Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak

- Editor

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAJA AMPAT – TRIBUNEINDONESIA.COM – Polemik penugasan dokter spesialis anak, dr. Laura Christanty, di Kabupaten Raja Ampat hingga kini belum menemui titik terang.

Hingga Jumat (30/10/2026), surat permintaan klarifikasi dan pembatalan penugasan yang dilayangkan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Raja Ampat kepada Pemerintah Kabupaten Raja Ampat belum mendapat jawaban resmi.

Ketua DPRK Raja Ampat menyebutkan, pihaknya belum menerima balasan dari Bupati Raja Ampat. Bupati disebut masih menjalani agenda dinas di luar Waisai.

Lanjut ketua, kita lihat saja kebijakan bupati terhadap dokter laura, masyarakat yang kena dampak nanti.

Tetap Layani Pasien Anak

Di tengah ketidakpastian status administratif tersebut, dr. Laura memilih tetap memberikan pelayanan kepada pasien anak di RSUD Waisai.

Kepada media, Laura mengungkapkan bahwa sepulang dari kegiatan APAPARI di Jepang, dirinya langsung memeriksa pasien anak di rumah sakit, bahkan sebelum DPRK menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Ia mengaku tidak tega melihat pasien anak yang membutuhkan penanganan medis tanpa kehadiran dokter spesialis anak.

“Dari sebelum rapat, saat saya tiba di Waisai, saya sudah memeriksa anak-anak di RS. Kasihan mereka terbengkalai,” ujar Laura melalui pesan kepada media, Jumat (30/10).

Baca Juga:  Festival Pesona Langsa Sajikan Seni Budaya Aceh Meriahkan HUT Pemko Langsa Ke-24

Meski tetap memberikan pelayanan atas dasar kemanusiaan, Laura menegaskan dirinya masih membutuhkan kepastian mengenai status surat tugas yang diterbitkan pemerintah daerah.

“Walau saya sudah visit karena alasan kemanusiaan, saya juga butuh kepastian surat tugas tersebut,” tegasnya.

DPRK Sudah Minta Surat Tugas Dibatalkan

Sebelumnya, melalui rapat gabungan komisi dan fraksi pada 21 Oktober 2026, DPRK Raja Ampat menyatakan menolak penugasan dr. Laura dan meminta Bupati Raja Ampat membatalkan surat tugas tersebut.

Namun, hingga kini belum ada jawaban resmi pemerintah daerah atas permintaan DPRK itu.

Situasi tersebut menyisakan dua persoalan yang membutuhkan kejelasan, yakni kepastian administrasi penugasan dr. Laura serta keberlanjutan pelayanan dokter spesialis anak di RSUD Waisai.

Publik kini menunggu sikap resmi Bupati Raja Ampat terhadap surat yang telah disampaikan DPRK.

Sebab, persoalan ini bukan hanya menyangkut status penugasan seorang dokter, tetapi juga kepastian pelayanan kesehatan bagi anak-anak di Kabupaten Raja Ampat.

Berita Terkait

Beri Kepastian Hukum, Kemenkumham Sulut Tuntaskan Dokumen Kewarganegaraan Ratusan Warga Keturunan Filipina
Dari Sampah Menjadi Karya Seni: Miftahussakdan Dorong Kreativitas dan Kesadaran Lingkungan Melalui SavExpo
Bantuan Rp987 Juta Lebih Revitalisasi SD Negeri Maha Singkil di Aceh Tenggara Disorot, Transparansi P2SP Dipertanyakan
Proyek Rehabilitasi Mess SDN Maha Singkil Disorot: Plafon Diduga Pakai Material “Asal Jadi”, Pengawasan Dinas Disangsikan
Resmi Gelar Verifikasi Faktual di Girian, Pemkot Bitung Kawal Status Kewarganegaraan WNI Keturunan Filipina
Dandim 0111/Bireuen Gelar Jum’at Sehat, Pererat Soliditas dan Siapkan Fisik Prajurit Menuju Kesamaptaan 2026
Pengakuan Remaja 16 Tahun Terkait Dugaan Keterlibatan Informan Narkotika di Aceh Tengah.
Polsek Kota Juang Gencarkan Patroli dan Pantau Aplikasi Lancang Kuning Cegah Karhutla
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:30

Beri Kepastian Hukum, Kemenkumham Sulut Tuntaskan Dokumen Kewarganegaraan Ratusan Warga Keturunan Filipina

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:59

Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:14

Bantuan Rp987 Juta Lebih Revitalisasi SD Negeri Maha Singkil di Aceh Tenggara Disorot, Transparansi P2SP Dipertanyakan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:00

Proyek Rehabilitasi Mess SDN Maha Singkil Disorot: Plafon Diduga Pakai Material “Asal Jadi”, Pengawasan Dinas Disangsikan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:43

SOROTAN PUBLIK! RUANG SINGGAH KELUARGA PASIEN RSUD KH. DAUD ARIF DIPERTANYAKAN, BUPATI TANJUNG JABUNG BARAT DIMINTA FASILITASI KLARIFIKASI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:11

​Audit Kinerja Itwasda Polda Sulut Berakhir Kondusif, Kapolres Bitung Tegaskan Pentingnya Transparansi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52

Program MBG Serap Lebih 1 Juta Tenaga Kerja, Peternak Lokal Ikut Pasok Pangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:45

T. Sukandi: Silahkan Minta Merdeka, Tapi Jangan Ganggu PETA!

Berita Terbaru