Bireuen/Tribuneindonesia.com
Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen, Ismunandar, S.T.,M.T menghadiri acara Diseminasi Hasil-hasil Penelitian/Kajian dan Penilaian Erosi Tanah Menggunakan Model USLE dan SIG di Kabupaten Bireuen, di Oproom Kantor Pusat Pemerintah Kabupaten Bireuen, Kamis (17/9/2026).
Turut hadir pada acara tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Plt. Kepala Bappeda Kabupaten Bireuen, sejumlah akademisi dan peneliti dari Universitas Malikussaleh, Politeknik Negeri Lhokseumawe, dan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia, Universitas Almuslim, Para Pimpinan Instansi Vertikal, Perbankan dan BUMN/BUMD, dan LSM.
Plt. Bappeda Kabupaten Bireuen, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan riset ini dilakukan dengan 4 kajian, yaitu Sektor lingkungan dan konservasi lahan, Riset sektor penguatan ekonomi desa dan sumber daya manusia, Sektor infrastruktur dan energi berkelanjutan serta Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dalam sambutan yang sampaikan oleh Sekretaris Daerah, Bupati mengatakan, setiap kebijakan dan program pembangunan harus berlandaskan evidence-based policy, sehingga keputusan yang diambil tidak hanya berdasarkan asumsi atau kebiasaan, tetapi didukung oleh data dan hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Diseminasi hasil penelitian ini menjadi jembatan antara dunia akademik dan dunia kebijakan, serta antara riset dan implementasi nyata di lapangan,” ujar Bupati.
Dalam kegiatan tersebut dipaparkan sejumlah hasil kajian strategis, di antaranya kajian Universitas Almuslim tentang Peran Pendidikan dalam Pembangunan Sektor Pariwisata dan Sumber Belajar Berbasis Kearifan Lokal, serta kajian Penilaian Erosi Tanah Menggunakan Model USLE dan SIG di Kabupaten Bireuen.
Menurut Bupati, kajian erosi tanah memberikan basis ilmiah dan spasial yang penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan tata ruang, sektor pertanian, mitigasi bencana, hingga pengalokasian anggaran pembangunan.
Selain itu, dipaparkan kajian UNIKI mengenai Kesiapan Sumber Daya Manusia Desa dalam Mengimplementasikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kajian ini dinilai penting karena kesiapan SDM menjadi salah satu faktor kunci dalam keberhasilan penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
Kajian lainnya merupakan hasil kerja sama Pemkab Bireuen dengan Politeknik Negeri Lhokseumawe mengenai Potensi dan Efisiensi Penggunaan Energi Baru Terbarukan untuk Pemenuhan Kebutuhan Energi Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen. Kajian tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transisi energi bersih sekaligus meningkatkan efisiensi anggaran operasional.
Bupati menegaskan, hasil penelitian dan kajian tersebut tidak boleh berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi harus ditindaklanjuti dan menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan serta program kerja perangkat daerah.
“Saya berharap Bappeda dapat menindaklanjuti hasil-hasil kajian ini dan mengintegrasikannya ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Bireuen menegaskan komitmennya untuk menjadikan hasil penelitian dan kajian ilmiah sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah.





















