Bitung | Tribuneindonesia.com – Lapangan Apel Kepolisian Resor Bitung tampak riuh oleh suasana tak biasa pada Selasa pagi, 30 Juni 2026.
Puluhan personel berbaris rapi, bersiap menerima ganjaran atas loyalitas yang mereka tunjukkan selama ini. Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Periode 1 Juli 2026 itu bergulir dengan ritme yang khidmat, namun sarat akan kehangatan kekeluargaan.
Bagi institusi Korps Bhayangkara, momentum ini bukan sekadar seremoni musiman berganti atribut. Kenaikan pangkat dinilai sebagai bentuk penghargaan paling realistis atas dedikasi tanpa pamrih para personel di lapangan.
Mereka adalah ujung tombak yang saban hari bertaruh peluh demi menjalankan fungsi proteksi dan pelayanan publik.
Di mimbar utama, Kepala Polres Bitung Ajun Komisaris Besar Polisi Albert Zai berdiri tegak sebagai Inspektur Upacara.
Kendali taktis jalannya upacara diserahkan kepada Inspektur Satu Novy Pamula selaku Komandan Upacara, sementara Ajun Komisaris Polisi Shirley B.D. Mangelep bertindak sebagai Perwira Upacara.
Gerbong pejabat Polres Bitung pun tampak komplet di lokasi. Terlihat Wakil Kapolres Kompol J.H. Daniel Korompis bersanding bersama barisan pejabat utama dan para Kapolsek jajaran. Kehadiran mereka menegaskan soliditas internal yang tengah dipupuk kuat di tubuh Polres Bitung.
Warna merah muda seragam Bhayangkari ikut memberi nuansa berbeda di tepi lapangan.
Ketua Bhayangkari Cabang Bitung Ny. Detta Albert Zai dan Wakil Ketua Ny. Sjeanet Korompis hadir langsung, memimpin para pengurus untuk memberikan sokongan moral bagi para suami yang tengah meniti tangga karier.
Bukan jumlah yang sedikit, ada 24 personel Polres Bitung yang mendapat restu kenaikan pangkat kali ini.
Langkah progresif karier puluhan polisi tersebut dilegalkan secara resmi melalui surat keputusan yang diteken oleh Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara.
Menelisik rincian datanya, pergeseran tongkat kepangkatan didominasi oleh korps bintara tinggi. Sebanyak 10 personel tercatat berhasil menembus pangkat Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) setelah sebelumnya menyandang pangkat Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda).
Selanjutnya, struktur eselon di bawahnya mencatat 5 personel yang naik kelas dari Brigadir Polisi Kepala (Bripka) menjadi Aipda.
Melengkapi daftar tersebut, ada 9 personel junior yang berhak mengganti tanda pangkat mereka dari Brigadir Polisi Dua (Bripda) menjadi Brigadir Polisi Satu (Briptu).
Saat memberikan wejangan, AKBP Albert Zai tidak ingin anggotanya jemawa.
Ia menggarisbawahi dengan tebal bahwa pangkat baru berbanding lurus dengan beban moral yang kian berlipat.
Profesionalisme performa di lapangan kini menjadi taruhan yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

”Kenaikan pangkat adalah bentuk kepercayaan institusi. Jadikan pangkat yang baru sebagai motivasi untuk terus meningkatkan loyalitas, disiplin, integritas, dan profesionalisme,”
ujar Albert, mengingatkan bawahannya agar tak terlena dengan kenyamanan seragam baru.
Perwira menengah itu juga menyelipkan diktat penting mengenai konsep Polri Presisi.
Albert menuntut adanya reformasi kultural yang riil, mulai dari perubahan pola pikir hingga tindakan yang lebih humanis serta transparan ketika berhadapan dengan sengkarut masalah di masyarakat.
Begitu peluit akhir upacara ditiup, ketegangan formalitas itu cair seketika. Tradisi ikonik penyiraman air kembang beraroma wangi menjadi menu penutup.
Kapolres dan sang istri menyiramkan air tersebut ke kepala para personel, disaksikan para istri anggota yang tersenyum semringah, sebuah simbol bahwa di balik pangkat yang kokoh, ada doa keluarga yang tak pernah putus. (talia)















