Bitung | Tribuneindonesia.com – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bitung sukses menggelar upacara khidmat dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan yang berpusat di lapangan upacara Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung yang dilanjutkan dengan acara syukuran di Ruang S.H. Sarundajang, Rabu (01/06/26).
Momentum bersejarah bagi Korps baju cokelat ini dipimpin langsung Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., yang bertindak sebagai inspektur upacara.
Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat tertulis dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Melalui amanat yang dibacakan Kapolres, Kepala Negara menekankan pentingnya arah baru bagi institusi Polri. Presiden meminta seluruh jajaran kepolisian untuk segera bertransformasi dari pola kerja yang selama ini bersifat reaktif menjadi prediktif dan adaptif.
Langkah transformasi tersebut dinilai sangat krusial mengingat dinamika geopolitik global yang kian kompleks. Polri dituntut mampu mengantisipasi berbagai ancaman modern seperti perang siber, kejahatan transnasional, hingga dampak dari ketegangan regional antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Selain menyoroti isu keamanan global, Presiden Prabowo juga memberikan apresiasi atas kontribusi nyata Polri dalam mengawal program strategis nasional.
Salah satunya adalah pengamanan 1.179 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) demi menyukseskan program Makan Bergizi Gratis.
Di sektor ekonomi dan pangan, Korps Bhayangkara dinilai berhasil mengamankan berbagai proyek investasi strategis. Polri juga terlibat aktif dalam optimalisasi lahan jagung seluas 651.191 hektar yang ditargetkan mampu mendongkrak produksi pangan nasional sebesar 9 persen.
Prestasi lain yang mendapat sorotan positif dari Kepala Negara adalah komitmen Polri terhadap kesejahteraan internal dan eksternal. Hal ini dibuktikan melalui penyediaan 10.905 unit hunian yang diperuntukkan bagi personel kepolisian serta masyarakat luas.
Lebih lanjut, ketegasan instansi kepolisian dalam melakukan pemberantasan penyakit masyarakat turut diapresiasi. Langkah penegakan hukum yang agresif terhadap praktik judi online, peredaran gelap narkoba, hingga jaringan penyelundupan dinilai memberikan dampak signifikan.
Seiring dengan disahkannya Undang-Undang Polri yang baru, Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan lima instruksi khusus. Instruksi ini dirancang sebagai pedoman strategis bagi seluruh jajaran kepolisian dalam menjalankan tugasnya ke depan.
Poin pertama instruksi tersebut menekankan pada Transparansi Kelembagaan. Polri diwajibkan untuk memperkuat reformasi birokrasi secara menyeluruh, akuntabel, dan senantiasa berorientasi pada kepentingan publik.
Kedua, mengenai Modernisasi Tugas. Aparat kepolisian diminta memanfaatkan teknologi informasi secara optimal dalam penegakan hukum demi menciptakan proses yang transparan sekaligus meraih kembali kepercayaan publik.
Instruksi ketiga berfokus pada Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Institusi Polri dituntut untuk mencetak personel yang tidak hanya memiliki integritas tinggi, tetapi juga melek teknologi guna menghadapi ancaman di era digital.
Keempat, Presiden menggarisbawahi pentingnya Fleksibilitas Organisasi. Struktur kepolisian diharapkan mampu berkembang menjadi institusi modern yang berbasis data serta mengedepankan prinsip kerja kolaboratif.
Sementara itu, instruksi kelima berkaitan dengan Legitimasi Publik. Setiap personel di lapangan diwajibkan merespons cepat seluruh keluhan masyarakat serta menjaga budaya integritas di lingkungan kerja.
Usai pelaksanaan upacara, rangkaian kegiatan bergeser ke ruang S.H. Sarundajang untuk melangsungkan acara syukuran.
Agenda ini dihadiri oleh unsur Forkopimda Kota Bitung, perwakilan TNI dari berbagai satuan, instansi vertikal, serta tokoh agama dari FKUB dan MUI.
Dalam sesi syukuran tersebut, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam. Ia menyambut hangat kehadiran para tamu undangan yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukan mereka.
Albert Zai menegaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Kota Bitung bukanlah klaim keberhasilan sepihak dari kepolisian.
Menurutnya, capaian positif ini merupakan buah dari sinergi solid lintas sektor.
”Hasil yang kita dapatkan hari ini, di mana situasi Kota Bitung tetap aman dan kondusif, adalah berkat kerja sama, bantuan, dan dukungan dari seluruh stakeholder, pimpinan daerah, rekan-rekan LSM, serta ormas,”
tutur Kapolres di hadapan para hadirin.
Di balik capaian tersebut, momentum pertambahan usia ke-80 ini juga dimanfaatkan Kapolres untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia menyadari masih ada beberapa aspek pelayanan kepolisian yang dirasa belum maksimal oleh masyarakat.
Sebagai langkah perbaikan, ia menginstruksikan seluruh personel Polres Bitung untuk terus melakukan introspeksi diri.
Seluruh jajaran diminta menjaga semangat pengabdian serta mengoptimalkan tiga pilar utama: perlindungan, pengayoman, dan penegakan hukum.
Diketahui, Hadir dalam kegiatan tersebut, jajaran Forkopimda Kota Bitung, diantaranya, Ketua pengadilan Negeri Bitung, Kajari Bitung, Ketua DPRD, Perwakilan TNI (Sathantai, Secara Rindam XIII/Merdeka, Guskamla), Dansatrol Kodaeral VIII, Dandim 1310/Bitung, Kepala ATR/BPN, Korwil BIN, Instansi Vertikal (BUMN/BUMD), Organisasi Kemasyarakatan, serta keluarga besar Purnawirawan Polri
Rangkaian acara peringatan ini kemudian ditutup dengan ramah tamah yang berlangsung hangat bersama seluruh elemen masyarakat yang hadir. (kiti)















