampat, Islawati Sabale, yang juga merupakan warga Kampung Samate. Ia mengatakan, upaya pemadaman telah dilakukan masyarakat setempat, namun kobaran api belum sepenuhnya dapat dikendalikan.
“Api ini sudah berjalan kurang lebih dua minggu. Saya terus mengupayakan dan menghubungi BNPB agar memberikan perhatian untuk membantu
masyarakat memadamkan api,” kata Islawati,Selasa (21/9/2026).
Menurut Islawati, masyarakat sebenarnya telah berupaya melakukan pemadaman secara mandiri. Namun, masih terdapat titik-titik asap yang belum sepenuhnya padam.
Kondisi tersebut menjadi persoalan ketika angin kencang bertiup pada siang hari. Titik-titik yang sebelumnya telah dipadamkan kembali menyala.
“Upaya pemadaman sudah dilakukan masyarakat, namun belum mampu memadamkan api secara utuh karena titik asap masih ada. Ketika siang hari angin kencang, titik asap itu menyala lagi,” ujarnya.
Bahkan, Islawati menyebut api kembali terlihat menyala pada Minggu sore sekitar pukul 18.00 WIT.
“Iya, api ini sudah berjalan kurang lebih dua minggu dan sudah membakar hutan dan lahan. Jika pemerintah, dalam hal ini BPBD, tidak tanggap, maka kebakaran akan terus meluas,” tegasnya.
Dalam upaya pemadaman di lapangan, masyarakat juga mendapat bantuan dari dua personel TNI yang berada di Kampung Samate.
Islawati mengaku telah berulang kali menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak berwenang sebagai bentuk laporan dan permintaan perhatian agar penanganan kebakaran dapat segera dilakukan.
Ia mengatakan, pihak BPBD telah mengetahui kondisi kebakaran tersebut. Namun, menurut informasi yang diterimanya, terdapat kendala teknis dalam upaya menurunkan personel ke lokasi.
“Saya terus meng-update dan menyampaikan laporan kepada pihak berwenang agar kondisi ini menjadi perhatian dan masyarakat bisa mendapatkan bantuan dalam proses pemadaman,” katanya.
Kebakaran yang berlangsung hingga sekitar dua pekan tersebut kini menjadi perhatian karena api disebut telah membakar kawasan hutan dan lahan. Masyarakat berharap adanya dukungan penanganan dari pemerintah dan instansi terkait sehingga api tidak semakin meluas.

















