LANGSA | TribuneIndonesia.com – Solidaritas Masyarakat Sipil Kota Langsa (SOMASI) kembali melontarkan kritik keras terhadap Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Langsa terkait perubahan tahapan Pemilihan Geuchik Langsung Serentak (Pilchiksung) yang dinilai dilakukan tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat maupun para calon geuchik.
Menurut SOMASI, penundaan tahapan Pilchiksung yang dilakukan Pemerintah Kota Langsa melalui DPMG telah mengubah keseluruhan jadwal pelaksanaan. Akibatnya, sejumlah tahapan menjadi sangat singkat dan dinilai tidak realistis untuk dilaksanakan di lapangan.
“DPMG Kota Langsa terkesan membuat aturan sesuka hati tanpa memikirkan dampak dari kebijakan yang mereka keluarkan. Akibat penundaan tersebut, seluruh tahapan menjadi berubah dan justru menimbulkan persoalan baru,” ujar perwakilan SOMASI kepada wartawan.
SOMASI menyoroti masa pemasangan alat peraga kampanye yang, apabila mengacu pada jadwal terbaru, hanya berlangsung sekitar satu minggu. Menurut mereka, waktu tersebut terlalu singkat bagi calon geuchik untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerja kepada masyarakat.
“Kalau hanya diberikan waktu satu minggu untuk pemasangan alat peraga, apakah secara akal sehat informasi tentang calon dapat tersampaikan secara maksimal kepada seluruh masyarakat? Bagaimana masyarakat bisa mengenal visi dan misi para kandidat jika ruang sosialisasinya sangat terbatas?” tegasnya.
Selain dianggap merugikan para calon, SOMASI juga menilai jadwal yang disusun DPMG terlalu padat sehingga berpotensi mengganggu kualitas pelaksanaan Pilchiksung.
“Kami melihat hampir seluruh tahapan dibuat dalam rentang waktu yang sangat singkat. Kondisi ini justru membuka peluang munculnya berbagai persoalan administrasi maupun teknis di lapangan,” katanya.
Kemudian tahapan sudah dilakukan dan para calon telah resmi dari balon menjadi calon, kita rasa tidak ada masalah bila para balon menyampaikan atau mensosialisasikan dirinya melalui alat peraga.
Atas kondisi tersebut, SOMASI kembali mendesak Pemerintah Kota Langsa untuk melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan di DPMG. Menurut mereka, kritik yang sebelumnya disampaikan kini semakin menemukan alasan.
“Dorongan kami agar dilakukan pergantian terhadap Penjabat Kepala DPMG semakin terjawab. Kami menilai diperlukan pejabat yang benar-benar memahami regulasi, mekanisme, dan tahapan Pilchiksung. Jika seluruh tahapan dipaksakan berjalan dengan jadwal yang tidak realistis, maka dikhawatirkan proses demokrasi di tingkat gampong tidak akan berlangsung secara maksimal,” pungkasnya.
Di mana sebelumnya Pj kadis DPMG sudah membuat kegaduhan atas surat yang dikeluarkan untuk aturan calon geuchik yang mengangkanggi peraturan walikota Langsa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DPMG Kota Langsa belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang disampaikan SOMASI.














