TribuneIndone.com I Deli Serdang-Masa depan sebuah bangsa kerap dimulai dari ruang paling kecil keluarga. Dari tempat itulah seorang anak mengenal kasih sayang, belajar membedakan benar dan salah, hingga menemukan keberanian untuk tumbuh. Pesan itu mengemuka saat Jelita Asri Ludin Tambunan bertemu ratusan anak usia dini, guru, dan orang tua pada peringatan Hari Anak Nasional yang dirangkai dengan perlombaan antar-TK dan RA di Balairung, Selasa, 28 Juli 2026.
Bagi Jelita, perlindungan terhadap anak bukan berhenti pada ungkapan kasih sayang. Anak membutuhkan pengasuhan yang utuh, lingkungan yang aman, kesempatan belajar, ruang berekspresi, gizi yang cukup, serta layanan kesehatan yang layak. Seluruh kebutuhan itu, menurutnya, saling berkaitan dan menjadi fondasi bagi tumbuh kembang anak.
berikan anak-anak kasih sayang yang utuh dan bangun ketahanan keluarga yang baik agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat merusak masa depannya,” ujar Jelita.
Perhatian lain diarahkan pada ancaman kekerasan terhadap anak. Kekerasan fisik, psikis, maupun seksual dinilai meninggalkan luka yang tak selalu terlihat. dampaknya dapat bertahan lama, memengaruhi cara anak memandang diri sendiri hingga menentukan jalan hidupnya kelak.
Karena itu, orang tua, guru, serta masyarakat diajak lebih peka mengenali tanda-tanda kekerasan dan memperkuat pendidikan mengenai perlindungan anak. upaya tersebut dinilai jauh lebih berarti dibanding menunggu persoalan membesar.
kita harus bersama-sama melindungi anak-anak dari tindakan yang dapat merusak mental, fisik, dan masa depan mereka. tanamkan nilai keimanan, karakter, dan ilmu pengetahuan agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang kuat,” katanya.
Jelita juga menaruh perhatian pada pembentukan karakter sejak usia dini. Pendidikan, kebiasaan baik, dan berbagai kegiatan positif diyakini mampu membentuk pribadi yang sehat, cerdas, berakhlak, serta memiliki daya juang menghadapi tantangan masa depan.
Perhatian serupa ditujukan kepada anak-anak penyandang disabilitas. Seluruh pengurus PP PAUD di tiap kecamatan diminta memastikan mereka memperoleh pendampingan, perhatian, serta kesempatan berkembang tanpa perbedaan perlakuan.
ajang perlombaan yang digelar pada hari itu dipandang bukan hanya unjuk kemampuan saja namun melainkan kesempatan bagi anak mengenal rasa percaya diri, belajar menghargai proses, dan menerima hasil dengan lapang. Orang tua maupun guru pun diingatkan agar menanamkan nilai sportivitas sejak dini, sebab kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian dari perjalanan belajar.
harapannya sederhana, tetapi memiliki arti besar.setiap anak tumbuh sehat, cerdas, berkarakter, memiliki kesempatan mengembangkan potensi, lalu melangkah menuju masa depan dengan bekal yang cukup untuk mewujudkan cita-citanya.(Ilham Gondrong)



















