Mengangkat Rasa Nusantara, Menghidupkan Kuta: Gerakan Baru Industri F&B Bali

- Editor

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

KUTA |Tribuneindonesia.com Kuta kembali menunjukkan denyut kehidupan barunya. Bukan sekadar melalui keramaian wisatawan, tetapi lewat pertemuan besar para penggerak industri food and beverage (F&B) nasional dan lokal yang menjadikan kawasan ini sebagai ruang bertemunya ide, bisnis, kreativitas, dan kolaborasi.

Sebanyak 85 perusahaan F&B berpartisipasi dalam Festival KutaKita, yang kali ini berkolaborasi dengan Ray Janson Radio Industry Night. Ribuan pelaku industri dan pengunjung memadati kawasan Discovery Kartika Plaza Hotel dan Discovery Kartika Plaza Mall, Senin malam (10/8/2026).

Festival tersebut mempertemukan berbagai elemen industri F&B, mulai dari pemilik restoran dan bar, chef, bartender, barista, supplier, distributor, hingga pelaku UMKM yang selama ini menjadi bagian penting dari ekosistem kuliner Indonesia dan Bali.

Bagi Ray Janson, Chef sekaligus Founder Ray Janson Radio Industry Night, pertemuan tersebut bukan sekadar pesta industri. Lebih jauh, acara ini dirancang sebagai ruang untuk membangun koneksi, membuka peluang kolaborasi, bertukar pengalaman, hingga mempertemukan pelaku usaha dengan calon investor.

“Hari ini adalah acara Ray Janson Radio Industry Night. Kita bertemu dan ngobrol dengan orang-orang yang bergerak di bidang industri F&B, seperti chef, barista, bartender, supplier, distributor, dan owner. Acara ini digelar setahun sekali dan sudah berjalan selama empat tahun,” ujar Ray Janson.

Antusiasme terhadap agenda tersebut terus meningkat. Target awal hanya sekitar 1.000 peserta, namun jumlah orang yang telah melakukan reservasi mencapai sekitar 2.000 orang.

Perkembangan itu menunjukkan bahwa kebutuhan untuk berkumpul, membangun jaringan, dan menciptakan kolaborasi baru di tengah industri F&B semakin besar.

Menurut Ray Janson, Industry Night pada awalnya hanya mempertemukan puluhan orang. Namun seiring meningkatnya minat, kegiatan tersebut berkembang menjadi agenda tahunan yang mempertemukan semakin banyak pelaku industri dari berbagai daerah.

“Agenda ini semakin penting sebagai wadah untuk kolaborasi, saling belajar, membangun jaringan industri F&B, menemukan investor baru, dan membuka berbagai kerja sama lainnya,” katanya.

Dari Kuta, Industri F&B Diajak Kembali ke Akar Lokal

Pemilihan Bali sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Bali dinilai memiliki kekuatan besar dalam hal budaya, kuliner, kreativitas, sekaligus potensi ekonomi lokal.

Karena itu, Ray Janson Industry Night tidak hanya menghadirkan networking industri, tetapi juga membawa unsur budaya Bali melalui tradisi Mebat, yakni aktivitas memasak bersama yang menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Bali.

Mebat dalam kegiatan tersebut melibatkan sejumlah tokoh dan pelaku kuliner Bali, termasuk Jero Mangku dan Chef Yudi dari Dapur Bali Mule, Tejakula. Chef Yudi bahkan menempuh perjalanan sekitar lima jam untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Selain Mebat, pengunjung juga disuguhkan demonstrasi memasak menggunakan bahan-bahan lokal serta makanan khas Bali.

Langkah tersebut sekaligus menjadi kritik terhadap tantangan yang selama ini dihadapi industri F&B, terutama ketergantungan terhadap bahan baku impor dan kenaikan harga bahan pangan.

Pesan yang ingin dibangun sederhana tetapi penting: industri F&B tidak harus selalu bergantung pada bahan impor ketika kekayaan bahan pangan lokal dan kekuatan kuliner Nusantara begitu besar.

Baca Juga:  Forum Komunikasi Lalu Lintas Jakarta Barat Perkuat Koordinasi Penanganan Kemacetan dan Keselamatan Jalan

KutaKita: Menghidupkan Kembali Kuta melalui Kolaborasi

Sementara itu, Vice Chairperson KutaKita Discovery Kartika Plaza Hotel, Damiyana Petracia, mengatakan Festival KutaKita memang dibangun dengan semangat keterbukaan dan kolaborasi.

Festival KutaKita yang berlangsung di Discovery Kartika Plaza Hotel dan Discovery Kartika Plaza Mall tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 15 Januari 2027.

“Kami sebenarnya open dan berkolaborasi dengan siapa pun. Karena F&B ini adalah industri, dan yang paling besar adalah Ray Janson Radio Industry Night, kami memberikan kesempatan untuk saling support, mulai dari area, venue sponsor, venue partnership, mengumpulkan talent, networking, semuanya ada di sini,” ujar Damiyana.

Menurutnya, KutaKita memiliki misi yang lebih besar daripada sekadar menyelenggarakan festival.

Kuta ingin dikembalikan sebagai kawasan yang hidup, kreatif, ramai, dan menjadi ruang pertemuan berbagai komunitas serta industri.

“Tujuan utama Festival KutaKita adalah membuat Kuta kembali seperti dulu—ramai lagi, bangkit lagi, dan terus hidup,” katanya.

Discovery Kartika Plaza Hotel menyediakan area helipad yang mampu menampung hingga sekitar 1.500 orang dalam satu kegiatan. Ruang tersebut kemudian dibuka untuk berbagai aktivitas yang dapat memberikan dampak bagi kawasan Kuta.

Tidak hanya industri F&B, Festival KutaKita juga membuka peluang bagi kegiatan CSR, pariwisata, seni, budaya, komunitas, serta berbagai kegiatan lainnya.

85 Perusahaan, Ribuan Orang, Satu Pesan: Kuta Harus Bangkit

Kehadiran 85 perusahaan F&B dan ribuan peserta dalam Ray Janson Radio Industry Night menjadi salah satu bukti bahwa Kuta masih memiliki daya tarik sebagai ruang bertemunya industri dan komunitas.

Lebih dari sekadar angka peserta, pertemuan tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah kawasan wisata dapat dihidupkan kembali melalui kolaborasi.

Pelaku F&B dari Bali dan berbagai daerah di Indonesia kembali bertemu. UMKM memperoleh ruang untuk memperluas pasar. Para chef dan bartender bertukar pengalaman. Supplier dan distributor membangun jaringan baru. Pemilik usaha membuka peluang kerja sama. Bahkan investor baru berpotensi ditemukan dari pertemuan yang sebelumnya mungkin tidak pernah terjadi.

Bagi Damiyana, inilah salah satu dampak yang ingin dibangun KutaKita.

“Adanya industri F&B networking sekarang membuat kami benar-benar happy. Banyak yang kembali berkumpul dari seluruh Bali dan nasional. Kami benar-benar support UMKM untuk terus bangkit dan memperluas jaringan pasar. Di Festival KutaKita, kami membuka peluang bagi UMKM dan industri F&B untuk berkolaborasi membangun jaringan,” ujarnya.

KutaKita akhirnya tidak hanya menjadi festival. Ia menjadi sebuah eksperimen sosial-ekonomi: bagaimana sebuah kawasan dapat kembali hidup ketika ruang, pelaku industri, komunitas, budaya, dan kreativitas dipertemukan dalam satu panggung.

Di tengah persaingan industri pariwisata yang semakin ketat, kebangkitan Kuta mungkin tidak hanya ditentukan oleh jumlah wisatawan yang datang.

Ia juga ditentukan oleh seberapa banyak orang yang bersedia berkumpul, menciptakan peluang, berkolaborasi, dan memberi dampak.

Dan dari Kuta, pesan itu kembali terdengar: ketika industri bergerak bersama, sebuah kawasan pun bisa kembali bernyawa.(red)

Berita Terkait

Camat dan Kades Dampingi Terlapor, Netralitas Dipertanyakan
Tanah Urukan Proyek Paya Gambar Dipersoalkan GRPK
Pemerintah Kota Bitung Umumkan Pelaksanaan Pengucapan Syukur dan Peringatan HUT Ke-36
Waka Polres R4 Respons Cepat Informasi Dugaan Peredaran Cap Tikus di Waisai, Kasat Narkoba Diperintahkan Lidik
Udara Waisai Diselimuti Asap, Bupati Raja Ampat Kerahkan BPBD, TNI-Polri Lindungi Pelajar
Ketua Umum DPP PPKMA Turun Tangan, Kepsek SMAN 1 Lawe Alas Tegaskan Pembayaran Berdasarkan Kesepakatan Orang Tua
Sinergitas Bank Aceh dan Komisi III DPRA untuk Optimalisasi PAD Aceh
Hadir di Marpolex 2026, Wali Kota Hengky Honandar Sambut Armada Penjaga Laut Internasional di Pelabuhan Bitung
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:26

Buntut Video Viral Tuding Wartawan, Pian dan Inong Sepakat Laporkan Akun Facebook ke Polisi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:53

*MUSDA X DPD II PARTAI GOLKAR ACEH TENGGARA RESMI DIGELAR, DR. DENNI KUKUHKAN SOLIDITAS KADER*

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:27

Deni Febrian Roza Terpilih Jadi Ketua DPD II Golkar Agara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:13

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:07

Kepala BNN Kota Denpasar Hadir Menyapa dan Berbagi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:05

BMKG Rilis Peringatan Dini: Aceh Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga Pukul 18.00 WIB

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:49

WALI KOTA AMBON BODEWIN WATTIMENA: PINTAR SAJA TAK CUKUP, KARAKTER PENENTU MASA DEPAN  

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:35

Waka Polres R4 Respons Cepat Informasi Dugaan Peredaran Cap Tikus di Waisai, Kasat Narkoba Diperintahkan Lidik

Berita Terbaru

Peristiwa, kecelakaan dan bencana Alam

Buntut Video Viral Tuding Wartawan, Pian dan Inong Sepakat Laporkan Akun Facebook ke Polisi

Kamis, 8 Okt 2026 - 19:26

Headline news

Camat dan Kades Dampingi Terlapor, Netralitas Dipertanyakan

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:59

Headline news

Tanah Urukan Proyek Paya Gambar Dipersoalkan GRPK

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:33