TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Bangunan itu telah lama kehilangan denyutnya. Pintu-pintu tertutup, aktivitas menghilang, lalu hanya menyisakan kenangan tentang ramainya perdagangan pada masanya. Kini, bangunan eks Delimas kembali masuk percakapan. Bukan lantaran masa lalu, melainkan rencana masa depan yang mulai dipetakan.
Asri Ludin Tambunan menerima dua rombongan audiensi di Kantor Kepala Daerah pada,Selasa, 28 Juli 2026. Pembicaraan bergerak ke dua arah berbeda. Satu membahas pemanfaatan aset yang lama tak produktif. lainnya mengupas cara mengembalikan kesuburan lahan pertanian melalui pendekatan ilmiah.
Eks Delimas muncul bersama gagasan baru. bangunan empat lantai dirancang menampung pusat perbelanjaan, kawasan fesyen dan gaya hidup, pusat kuliner, area keluarga, layanan kesehatan, sentra UMKM, hingga kawasan hiburan. rancangan itu masih berada pada tahap penjajakan bersama calon investor. belum ada keputusan akhir, tetapi arah pengembangannya mulai terlihat.
Perhatian tak berhenti pada gedung tua. Kolam renang milik daerah pun ikut masuk pembahasan. Fasilitas olahraga itu diharapkan diperbaiki agar memenuhi standar pertandingan sehingga pembinaan atlet berlangsung lebih baik.
Pada agenda berikutnya, hadir Anggota DPR RI Komisi X Sofyan Tan, Direktur Riset dan Pengembangan PT Terra Agro Persada Nico Wanandy, beserta jajaran Universitas Satya Terra Bhinneka. Fokus pembicaraan bergeser ke sawah dan kebun, tepatnya upaya memperbaiki kualitas tanah melalui teknologi biologi dan pupuk organik.
Gagasan yang muncul cukup terukur. Lahan seluas 10 hingga 20 hektare dengan produktivitas rendah akan dipilih menjadi lokasi percontohan. tanah yang mengalami penurunan kualitas ataupun memiliki rendemen kurang baik menjadi prioritas. Padi, cabai, dan bawang dipilih menjadi komoditas awal, didampingi tim akademisi agar setiap tahapan bertumpu pada kajian ilmiah.
“Asri Ludin Tambunan” menilai inovasi pertanian mesti memberi hasil yang dapat dirasakan petani. Pendekatan berbasis riset dipandang mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat.
Dua pembahasan itu berangkat dari titik berbeda. Satu menghidupkan kembali aset yang lama kehilangan fungsi. Satu lagi berusaha mengembalikan daya dukung tanah yang terus menurun. Muaranya sama,menghadirkan nilai baru melalui investasi dan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.(Ilham Gondrong)



















