Putusan MA Diabaikan, Lamsin SKD Angkat Bicara: “Jangan Permainkan Hukum Negara”

- Editor

Sabtu, 9 Mei 2026 - 02:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRIBUNEINDONESIA| KUTA CANE – Lambannya tindak lanjut Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara terhadap putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia terkait sengketa lahan SD Negeri Kampung Nangka terus menuai sorotan. Putusan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) itu dinilai seolah tidak dianggap serius oleh pemerintah daerah meski dokumennya telah berada di Bagian Hukum Setdakab Aceh Tenggara.

Kuasa hukum pemilik lahan, Lamsin SKD, akhirnya angkat bicara secara lantang. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun institusi pemerintah yang boleh mengabaikan putusan Mahkamah Agung karena putusan tersebut merupakan perintah hukum negara yang wajib dilaksanakan.

“Ini negara hukum, bukan negara kekuasaan. Putusan Mahkamah Agung itu final dan mengikat. Tidak ada alasan untuk menunda, apalagi mengabaikan. Jangan permainkan hukum negara,” tegas Lamsin.

Menurutnya, sikap Pemkab Aceh Tenggara yang terus berdalih masih menunggu arahan pimpinan justru menunjukkan lemahnya kepatuhan terhadap supremasi hukum. Padahal, secara aturan, putusan pengadilan yang telah inkracht wajib dijalankan oleh seluruh pihak tanpa terkecuali.

Lamsin menegaskan, ketentuan tersebut telah diatur dalam Pasal 195 HIR yang menyebutkan bahwa putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap harus dilaksanakan, dan apabila pihak yang kalah tidak menjalankan secara sukarela, maka pengadilan dapat melakukan eksekusi paksa.

“Jangan sampai masyarakat melihat pemerintah daerah justru memberi contoh buruk dalam ketaatan hukum. Kalau rakyat kecil tidak taat hukum ditindak, lalu bagaimana kalau pemerintah sendiri yang mengabaikan putusan pengadilan?” ujarnya tajam.

Baca Juga:  Pekerjaan Pamsimas di Desa Kalanganyar Diduga Asal Jadi, Besi Oplosan dan APD Seadanya — GOWI dan BARA API Geram!

Ia juga mengingatkan bahwa tindakan tidak mematuhi perintah pengadilan dapat berimplikasi pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 216 KUHP tentang pembangkangan terhadap perintah pejabat atau pengadilan.

“Undang-undang sudah jelas. Ada konsekuensi hukum bagi pihak yang membangkang terhadap putusan pengadilan. Jadi jangan anggap persoalan ini bisa didiamkan terus,” katanya.

Menurut Lamsin, Bagian Hukum Setdakab Aceh Tenggara seharusnya memahami tanggung jawab konstitusional mereka sebagai pengawal kepatuhan hukum pemerintah daerah, bukan hanya menjadi penonton sambil menunggu arahan politik.

“Bagian Hukum itu dibentuk untuk memberi pertimbangan hukum kepada kepala daerah, bukan sekadar menunggu perintah. Kalau putusan MA saja tidak segera ditindaklanjuti, lalu apa fungsi mereka?” kritiknya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal pelaksanaan putusan Mahkamah Agung hingga benar-benar dijalankan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami tidak akan diam. Ini bukan hanya soal sengketa lahan, tapi soal wibawa hukum negara. Jangan sampai Mahkamah Agung dilecehkan dengan sikap pembiaran,” tutup Lamsin dengan nada keras.

Kini tekanan publik semakin mengarah kepada Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, beserta seluruh jajaran pemerintah daerah. Sebab semakin lama putusan Mahkamah Agung tidak dilaksanakan, semakin besar pula kecurigaan publik bahwa ada upaya tarik-ulur dan pembangkangan terhadap hukum yang sedang dipertontonkan secara terang-terangan.***

Berita Terkait

Deli Serdang Sukses Dukung Pembukaan MTQ Sumut 2026 di Astaka Pancing
BEM USU Gugat Kebijakan Nasional, DPRD Sumut Didesak Bawa Aspirasi ke Pusat
Yemima Sitanggang Tembus Top 20, Deli Serdang Bidik Gelar POI 2026
RSU Rahmad Hidayah Diperluas, Layanan Kesehatan dan Lapangan Kerja Diperkuat
Lom Lom Suwondo Ajak Warga Berikan Data Akurat untuk Sensus Ekonomi 2026
Deli Serdang Mengaji Bidik Penguatan Moral ASN
56 Kafilah Deli Serdang Siap Bawa Nama Daerah di MTQ Sumut
Dugaan Penipuan Investasi Villa di Kuta Utara, Investor Australia Laporkan WNA Brazil ke Polres Badung
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:39

​AKBP Albert Zai Turun Lapangan, Semarak Kapolres Cup Bitung Makin Sengit

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:41

Kilas Balik Sejarah: Mengapa 1 Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Islam?

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:07

Tampil Produktif, Penyerang RR FC Daniel Hendatu Raih Top Scorer Youth Kampis Cup 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 03:39

​Lewat Ucapan Selamat 1 Muharram, Pemkot Bitung Gaungkan Jargon “Hijrah untuk Berbenah”

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:23

​Hujan Lebat Picu Bencana di Sejumlah Kelurahan, Plt Kalakas BPBD Bitung Turun Lapangan

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:54

​Borong Penghargaan di HKG ke-54 Sulut, TP-PKK Kota Bitung Ukir Prestasi Gemilang

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:29

Khidmat dan Syahdu, Ratusan Jemaah Masjid Al Muttaqien Bitung Sambut Tahun Baru 1 Muharram 1448 H

Senin, 15 Juni 2026 - 13:17

Peringati 1 Muharram 1448 H,Wabup Bireuen Ajak Masyarakat Jadikan Hijrah Momentum Muhasabah Diri

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Deli Serdang Sukses Dukung Pembukaan MTQ Sumut 2026 di Astaka Pancing

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:28