Dugaan Korupsi Mengemuka, Tersangka Tak Kunjung Ada: Ketua LKGSAI Saidul Angkat Bicara

- Editor

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRIMBUNEINDONESIA | KUTA CANE – Maraknya pemberitaan terkait dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Aceh Tenggara, baik di lingkungan pemerintah daerah maupun pemerintahan desa, kembali menjadi sorotan publik. Berbagai informasi mengenai dugaan penyimpangan anggaran, penyalahgunaan dana desa, hingga pengelolaan keuangan yang dinilai tidak transparan telah berulang kali mencuat ke permukaan. Namun hingga kini, masyarakat belum melihat adanya perkembangan hukum yang signifikan berupa penetapan tersangka dalam sejumlah kasus yang ramai diperbincangkan.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI), Saidul, menyampaikan kritik keras terhadap lambannya penanganan berbagai dugaan kasus korupsi yang menjadi perhatian masyarakat.

Menurutnya, penegakan hukum tidak boleh berhenti pada sebatas klarifikasi, pemeriksaan, atau pemberitaan semata. Jika memang terdapat bukti dan indikasi yang cukup, maka aparat penegak hukum harus menunjukkan keberanian dan profesionalitas dalam menuntaskan perkara hingga ke tahap penetapan tersangka.

“Masyarakat terus membaca dan mendengar berbagai dugaan korupsi yang terjadi, baik di lingkungan dinas maupun pemerintahan desa. Namun yang menjadi pertanyaan publik adalah mengapa hingga saat ini belum banyak kasus yang berujung pada penetapan tersangka. Kondisi ini tentu memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat,” ujar Saidul kepada media.

Saidul menegaskan, dalam negara hukum, setiap dugaan tindak pidana korupsi harus ditangani secara terbuka, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan. Aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan, memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk memberikan kepastian kepada masyarakat terkait perkembangan setiap laporan atau temuan yang sedang diproses.

Ia menilai, lambannya penanganan kasus-kasus yang telah lama menjadi konsumsi publik berpotensi menimbulkan krisis kepercayaan terhadap institusi penegak hukum.

“Ketika masyarakat melihat adanya dugaan penyimpangan yang berulang kali diberitakan tetapi tidak kunjung menghasilkan kepastian hukum, maka wajar jika muncul berbagai spekulasi dan prasangka. Karena itu, transparansi menjadi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik,” katanya.

Baca Juga:  Kepala Sekolah SD Bintang Baru Klarifikasi Isu Uang PIP dan Rumah Dinas

Lebih lanjut, Saidul meminta aparat penegak hukum untuk secara berkala menyampaikan perkembangan penanganan perkara yang sedang berjalan agar masyarakat tidak menilai bahwa ada upaya pembiaran terhadap dugaan praktik korupsi.

Menurutnya, dana publik yang bersumber dari APBK, APBA maupun APBN harus dikelola secara akuntabel karena menyangkut hak masyarakat dan pembangunan daerah.

“Jangan sampai muncul kesan bahwa hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Semua pihak yang diduga melakukan penyimpangan harus diperiksa secara objektif tanpa memandang jabatan ataupun kedudukan. Aceh Tenggara membutuhkan kepastian hukum dan pemerintahan yang bersih,” tegasnya.

LKGSAI juga mendorong lembaga pengawas internal pemerintah, inspektorat, serta aparat penegak hukum untuk memperkuat sinergi dalam mengawasi penggunaan anggaran daerah dan dana desa agar tidak terjadi penyimpangan yang merugikan keuangan negara.

Saidul menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan bertujuan untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk dorongan agar proses penegakan hukum berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

“Kami menghormati asas praduga tak bersalah. Namun masyarakat juga berhak mendapatkan kepastian atas berbagai dugaan yang selama ini menjadi perhatian publik. Jika memang tidak ditemukan unsur pidana, sampaikan secara terbuka. Sebaliknya, jika terdapat bukti yang cukup, proses harus dilanjutkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menantikan langkah konkret dari aparat penegak hukum dalam menuntaskan berbagai dugaan kasus korupsi yang selama ini menjadi perbincangan di Kabupaten Aceh Tenggara, demi menjaga kepercayaan publik terhadap supremasi hukum dan tata kelola pemerintahan yang bersih.***

Berita Terkait

Deli Serdang Percepat Pemulihan Pascabencana, Kemendagri Soroti Efektivitas Pemanfaatan TKD
Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Nama Dirut Darmawan Prasodjo Terseret Pusaran Dugaan Korupsi Batu Bara PLN
DIDUGA KRIMINALISASI AKTIVIS, KEUCHIK, DAN KADISHUB BARA MINTA KOMISI III DPR RI TURUN TANGAN
BREAKING NEWS: Imigrasi Terima Permohonan Pencekalan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto ke Luar Negeri
Macet Parah di Jalur Dua Tembakau Deli, Minim Kehadiran Polisi Dipertanyakan
PEPABRI, LVRI dan PPM Gotong Royong Bersihkan Kantor Pasca Banjir Bandang Aceh Tamiang
Jamdasu XI Perkuat Karakter Pramuka dan Kepemimpinan Generasi Muda
Senyum Penuh Makna! Ade Fadly Pranata Bintang Hadiri Pelantikan Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, Sempat Berbincang Hangat dengan Bahlil Lahadalia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 06:20

PT Jasa Raharja DKI Jakarta Hadiri RSPA di Polres Metro Jakarta Pusat, Komitmen Wujudkan Lalu Lintas Aman

Selasa, 14 Juli 2026 - 02:59

Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen Dukung Pelaksanaan Identifikasi dan Inventarisasi Stasiun JRSP Leica

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:45

laga perdana Piala Soeratin U-17 Regional Aceh 2026 di RTH Cot Gapu

Senin, 13 Juli 2026 - 14:17

​Gandeng Dunia Pendidikan, Polres Bitung Benteng Pelajar dari Kenakalan Remaja Lewat Pembekalan Hukum

Senin, 13 Juli 2026 - 13:09

Lewat Apel Kerja, ASN Bitung Diajak Optimalkan Medsos untuk Gaungkan Program ‘Lapor Pak Wali’

Senin, 13 Juli 2026 - 08:14

​Sinergi Lintas Polair Selamatkan Nelayan Bitung yang Terbawa Arus di Perairan Maluku

Senin, 13 Juli 2026 - 07:40

Ribuan Wali Murid Padati Sekolah di Bireuen, Hari Pertama Masuk Sekolah Berlangsung

Senin, 13 Juli 2026 - 06:48

Babinsa Posramil Kuta Blang Bantu Pembuatan Saluran Air Demi Kelancaran Irigasi Warga.

Berita Terbaru