Bangunlah Transportasi Umum yang Memadai, Bukan Memaksa Rakyat Mengganti Kendaraan

- Editor

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi/Tribuneindonesia.com

Alih-alih sibuk memaksa rakyat beralih ke kendaraan listrik, seharusnya pemerintah lebih dulu membangun infrastruktur transportasi massal yang layak, nyaman, dan menjangkau seluruh pelosok negeri. Seperti yang terlihat di Belanda, di Singapura, maupun di Amerika Serikat — transportasi publik terakomodasi dengan rapi, membawa warga langsung ke titik-titik sentral. Rakyat pun dengan senang hati memilih menggunakan transportasi umum karena memang nyaman, tepat waktu, dan menjangkau ke mana saja. Jumat
14 Agustus 2026

Bukan di Jakarta saja, bukan di Pulau Jawa semata. Harus sampai ke ujung-ujung pulau, ke seluruh Nusantara. Jika transportasi umum sudah memadai, rakyat akan dengan sendirinya beralih. Beban pasokan bahan bakar pun berkurang, jumlah kendaraan pribadi menurun, termasuk mobil-mobil dinas pejabat yang begitu banyak dan mewah. Pilihan tetap berada di tangan rakyat — bukan dipaksakan dari atas.

Baca Juga:  Ismail Sarlata " Mari Terus Berkarya, Pers Indonesia Yang Merdeka Turut Mewujudkan Nusantara Baru, Indonesia Maju."

Pengamat publik Rocky Gerung menegaskan: “Pemerintah seharusnya membangun kemudahan transportasi, bukan memaksa rakyat menyesuaikan diri dengan kebijakan yang belum siap.” Jika rakyat masih terpaksa menggunakan kendaraan pribadi karena transportasi umum buruk, maka memaksa mereka beralih ke kendaraan listrik tanpa prasarana yang siap hanyalah beban tambahan bagi rakyat. “Bangun dulu jalannya, bangun dulu aksesnya, baru rakyat memilih,” demikian pandangan beliau.

Membangun transportasi massal yang merata adalah solusi sesungguhnya. Mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar, mengurangi kemacetan, dan mengurangi beban rakyat. Bukan memaksa rakyat membeli kendaraan yang belum bisa diproduksi sendiri di negeri ini. Biarkan rakyat memilih apa yang terbaik bagi dirinya, sementara pemerintah menyediakan prasarana yang memadai. Itulah tugas pemimpin sejati — memudahkan rakyat, bukan mempersulit dan memaksakan kehendak.

Berita Terkait

Jangan Paksa Rakyat Pilihan Kendaraan, Bangunlah Kemandirian dan Pilihan yang Adil
Kelangkaan Semen di Aceh, Pemerintah Jangan Biarkan Masyarakat Berjuang Sendiri
Saling Sandera di Cipete: Ketika Hukum Jadi Alat Barter
Nekat Tulis Nama Lengkap Terduga Pelaku? Media dan Wartawan Bisa Digugat, Kebebasan Pers Bukan Kebal Hukum
Kriminalitas Jalanan Ancam Rasa Aman Warga Medan dan Deli Serdang
Dugaan Korupsi Mengemuka, Tersangka Tak Kunjung Ada: Ketua LKGSAI Saidul Angkat Bicara
Angkat Bicara, Anggota LSM KPK RI Saidul Amran: “Kalau Dugaan Penyimpangan Terus Bermunculan Tapi Tak Ada Respons, Publik Berhak Curiga Ada yang Salah”
Jadup Bukan Sulap: Jangan Politisasi Perjuangan, Beri Kesempatan Jeffry Sentana Bekerja
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:18

Pas Pula, Jalan Keluar bagi Pasien Tanpa Jaminan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:05

Dampingi Gubernur Sulut di Dermaga Satrol, Wali Kota Bitung Hengky Honandar Hadiri Peringatan HUT Kodaeral VIII

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:57

Dapur MBG dan Peta yang Belum Tuntas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:07

Jembatan Merah Putih dan Jejak Proyek Desa

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:06

Pergantian Dandim dan Ujian Jejaring Kekuasaan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:27

Akses Keuangan, Target yang Dikejar

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:14

Perkuat Sinergi Syariah, Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp400 Juta Melalui Baitul Mal Simeulue

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:09

Desa Kute Buluh Juara Evaluasi Desa Cantik Aceh Tenggara, Pengelolaan Data Jadi Fondasi Pembangunan

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Pas Pula, Jalan Keluar bagi Pasien Tanpa Jaminan

Jumat, 14 Agu 2026 - 08:18