BPN Bali Gunakan Film Tanah Sengketa untuk Edukasi dan Cegah Praktik Mafia Tanah

- Editor

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BADUNG |Tribuneindonesia.com Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali memanfaatkan film layar lebar *Tanah Sengketa* sebagai media edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga hak atas tanah, mencegah sengketa, serta meningkatkan kesadaran terhadap potensi praktik mafia tanah.

Kegiatan nonton bareng (nobar) film tersebut digelar di Cinepolis Sidewalk Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Kamis, 25/6/2026 yang dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali, Eko Priyanggodo, A.Ptnh., M.H., QCRO, didampingi Kepala Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa Kanwil BPN Provinsi Bali, Hardiansyah, S.H., M.H. Kegiatan itu diikuti jajaran pegawai BPN sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi pertanahan melalui pendekatan dunia perfilman.

Film *Tanah Sengketa* mulai tayang serentak di bioskop Indonesia sejak 25 Juni 2026. Disutradarai Muda Saleh dan dibintangi Dara The Virgin serta Mita The Virgin, film bergenre horor-misteri tersebut mengangkat kisah Yuni, seorang mahasiswi idealis yang berjuang membangun taman belajar gratis di Kampung Degong. Perjuangannya diwarnai konflik sengketa lahan, penolakan warga, misteri masa lalu, hingga berbagai peristiwa supranatural yang berkaitan dengan tanah yang diperebutkan.

Kakanwil BPN Bali Eko Priyanggodo mengatakan, edukasi melalui media film diharapkan mampu menjangkau masyarakat lebih luas karena persoalan pertanahan disampaikan melalui cerita yang mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai pentingnya tertib administrasi pertanahan, menjaga aset tanah, serta menyelesaikan persoalan melalui mekanisme yang berlaku menjadi kunci dalam mencegah munculnya sengketa maupun konflik pertanahan di kemudian hari.

Selain menggelar edukasi melalui perfilman, BPN Bali mengungkapkan bahwa kasus sengketa tanah di Pulau Dewata masih relatif kecil, yakni sekitar lima persen dari keseluruhan pelayanan pertanahan yang ditangani.

Baca Juga:  Bupati Deli Serdang: FKDM Harus Bekerja Sebelum Masalah Terjadi

Eko menjelaskan persoalan pertanahan terbagi dalam tiga kategori, yakni sengketa, konflik, dan perkara. Sengketa umumnya terjadi antara individu dengan individu, individu dengan badan hukum, maupun individu dengan pemerintah. Konflik melibatkan masyarakat dalam jumlah lebih besar dan berdampak luas, sedangkan perkara merupakan kasus yang telah masuk ke proses peradilan.

Ia menegaskan setiap Kantor Pertanahan di Bali hampir selalu menangani sengketa tanah. Namun sebelum menempuh jalur hukum, BPN mengedepankan penyelesaian melalui mediasi. Apabila mediasi tidak mencapai kesepakatan karena masing-masing pihak tetap mempertahankan pendiriannya, penyelesaian dilakukan melalui pengadilan.

“Untuk Provinsi Bali, kalau dipersentasekan, kasus sengketa sekitar lima persen,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, BPN Bali juga mengingatkan masyarakat agar selalu beritikad baik dalam setiap transaksi jual beli tanah. Pembeli yang mengetahui objek tanah sedang bersengketa namun tetap melakukan transaksi dinilai tidak memenuhi prinsip itikad baik, sedangkan pembeli yang beritikad baik berhak memperoleh perlindungan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk menguasai dan menjaga aset tanah agar tidak terbengkalai. Lahan yang ditelantarkan dinilai berpotensi memicu persoalan hukum sekaligus membuka peluang munculnya praktik mafia tanah.

Melalui pendekatan edukasi berbasis perfilman, Kanwil BPN Provinsi Bali berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepastian hukum, perlindungan hak atas tanah, dan pencegahan sengketa dapat semakin meningkat sehingga potensi konflik pertanahan di Bali dapat terus ditekan.(red)

Berita Terkait

Dua Nama Jadi Sasaran Polemik Medsos, Rico dan dr. Laura Tegaskan Bantahan
Mewakili Wali Kota Bitung di HUT ke-598 Minahasa, Kadis Kominfo Altin Tumengkol Pererat Sinergi Budaya
Sambut Dirjen Bina Pemdes Kemendagri, Wali Kota Bitung Harap Kelurahan Girian Weru Dua Raih Prestasi Tertinggi
RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut
Dinas Sosial Langsa Turun Langsung, Berikan Perhatian dan Bantuan kepada Ibu Nur Asiah
Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat
Sembilan Keluarga di Tanjung Morawa Terima Rumah Layak Huni, Bupati Serahkan Kunci
Tutup Latsar CPNS 2026, Hengky Honandar Tegaskan ASN Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:07

Dua Nama Jadi Sasaran Polemik Medsos, Rico dan dr. Laura Tegaskan Bantahan

Kamis, 5 November 2026 - 07:52

GRPK Apresiasi Paminal Polresta Deli Serdang, Mantan Camat Batang Kuis Segera Dipanggil

Kamis, 5 November 2026 - 05:34

ALHAMDULILLAH, IKHTIAR KESEMBUHAN SITI MUNAWAROH BERLANJUT, DARI DESA LUMAHAN MENUJU RSUD KH. DAUD ARIF KUALA TUNGKAL

Rabu, 4 November 2026 - 17:36

PKB Langsa Bidik “Pecah Telur” di DPRK, Perempuan Bangsa Perkuat Barisan

Rabu, 4 November 2026 - 13:40

KETUA TP-PKK TANJAB BARAT DORONG INOVASI DAN PENGUATAN 10 PROGRAM POKOK PKK, SIAPKAN LANGKAH STRATEGIS MENUJU 2027

Rabu, 4 November 2026 - 13:00

RESES MASA SIDANG I 2026–2027, JAMAL DARMAWAN SIE SERAP ASPIRASI WARGA TUNGKAL I, SINERGI LEGISLATIF DAN PEMERINTAH JADI SOROTAN

Rabu, 4 November 2026 - 11:01

Indra BN didaulat Pimpin SMSI Kabupaten Simeulue Periode 2026 – 2029.

Rabu, 4 November 2026 - 02:35

Diduga Catut Nama Anak Sebagai Anak Didik TK Swasta Telege Cerek di Aceh Tengah Disorot

Berita Terbaru