TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Pesisir Paluh Sibaji memasuki tahap penataan baru. Revitalisasi Perumahan Nelayan Asri di Kecamatan Pantai Labu mulai diarahkan sebagai lokasi relokasi bagi warga yang masih bermukim di bantaran sungai dan garis pantai. langkah itu dibarengi perbaikan rumah, pembangunan jalan lingkungan, serta saluran drainase untuk menunjang kelayakan kawasan.
Peresmian revitalisasi berlangsung pada Rabu, 29 Juli 2026. dr.H.Asri Ludin Tambunan menyebut kawasan tersebut diproyeksikan menjadi permukiman bagi nelayan yang selama ini tinggal di lokasi rawan abrasi dan banjir.hunian disiapkan tanpa biaya bagi penerima yang memenuhi ketentuan relokasi.
Perumahan Nelayan Asri dibangun pada 2007 dan memiliki 60 unit rumah yang telah dihuni warga nelayan. Program revitalisasi mencakup rehabilitasi 10 unit rumah, pembangunan jalan lingkungan sepanjang 639,2 meter, serta drainase sepanjang 387,1 meter.
lahan yang masih tersedia akan dimanfaatkan untuk pembangunan rumah tambahan secara bertahap. Setelah seluruh unit siap ditempati, bangunan warga di bantaran sungai maupun pesisir direncanakan ditertibkan agar kawasan pantai lebih tertata dan risiko bencana terhadap permukiman dapat dikurangi.
Saat berdialog dengan warga, muncul usulan penyediaan sarana ibadah. Bangunan MCK komunal yang sudah tidak dimanfaatkan diputuskan dibongkar lalu dialih fungsikan menjadi musala.melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan, pembangunan dan rehabilitasi juga menyasar 21 rumah layak huni di sejumlah desa di Kecamatan Pantai Labu. Program itu menjadi bagian dari penataan permukiman pesisir yang berlangsung bertahap.
Kunjungan lapangan tersebut juga menghadirkan berbagai layanan masyarakat, antara lain pemeriksaan kesehatan gratis, pencetakan KTP, layanan pajak, serta penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian berupa traktor roda empat kepada Brigade Pangan Mitra Tani dan UPJA Swadaya.
Bantuan sosial turut disalurkan berupa santunan Baznas yang bersumber dari zakat ASN bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, kartu tanda pengenal untuk bilal mayit dan penggali kubur, kursi roda, serta paket sembako dari Alumni SMANSA Kawan Aci (ASA).
Beragam persoalan ikut mengemuka, mulai dari pemanfaatan lahan pertanian hingga kendala yang dihadapi nelayan ketika berhadapan dengan proses hukum di laut. Masukan itu akan dipelajari oleh perangkat terkait untuk menentukan langkah lanjutan.
Pada akhir kegiatan, tiga bilal mayit dan penggali kubur menerima hadiah perjalanan umrah sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka kepada masyarakat.(Ilham Gondrong)


















