Janji Manis Tanpa Bukti — Kesejahteraan Guru yang Selalu Ditunda

- Editor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI/Tribuneindonesia.com

Negeri ini sungguh ironis. Anggaran demi anggaran dikeluarkan begitu besar atas nama program, atas nama kemajuan, atas nama rakyat. Namun ketika tiba waktunya memutuskan kesejahteraan bagi pendidik — gaji yang layak, kehidupan yang terjamin bagi guru — keputusan itu selalu tertunda, selalu ditangguhkan, selalu menjadi janji yang belum dipenuhi. Dari Sabang sampai Merauke, guru masih menunggu. Bukan tidak ada dana — tetapi dana itu mengalir ke mana-mana, kecuali ke mereka yang membangun akar peradaban bangsa. Sabtu 15 Agustus 2026

Banyak pemimpin berbicara tentang efisiensi, tetapi yang terlihat justru pemborosan anggaran demi program yang tidak jelas ujungnya. Janji-janji manis diucapkan, menyenangkan didengar, tetapi tidak menjadi kenyataan di kehidupan para pendidik. Apakah ini pemimpin yang mencintai peradaban bangsa? Karena peradaban yang maju dimulai dari mereka yang berdiri di depan kelas — bukan dari tumpukan program di atas kertas.

Lihatlah Malaysia. Negara itu tidak lebih luas dari Indonesia, tetapi mereka tahu ke mana arah kemajuan. Anggaran pendidikan selalu menjadi yang terbesar di negara itu, dan guru diberikan kenaikan gaji secara nyata dan teratur. Mereka tidak berjanji terus-menerus, mereka memutuskan dan melaksanakan. Itulah sebabnya peradaban mereka bergerak maju tanpa perlu waktu berpuluh-puluh tahun tertahan di tempat.

Baca Juga:  Lalat di Minuman Antara Hadits, Sains, dan Kesehatan Modern

Lihatlah China — negeri yang luasnya jauh melampaui Indonesia, dengan penduduk terbanyak di dunia. Namun mereka tidak membiarkan guru berjuang sendirian. Mereka membangun kesejahteraan pendidik sebagai fondasi negara. Di sana, memuliakan guru bukan seremonial kata-kata — itu kebijakan yang diputuskan dan dijalankan. Itulah sebabnya dalam waktu yang tidak terlalu lama, mereka mampu membangun peradaban yang dunia kagumi hari ini.

Sementara itu di negeri ini, program demi program berganti nama, anggaran demi anggaran dicatat besar di atas kertas — tetapi guru masih berdiri menunggu. Sebagaimana dikatakan pengamat sosial Rocky Gerung: “Kebijakan yang hanya menyenangkan telinga rakyat tanpa menyentuh kesejahteraan mereka, hanyalah pencitraan yang membiarkan bangsa ini berjalan di tempat.”

Maka jangan berharap negeri ini, bangsa dan negara ini akan maju dari Sabang sampai Merauke — selama janji-janji itu hanya kata-kata yang tidak pernah ditepati. Selama guru masih menunggu, selama kesejahteraan pendidik masih ditunda, maka semua rencana besar hanyalah cerita kosong yang akan tercatat dalam sejarah sebagai janji yang diucapkan berulang kali, tetapi tidak pernah menjadi kenyataan.

Berita Terkait

Maju ke Listrik, Tetapi Jangan Hilangkan Minyak Sebelum Siap
Transisi Energi: Yang Listrik Silakan, Yang Minyak Tetap Berjalan
Jangan Paksa Rakyat Pilihan Kendaraan, Bangunlah Kemandirian dan Pilihan yang Adil
Bangunlah Transportasi Umum yang Memadai, Bukan Memaksa Rakyat Mengganti Kendaraan
Kelangkaan Semen di Aceh, Pemerintah Jangan Biarkan Masyarakat Berjuang Sendiri
Saling Sandera di Cipete: Ketika Hukum Jadi Alat Barter
Nekat Tulis Nama Lengkap Terduga Pelaku? Media dan Wartawan Bisa Digugat, Kebebasan Pers Bukan Kebal Hukum
Kriminalitas Jalanan Ancam Rasa Aman Warga Medan dan Deli Serdang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:34

Resmi Disumpah sebagai Advokat, Dedi Kurniawan Memulai Perjalanan Membela Keadilan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 03:07

Korban Penganiayaan Tak Punya Biaya Visum, Harapan Keadilan Syahril Seakan Terhenti

Kamis, 13 Agustus 2026 - 02:10

RDPU Komisi III DPR RI Bongkar Sejumlah Kejanggalan Kematian Winda Lorenza Gowasa

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:58

KELUARGA 8 TERDAKWA KASUS DUGAAN PEMALSUAN STNK DAN MOTOR BODONG DI SIMEULUE DESAK PENEGAKAN ASAS PERSAMAAN HUKUM*

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:41

Misteri Kematian Winda Lorenza Gowasa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:22

Tanggal yang Tak Beres di Putusan Pengadilan Negri Lubuk Pakam

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:56

Gencarkan Budaya Antikorupsi, Kejari Bitung Sambangi Kampus STBM Dua Sudara

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:59

​Bentuk Agen Perubahan, Kejari Bitung Isi Pembekalan Revolusi Mental bagi Capaska

Berita Terbaru

Feature dan Opini

Maju ke Listrik, Tetapi Jangan Hilangkan Minyak Sebelum Siap

Sabtu, 15 Agu 2026 - 01:51

Feature dan Opini

Janji Manis Tanpa Bukti — Kesejahteraan Guru yang Selalu Ditunda

Sabtu, 15 Agu 2026 - 01:49

Pemerintahan dan Berita Daerah

Pidato Negara, Angka, dan Ujian di Daerah

Sabtu, 15 Agu 2026 - 00:49