Bekasi/Tribuneindonesia.com
Seperti yang disampaikan pengamat sosial Rocky Gerung: “Polisi tidak ada yang honorer. TNI tidak ada yang honorer. Jaksa tidak ada yang honorer. Tapi kenapa guru justru disuruh ikhlas?” Rabu 12 Agustus 2026
Keamanan negara digaji dengan layak, jaminannya jelas, kedudukannya pasti. Tetapi pendidikan bangsa — yang mencerdaskan seluruh kehidupan bangsa — malah disuruh berjuang, disuruh ikhlas, disuruh berkorban tanpa banyak ditanya. Itu bukan kebijakan. Itu ketidaksadaran yang fatal.
Inilah bangsa yang bermimpi ingin maju, ingin meraih cita-cita tinggi, tetapi tidak menyelesaikan akar yang berada di bawah: kesejahteraan para pendidik, yaitu para guru, harus diberikan gaji yang besar dan kehidupan yang pasti.
Selama hal paling dasar ini terus diabaikan:
✅ Jangan heran jika bangsa ini terus berjalan di tempat
✅ Jangan heran jika cita-cita tinggal di atas kertas
✅ Jangan heran jika akhirnya hanya menjadi catatan cerita — tentang bangsa yang bermimpi, tetapi tidak pernah sampai ke mana-mana
Keruntuhan dimulai dari cara berpikir para pemimpin dan penguasa. Banyak yang duduk di dalam dewan, berdiskusi, menyusun strategi demi strategi — tetapi tidak pernah menyentuh hal yang paling sederhana: apakah guru di ruang kelas sudah bisa makan dengan tenang? Apakah dia tidak perlu memikirkan utang saat mengajar anak-anak kita?
Belum terlambat. Tetapi janganlah memimpin negeri ini seolah-olah hanya permainan jabatan. Janganlah memperlakukan bangsa ini seperti sesuatu yang bisa diubah-ubah sesuka hati. Ini bukan permainan. Ini masa depan jutaan anak-anak yang belum lahir. Dan cara memimpin yang seperti ini — mengabaikan fondasi, hanya mempercantik bagian atas — sangat berbahaya. Karena bangunan yang dasarnya lemah, seberapa tinggi pun dibangun, suatu saat pasti akan runtuh dari dalam.
Putuskanlah sekarang. Sejahterakan guru dengan gaji yang besar. Anggaplah mereka sama pentingnya, bahkan lebih penting, daripada siapa pun yang duduk di dalam ruangan ber-AC. Karena di manapun di dunia ini — bangsa yang memuliakan gurunya akan berdiri tegak. Bangsa yang melupakan gurunya, perlahan namun pasti akan tertinggal dan hilang di dalam sejarah.


















