Proyek Rehabilitasi Mess SDN Maha Singkil Disorot: Plafon Diduga Pakai Material “Asal Jadi”, Pengawasan Dinas Disangsikan

- Editor

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE — Proyek Rehabilitasi Mess SDN Maha Singkil, Kabupaten Aceh Tenggara, Tahun Anggaran 2026, menuai sorotan tajam publik. Alih-alih menghadirkan bangunan berstandar mutu yang layak bagi fasilitas pendidikan, proyek berbanderol ratusan juta rupiah ini justru diwarnai dugaan akrobat spesifikasi material. Pemasangan lembaran plafon di lapangan disinyalir melenceng jauh dari pakem teknis konstruksi bangunan.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan renovasi ini berada di bawah kendali Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara dengan rincian data administratif sebagai berikut:

* Nama Paket: Rehabilitasi Mess SDN Maha Singkil

* Penyedia / Kontraktor: CV. Putra Jaya

* Konsultan Pengawas: CV. Bilvian Architecture Consultant

* Konsultan Perencana: CV. Waqasly Multy Creation

* Nomor SPK: 130/SPK/DIKBUD/DAU-SD/IX/2026

* Nilai Kontrak / SPK: Rp189.215.000,-

* Sumber Dana: APBK-DAU T.A. 2026

* Masa Pelaksanaan: 90 Hari Kalender (15 September 2026 – 13 Desember 2026)

Indikasi “Salah Kamar” Material: Plafon Dipasangi Papan Partisi 8 mm

Dari hasil penelusuran dan dokumentasi fisik di lokasi bangunan mess, ditemukan kejanggalan kasat mata pada material penutup langit-langit ruangan. Lembaran papan yang terpasang jelas menggunakan produk berlabel KalsiPart 8 dengan keterangan SNI 7705:2020 KalsiPart 8 100% Asbestos Free.

Penggunaan material ini memantik kritik keras dari kalangan praktisi konstruksi. Secara fungsi dan standar pabrikan, produk tipe KalsiPart mutlak diperuntukkan sebagai dinding penyekat atau partisi interior/eksterior antarrruangan. Sementara untuk aplikasi plafon atau langit-langit standar, konstruksi bangunan lazimnya menggunakan material khusus plafon seperti KalsiRboard atau KalsiBoard dengan ketebalan ideal berkisar antara 3,5 mm hingga 6 mm.

Baca Juga:  Ketapang Desa Pangkalan: Uang Rakyat Diduga Raib, GOWI Siap Buka Fakta di Konferensi Pers

Memaksa memasang papan partisi setebal 8 mm—yang notabene lebih berat—untuk posisi plafon tanpa perhitungan rangka penggantung yang presisi bukan sekadar keliru secara teknis, tetapi juga mencederai logika konstruksi. Beban struktur yang berlebih berisiko mengancam keamanan plafon dalam jangka panjang, sekaligus menimbulkan tanda tanya besar: apakah langkah ini diambil demi efisiensi sepihak atau sekadar menghabiskan anggaran tanpa peduli mutu?

Konsultan Pengawas dan PPK “Tutup Mata”?

Kritik keras pun diarahkan kepada fungsi pengawasan yang dinilai mandul. Keberadaan CV. Bilvian Architecture Consultant selaku konsultan pengawas dipertanyakan kinerjanya di lapangan. Publik menilai, lolosnya material yang tidak semestinya ini menunjukkan lemahnya pengawasan melekat (ongoing supervision) dari pihak konsultan maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara.

Masyarakat dan lembaga pemerhati pembangunan di Aceh Tenggara mendesak agar instansi terkait tidak bergeming. PPK dan konsultan pengawas dituntut segera turun tangan melakukan audit serta verifikasi teknis menyeluruh terhadap Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) serta gambar rencana proyek.

Jika pihak rekanan, CV. Putra Jaya, terbukti memasang material di luar spesifikasi kontrak, maka aparat penegak hukum dan instansi pengawasan internal harus bertindak tegas. Dana publik yang bersumber dari APBK-DAU T.A. 2026 tidak boleh dikorbankan untuk proyek “asal jadi” yang mengorbankan kualitas dan keselamatan demi meraup selisih keuntungan.

(Tim Investigasi )

Berita Terkait

Bantuan Rp987 Juta Lebih Revitalisasi SD Negeri Maha Singkil di Aceh Tenggara Disorot, Transparansi P2SP Dipertanyakan
Resmi Gelar Verifikasi Faktual di Girian, Pemkot Bitung Kawal Status Kewarganegaraan WNI Keturunan Filipina
Dandim 0111/Bireuen Gelar Jum’at Sehat, Pererat Soliditas dan Siapkan Fisik Prajurit Menuju Kesamaptaan 2026
Pengakuan Remaja 16 Tahun Terkait Dugaan Keterlibatan Informan Narkotika di Aceh Tengah.
Polsek Kota Juang Gencarkan Patroli dan Pantau Aplikasi Lancang Kuning Cegah Karhutla
Kapolres Bireuen Gelorakan Semangat Jaga Kelestarian Alam di Kecamatan Jangka Lewat Program Green Policing
Gerebek Pabrik Narkoba di Serambi Mekkah, Komisi V DPR RI Puji Sinergi Kapolri, BNN, dan Bea Cukai
SOROTAN PUBLIK! RUANG SINGGAH KELUARGA PASIEN RSUD KH. DAUD ARIF DIPERTANYAKAN, BUPATI TANJUNG JABUNG BARAT DIMINTA FASILITASI KLARIFIKASI
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:14

Bantuan Rp987 Juta Lebih Revitalisasi SD Negeri Maha Singkil di Aceh Tenggara Disorot, Transparansi P2SP Dipertanyakan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:00

Proyek Rehabilitasi Mess SDN Maha Singkil Disorot: Plafon Diduga Pakai Material “Asal Jadi”, Pengawasan Dinas Disangsikan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:28

Dandim 0111/Bireuen Gelar Jum’at Sehat, Pererat Soliditas dan Siapkan Fisik Prajurit Menuju Kesamaptaan 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:01

Pengakuan Remaja 16 Tahun Terkait Dugaan Keterlibatan Informan Narkotika di Aceh Tengah.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 03:00

Kapolres Bireuen Gelorakan Semangat Jaga Kelestarian Alam di Kecamatan Jangka Lewat Program Green Policing

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:19

Gerebek Pabrik Narkoba di Serambi Mekkah, Komisi V DPR RI Puji Sinergi Kapolri, BNN, dan Bea Cukai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:11

​Audit Kinerja Itwasda Polda Sulut Berakhir Kondusif, Kapolres Bitung Tegaskan Pentingnya Transparansi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:51

Surat Pembatalan Penugasan dr. Laura Belum Jelas, Pemkab Raja Ampat Belum Beri Kepastian

Berita Terbaru