Arief Martha Rahadyan: Demokrasi Sehat Bertumpu pada Pers yang Berintegritas

- Editor

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta|Tribuneindonesia.com

Dalam momentum peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh setiap 3 Mei, atau dikenal secara global sebagai World Press Freedom Day yang ditetapkan oleh United Nations, tokoh pemerhati sosial dan pendidikan, Arief Martha Rahadyan, menyampaikan pandangan mengenai posisi strategis pers dalam menjaga kualitas demokrasi di era disrupsi informasi.

Di tengah derasnya arus manipulasi informasi dan polarisasi publik.Pers hari ini tidak hanya berhadapan dengan kekuasaan, tetapi juga dengan algoritma, kepentingan ekonomi digital, serta fragmentasi kebenaran. Di sinilah integritas jurnalisme diuji,apakah tetap berdiri sebagai penjaga nalar publik, atau larut dalam arus sensasionalisme yang dangkal,” ujar Arief.

Kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan kedewasaan publik dalam mengonsumsi informasi. Tanpa literasi yang memadai, kebebasan justru berpotensi melahirkan kekacauan epistemik,di mana batas antara fakta dan opini menjadi kabur.

Arief juga memperkenalkan gagasan “kedaulatan informasi” sebagai konsep baru dalam ekosistem media modern. Menurutnya, bangsa berdaulat adalah yang mampu mengelola arus informasi secara cerdas, kritis, dan berkeadaban.

Baca Juga:  Ini Penjelasan Dewan Pers Terkait Adanya Aturan Media Harus Terverifikasi untuk Bisa Kerja Sama dengan Pemerintah

Kita perlu melampaui sekadar kebebasan pers menuju kualitas pers. Pers yang tidak hanya bebas, tetapi juga berdaya, berintegritas, dan memiliki orientasi kebangsaan. Sebab kebebasan tanpa arah hanya akan melahirkan kebisingan, bukan pencerahan,” tambahnya.

Arief juga meminta pentingnya perlindungan terhadap jurnalis, terutama di daerah-daerah yang masih rentan terhadap tekanan dan intimidasi. Ia menilai bahwa negara, masyarakat sipil, dan pelaku industri media harus membangun ekosistem yang menjamin keamanan sekaligus independensi kerja jurnalistik.

Arief Martha Rahadyan mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan momentum ini sebagai evaluasi kolektif terhadap arah dan masa depan pers.Pers harus menjadi suara jernih yang memandu akal sehat publik. Karena masa depan demokrasi tidak hanya ditentukan oleh siapa yang berkuasa, tetapi oleh siapa yang menguasai kebenaran,” pungkasnya.

Berita Terkait

Patroli Dharma Dewata, Imigrasi Bali Amankan Puluhan WNA Nakal
​Harumkan Nama Daerah di Kancah Global, Wali Kota Bitung Minta Refaya Betah Kembali Berkarya di Tanah Kelahiran
Kelangkaan Semen di Aceh, Pemerintah Jangan Biarkan Masyarakat Berjuang Sendiri
​Hendrik Siahaya Minta Pemda Tak Persulit Surat Domisili Warga Undocumented Keturunan Indonesia-Filipina
BERULANG KALI DISOROT, BELUM ADA TITIK TERANG! Dugaan “Dana Titipan” Rp7 Juta per Desa hingga Berbagai Isu Anggaran di Subulussalam Kian Mengguncang Kepercayaan Publik: Sampai Kapan Kepastian Hukum Dinanti?
​Penyerahan SK Kewarganegaraan di Bitung, Wali Kota Hengky Honandar Dorong Penuntasan Status Warga Filipina-Sangihe
Jangan Hakimi Kejari Tanpa Bukti! Penganggaran APBK Merupakan Wewenang Pemda dan DPRK.
Penuhi Misi Maritim Dunia, Kolonel Marvill Marfel Dampingi Kazona Tengah Bakamla Lepas KRI Bima Suci
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 04:10

Tinjau Sekolah Rakyat DKI Jakarta, Menteri PU Apresiasi Hutama Karya

Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:26

DPC PKB Kota Langsa Buka Peluang Warga Jadi Pengurus DPAC dan Tingkat Gampong

Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:07

​Semarak HUT RI ke-81: Wali Kota Bitung Lepas Peserta Gerak Jalan SKPD dan Umum

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:17

​Mempererat Sinergi di Malam Doa: Pemkot Bitung dan TNI Gaungkan Spirit Kemerdekaan di Girian Bawah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:33

​Genjot PAD Rp104 Miliar, Wali Kota Bitung Dorong Perubahan Budaya Transaksi Lewat QRIS

Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:20

TAMPERAK dan PEPABRI Soroti Stok Menipis, Harga Semen di Aceh Melambung hingga Rp90 Ribu per Zak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:03

Mengangkat Rasa Nusantara, Menghidupkan Kuta: Gerakan Baru Industri F&B Bali

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:06

BUPATI SIMEULUE SAMPAIKAN PESAN KEPADA MAHASISWA BARU UTU KAMPUS PAHLAWAN NASIONAL

Berita Terbaru