Bitung | Tribuneindonesia.com – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi pijakan penting bagi Pemerintah Kota Bitung untuk mempertegas kembali komitmen persatuan.
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., secara terbuka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan hari besar ini sebagai sarana memperkuat tali persaudaraan demi kemajuan daerah.
Perayaan yang dipusatkan di kawasan Pusat Kota Bitung pada Rabu (27/05) tersebut berlangsung khidmat. Kehadiran jajaran pemerintah dan tokoh lintas agama menegaskan bahwa toleransi di kota pelabuhan ini tetap terjaga dengan baik.
Dalam orasi budayanya, orang nomor satu di Bitung tersebut menekankan pentingnya menjaga kondusifitas wilayah.
Ia berharap momentum kurban tahun ini mampu melahirkan semangat kebersamaan yang baru dalam mewujudkan Bitung yang aman, damai, maju, dan sejahtera.
Wali Kota secara khusus menitipkan pesan mendalam kepada umat Islam serta seluruh pemangku kepentingan di Kota Bitung. Menurutnya, Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah simbol ketaatan yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Hari Raya Idul Adha mengandung nilai-nilai luhur berupa pengorbanan, keikhlasan, ketaatan kepada Allah SWT, serta kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama,”
ujar Hengky di hadapan para jemaah.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa nilai-nilai universal tersebut harus dijadikan landasan fundamental dalam membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, termasuk dalam menata masa depan Kota Bitung yang lebih inklusif.
Pemerintah daerah juga memberikan atensi khusus terhadap kontribusi umat Muslim selama ini.
Hengky menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas peran aktif warga dalam merawat stabilitas keamanan dan kerukunan antarumat beragama.
“Mari kita terus memperkuat semangat persaudaraan, saling menghormati, saling membantu, dan saling menopang satu sama lain,”
tegas Walikota Hengky dengan nada optimistis.
Hengky menambahkan, keberagaman etnis dan agama yang ada di Bitung bukanlah sebuah sekat pemisah. Sebaliknya, perbedaan tersebut merupakan kekayaan sosial yang wajib dirawat bersama dalam bingkai persatuan nasional.
Visi pembangunan yang partisipatif juga menjadi sorotan dalam sambutan tersebut.
Wali Kota mengajak seluruh warga untuk bahu-membahu menjadikan Kota Bitung sebagai sebuah “rumah bersama” yang senantiasa dilandasi rasa harmonis, rukun, dan penuh kasih sayang.
Pihak eksekutif menyadari bahwa roda pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal tanpa adanya dukungan dari arus bawah.
Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta mutlak diperlukan.
Pemerintah Kota Bitung kembali menegaskan komitmennya untuk mengedepankan prinsip kolaborasi dan gotong royong dalam setiap program strategis daerah, guna memastikan kesejahteraan merata hingga ke lapisan terbawah.
Di penghujung sambutannya, Hengky Honandar kembali mengingatkan bahwa esensi harmoni ini akan membawa keberkahan yang berkelanjutan bagi kota yang dipimpinnya.
Ia berharap daerah ini selalu berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Mengakhiri pidato resminya, atas nama pribadi dan jajaran Pemerintah Kota Bitung, Wali Kota mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, disertai permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh warga yang merayakan. (kiti)



















