Bitung | Tribuneindonesia.com – Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2026 di Kota Bitung resmi dibuka Wali Kota Hengky Honandar, S.E., usai pembukaan, Kegiatan dilanjutkan dengan sesi konferensi pers bersama puluhan awak media, Sabtu (03/10/26).
Kegiatan yang telah berjalan kurang lebihnya satu dekade penyelenggaraan FPSL tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif.
Sesi tanya jawab antara insan pers dan jajaran pimpinan daerah dilaksanakan tepat di depan deretan stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Lokasi panggung utama telah ditata rapi, lengkap dengan susunan meja dan kursi praktis yang disiapkan oleh para pelaku usaha lokal untuk menyambut para pengunjung dan tamu undangan.
Pertanyaan pembuka yang dilontarkan oleh salah satu jurnalis berfokus pada transparansi serta besaran anggaran yang digunakan untuk menyelenggarakan perhelatan akbar tahunan tersebut.
Wali Kota Hengky langsung merespons pertanyaan krusial ini secara lugas dan terbuka di hadapan para awak media.
Hengky Honandar menjelaskan bahwa pembiayaan FPSL tahun ini mengusung pola kolaborasi, yakni mengombinasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan dana non-APBD yang bersumber dari sponsor perusahaan swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Memang sumber anggaran kita berasal dari APBD dan non-APBD, termasuk proposal bantuan dari perusahaan-perusahaan sponsor seperti Bank Indonesia, Pelindo, MSM, serta dukungan dari Le Minerale,”
ujar Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu merasa khawatir mengenai keberlangsungan dan akuntabilitas anggaran agenda nasional ini, meskipun pemerintah daerah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.
“Adanya dukungan penuh dari Bank Indonesia dan para sponsor strategis membuat kita tidak perlu khawatir. Terlebih lagi, jajaran Forkopimda seperti Dansatrol dan Kapolres turut mengawal langsung kolaborasi ini agar berjalan akuntabel,”
tegas Walikota Hengky .
Wali Kota Bitung menambahkan bahwa FPSL merupakan agenda pariwisata berkelas nasional yang telah bertahan selama 10 tahun.
Oleh karena itu, komitmen untuk menyelenggarakannya secara optimal tetap menjadi prioritas utama pemerintah kota demi menjaga harkat dan potensi daerah.
Selanjutnya, jurnalis Kusmayadi mengajukan pertanyaan kedua mengenai target konkret Pemerintah Kota Bitung agar FPSL 2026 dan Bitung Market of Innovation memberikan dampak ekonomi langsung yang nyata bagi para pelaku UMKM setempat.
Menjawab hal tersebut, Orang nomor satu di kota Bitung ini menegaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah menumbuhkan serta memicu kreativitas para pelaku usaha lokal agar tidak hanya menghasilkan produk yang monoton.
”Target kami sangat jelas, yaitu menumbuhkembangkan UMKM Kota Bitung melalui ajang yang mampu memicu kreativitas mereka, sehingga produk yang dihasilkan lebih beragam dan memiliki nilai jual tinggi,”
tutur Hengky Honandar.
Pemerintah Kota Bitung berharap momentum FPSL mampu mendorong laju perputaran roda perekonomian daerah secara signifikan.
Sektor pariwisata dan sektor ekonomi kreatif diharapkan dapat berjalan beriringan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat Bitung.
”Kehadiran event ini kami targetkan dapat menambah perputaran uang di Kota Bitung. Sektor pariwisata harus berjalan semaksimal mungkin dengan berdikari bersama kekuatan UMKM kita,”
tambah Wali Kota Bitung.
Pada sesi akhir konferensi pers, perhatian beralih ke pertanyaan seputar penataan tata ruang lokasi acara. Wartawan menanyakan alasan bidang lapangan utama di depan panggung yang tampak kosong tanpa deretan tenda seperti pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.
Komandan Satuan Patroli (Dansatrol) Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla. CRMP. yang hadir mendampingi Wali Kota, mengambil alih mikrofon untuk memberikan penjelasan secara mendalam dan rinci.
Dansatrol Marvill menyampaikan bahwa kekosongan area depan panggung utama merupakan bagian dari penataan ulang site plan resmi yang dirancang oleh panitia pelaksana.
“Area lapangan utama sengaja dikosongkan karena posisi stan UMKM telah dialihkan ke bagian belakang. Di lapangan utama tersebut nantinya dibangun panggung megah khusus untuk acara penutupan pada tanggal 10 mendatang,”
jelas Letkol Laut (P) Marvell Frits E.D., menutup sesi wawancara. (kiti)













