
BIREUEN – Kafilah Aceh Tengah dan Bener Meriah berhasil meraih gelar Juara Umum pada ajang Gema Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Dayah Tautiahth Thullab (DTB) Arongan, Kabupaten Bireuen. Prestasi tersebut diraih setelah para santri dari kedua kabupaten tampil unggul dalam berbagai cabang perlombaan keislaman yang diikuti peserta dari delapan kabupaten di Aceh.
Kegiatan yang berlangsung meriah itu menjadi wadah bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan, bakat, dan kualitas mereka dalam berbagai kompetisi bernuansa keagamaan. Persaingan berlangsung ketat karena masing-masing daerah mengirimkan peserta terbaiknya.
Keberhasilan Aceh Tengah dan Bener Meriah menjadi juara umum memiliki nilai historis tersendiri. Berdasarkan catatan yang ada, sejak tahun 1972 kedua daerah tersebut baru tiga kali berhasil meraih gelar juara umum. Bahkan, pada salah satu kesempatan sebelumnya, gelar tersebut sempat lepas setelah kalah dalam proses penentuan melalui undian atau pelotrean.
Capaian tahun ini pun disambut dengan rasa bangga dan haru oleh para peserta, pendamping, serta masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah yang hadir dalam kegiatan tersebut. Bagi para santri yang menuntut ilmu jauh dari kampung halaman, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan belajar, dan doa mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.
Ketua Kafilah Aceh Tengah dan Bener Meriah, Rajuli Bahtera, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraih seluruh peserta. Ia memberikan apresiasi kepada para santri yang telah berjuang dengan penuh dedikasi selama mengikuti perlombaan.
“Alhamdulillah, prestasi ini merupakan hasil kerja keras, kesungguhan, dan doa seluruh peserta serta para pembimbing. Kami sangat bangga dengan perjuangan para santri yang telah membawa nama baik Aceh Tengah dan Bener Meriah,” ujar Rajuli.
Rajuli juga berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah dapat memberikan perhatian dan dukungan yang lebih besar kepada para santri berprestasi, khususnya mereka yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat hadir memberikan semangat dan apresiasi kepada para santri yang telah mengharumkan nama daerah. Kehadiran pemerintah, walaupun sederhana, akan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mereka yang sedang menuntut ilmu di luar daerah. Dukungan tersebut akan menjadi motivasi besar agar mereka terus berprestasi dan membawa nama baik Aceh Tengah dan Bener Meriah di masa yang akan datang,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan di Dayah DTB Arongan menjadi bukti bahwa santri Aceh Tengah dan Bener Meriah memiliki kemampuan untuk bersaing dan tampil sebagai yang terbaik di tingkat provinsi. Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para peserta dan keluarga mereka, tetapi juga bagi seluruh masyarakat serta pemerintah daerah.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi santri lainnya untuk terus meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan, akhlak, dan kemampuan diri sehingga mampu meraih prestasi yang lebih tinggi pada berbagai ajang di masa mendatang.
Gelar juara umum yang diraih pada Gema Muharram 1448 H itu sekaligus menjadi catatan membanggakan bagi Aceh Tengah dan Bener Meriah, serta menegaskan kontribusi santri dalam mengharumkan nama daerah melalui prestasi di bidang keagamaan.













