Bitung | Tribuneindonesia.com – Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti kawasan Girian Bawah pada Senin (11/8/26) malam. Ratusan masyarakat berkumpul memenuhi area PT Mitra Jaya Samudera di Jalan Dumais untuk menghadiri gelaran Bitung Pray & Worship Night.
Pemerintah Kota Bitung mengemas perhelatan spiritual ini secara khusus untuk menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Lewat lantunan doa dan pujian, seluruh jajaran pejabat daerah bersama warga memohon kedamaian serta kesejahteraan bagi bangsa.
Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E. hadir secara langsung mengawali barisan pejabat pemerintah daerah dalam agenda religius tersebut. Kehadiran pimpinan daerah ini mempertegas komitmen pemerintah untuk selalu hadir di tengah-tengah kegiatan sosial keagamaan masyarakat.
Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, S.Sos. turut mendampingi Wali Kota sepanjang jalannya acara. Randito datang bersama sang istri tercinta, Jacinta Marybell Maringka Gumolung, yang menambah kehangatan suasana kebersamaan malam itu.
Jajaran TNI juga memperkuat barisan sinergi antarinstansi melalui kehadiran Komandan Kodim 1310/Bitung Letkol Dewa Made DJ.
Dandim hadir didampingi Ketua Persit KCK Cabang LXIII Dim 1310/Bitung sebagai bentuk dukungan penuh aparat pertahanan terhadap kondusivitas wilayah.
Pihak penyelenggara menghadirkan tokoh-tokoh rohani terkemuka untuk memimpin jalannya ibadah dan puji-pujian. Pdt. Debby Basjir bersama musisi rohani Franky Sihombing sukses memandu jalannya acara hingga menciptakan atmosfer worship yang begitu mendalam.
Mengusung tema “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka”, perhelatan ini memancarkan pesan kebangsaan yang sangat kuat dari pesisir Kota Bitung. Panitia merancang seluruh rangkaian acara untuk mengungkit kembali spirit perjuangan para pahlawan bangsa.

Dalam pengarahannya, Wali Kota Hengky Honandar mendorong seluruh elemen warga agar memperluas makna kemerdekaan di era modern. Hengky menegaskan bahwa perayaan Agustus tidak boleh berhenti sebagai sekadar ritual seremonial tahunan semata.
Ia menyerukan pentingnya kesadaran kolektif untuk merawat keutuhan persatuan, kerukunan antarumat, serta harmonisasi kehidupan sosial.
Menurut Hengky, menjaga kondusivitas kota merupakan tanggung jawab moral yang melekat pada setiap individu warga Bitung.
Senada dengan Wali Kota, Wakil Wali Kota Randito Maringka menekankan peran vital doa bersama dalam memperkokoh ketahanan sosial warga. Randito menilai bahwa pilar kebersamaan menjadi benteng utama masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Ia juga mengingatkan bahwa keberagaman suku dan agama di Kota Bitung merupakan aset kekayaan daerah yang sangat berharga. Randito mengajak masyarakat menjadikan perbedaan tersebut sebagai bahan bakar pemersatu, bukan sebagai pemicu keretakan sosial.
Integrasi antara Pemkot Bitung dan Kodim 1310/Bitung dalam kegiatan ini membuktikan solidnya sinergitas kepemimpinan di daerah.
Dukungan nyata dari unsur pimpinan TNI dan Pemda ini menyebarkan pesan perdamaian, persaudaraan, serta rasa cinta tanah air yang mendalam.
Melalui gema doa dari Girian Bawah, seluruh masyarakat Bitung menyatukan tekad untuk terus mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.
Mereka berkomitmen menjaga Kota Bitung sebagai rumah bersama yang aman, damai, dan harmonis bagi semua golongan. (talia)



















