​Konsumen Keluhkan Kualitas Aqua Segel di Bitung, Diduga Berbau dan Berjentik Nyamuk

- Editor

Senin, 29 Juni 2026 - 07:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung | Tribuneindonesia.com – Kenyamanan warga Kota Bitung dalam mengonsumsi air minum kemasan terusik, Senin (29/06/26).

Produk air mineral Aqua galon bermerek dan bersegel yang beredar di wilayah Kadoodan, Kecamatan Madidir, dinilai bermasalah oleh konsumen lantaran kualitas airnya yang dianggap tidak layak konsumsi.

​Kasus ini mencuat setelah Abdul Gafur Bawoel, seorang warga Si Tou, Kelurahan Pateten Satu, Kecamatan Aertembaga, membeberkan pengalaman buruk yang dialaminya. Gafur merasa sangat dirugikan atas kualitas komoditas yang ia beli dari warung di sekitar kediamannya tersebut.

​Bukan sekadar konsumen biasa, Gafur yang juga menjabat sebagai Penasihat LSM Pro Jurnalismedia Siber Kota Bitung sekaligus jurnalis resmi dari Media Siber 1Kabar.com, langsung bereaksi keras begitu mendapati kondisi fisik air mineral yang dibelinya sangat mencurigakan.

​Menurut penuturan Gafur, kejanggalan tersebut baru disadari saat pihak keluarga telah mengonsumsi sebagian dari isi galon. Di tengah penggunaan, mereka dikejutkan dengan aroma menyengat serta adanya benda asing yang bergerak di dalam air.

​”Kami terbiasa mengonsumsi air Aqua segel ini. Namun, saat isinya baru terpakai sekitar setengah galon, kami mendapati air tersebut sudah berbau menyengat dan terlihat jelas ada jentik-jentik nyamuk di dalamnya,”

ungkap Gafur dengan nada kecewa.

Kekhawatiran Gafur kian memuncak karena satu galon Aqua lainnya yang dibeli secara bersamaan ternyata sudah habis dikonsumsi terlebih dahulu oleh sang anak, sebelum mereka menyadari adanya kejanggalan pada galon kedua.

​Anak perempuan Gafur sempat mengeluhkan rasa dan aroma air tersebut sejak awal, namun tidak menaruh curiga yang berlebih hingga akhirnya menghabiskan seluruh isi galon.

“Putri saya sempat bertanya mengapa airnya berbau aneh, dan ternyata galon yang satunya lagi justru lebih parah,”

tambahnya.

​Merespons temuan yang mengancam kesehatan keluarganya, Gafur langsung membawa galon bermasalah tersebut kembali ke warung tempat ia membeli. Langkah ini diambil sebagai bentuk komplain langsung atas barang yang didistribusikan ke warung itu.

Baca Juga:  Arief Martha Rahadyan Dukung Percepatan Revitalisasi Sekolah: Investasi Pendidikan untuk Masa Depan Indonesia

​Pihak pemilik warung sendiri mengaku sangat terkejut saat melihat langsung kondisi air bersegel yang dibawa kembali oleh pelanggannya.

Mendapati situasi tersebut, Gafur meminta pemilik warung segera menghubunginya begitu armada distributor resmi datang menyuplai barang.

​Keesokan harinya, pertemuan antara konsumen dan pihak penyalur pun terjadi di warung tersebut saat kendaraan operasional milik Ko’ Beng selaku agen penyuplai wilayah Kadoodan tiba di lokasi untuk menyalurkan stok baru.

​Meski demikian, pengemudi mobil pik-up pengangkut Aqua tersebut enggan mengambil keputusan di lapangan. Awak angkutan itu menyarankan agar Gafur langsung melayangkan klaim resmi ke gudang utama dan menemui pemilik agen, yakni Ko’ Beng.

​Saat dikonfirmasi oleh awak media di tempat terpisah, Ko’ Beng menampik jika persoalan tersebut bersumber dari gudang miliknya.

Ia justru melemparkan tanggung jawab tersebut kepada pihak perusahaan pengemasan, yakni PT Dwi Karya yang beroperasi di wilayah Bosowa, Kairagi, Kota Manado.

​”Kami di sini posisinya murni hanya sebagai penyalur atau agen saja. Ini kemungkinan besar adalah kelalaian dari pihak perusahaan manufaktur, sehingga konfirmasi sebaiknya diarahkan langsung ke manajemen mereka di Manado,”

kilah Ko’ Beng.

​Di sisi lain, keresahan ini mulai menjalar ke warga sekitar kompleks Si Tou yang juga merupakan konsumen aktif air mineral kemasan bersegel.

Mereka menyayangkan lemahnya kontrol kualitas dari pihak-pihak terkait yang terlibat dalam rantai bisnis air minum ini.

​”Tujuan kami membeli produk bersegel adalah untuk mendapatkan jaminan higienitas yang pasti. Kalau kondisinya berbau dan bergentik seperti ini, kami jelas dirugikan secara materi dan kesehatan karena telanjur mengonsumsinya,”

tutur seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan.

​Menyikapi polemik ini, masyarakat luas mendesak Pemerintah Kota Bitung melalui instansi pengawas terkait untuk segera turun tangan.

Investigasi menyeluruh dinilai perlu dilakukan agar insiden serupa tidak meluas dan mengancam keselamatan konsumen di daerah lain. (kiti)

Berita Terkait

HRD Dukung Terobosan Presiden Prabowo Hadirkan Infrastruktur Dasar bagi Masyarakat
HUT ke-81 RI, TKN Kompas Nusantara dan KAMADA LMP Sumut Gelar Hiburan Rakyat
21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh
Peringati 21 Tahun MoU Helsinki, Kecamatan Jangka Gelar Zikir dan Doa Bersama
Arief Martha Rahadyan dan Harapan Generasi Muda: Dukungan Ujang Supriatin untuk Indonesia yang Lebih Produktif
GMNI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget
Camat dan Forum Reje Lut Tawar Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Jagong Jeget
Dikira Embun, Ternyata Debu Selimuti Jalan Lintas Kutacane-Medan ‎
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:50

Jangan Paksa Rakyat Pilihan Kendaraan, Bangunlah Kemandirian dan Pilihan yang Adil

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:47

Bangunlah Transportasi Umum yang Memadai, Bukan Memaksa Rakyat Mengganti Kendaraan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:54

Kelangkaan Semen di Aceh, Pemerintah Jangan Biarkan Masyarakat Berjuang Sendiri

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:25

Saling Sandera di Cipete: Ketika Hukum Jadi Alat Barter

Kamis, 9 Juli 2026 - 01:34

Nekat Tulis Nama Lengkap Terduga Pelaku? Media dan Wartawan Bisa Digugat, Kebebasan Pers Bukan Kebal Hukum

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:33

Kriminalitas Jalanan Ancam Rasa Aman Warga Medan dan Deli Serdang

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:05

Dugaan Korupsi Mengemuka, Tersangka Tak Kunjung Ada: Ketua LKGSAI Saidul Angkat Bicara

Rabu, 3 Juni 2026 - 00:54

Angkat Bicara, Anggota LSM KPK RI Saidul Amran: “Kalau Dugaan Penyimpangan Terus Bermunculan Tapi Tak Ada Respons, Publik Berhak Curiga Ada yang Salah”

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Pidato Negara, Angka, dan Ujian di Daerah

Sabtu, 15 Agu 2026 - 00:49

Pemerintahan dan Berita Daerah

45 Paskibraka dan Amanah Merah Putih

Jumat, 14 Agu 2026 - 16:35