Bitung | Tribuneindonesia.com – Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Bitung dalam rangka mendengarkan Pidato Presiden Republik Indonesia pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026, Jumat (14/08/26).
Suasana khidmat mewarnai ruang sidang paripurna saat jajaran pimpinan daerah hingga tamu undangan mengikuti setiap poin krusial yang disampaikan oleh Kepala Negara dari Jakarta menjelang Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Bitung, Vivy Jeanet Ganap, S.E., tampak duduk berdampingan dengan Wali Kota Hengky Honandar, S.E., dan Wakil Wali Kota Randito Maringka, S.Sos., di barisan meja pimpinan.
Ketiganya menyimak dengan tekun setiap penyampaian garis besar kebijakan nasional yang dipaparkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Keseriusan acara ini juga terlihat dari hadirnya para pemangku kepentingan daerah, mulai dari Kepala Kejaksaan Negeri Bitung, Erwin Widihantono, S.H., Kapolsek Maesa, AKP Tuegeh Deiby Darus, S.Sos., hingga Ketua KPU Kota Bitung Deslie D. Sumampouw, S.E.,
Seluruh anggota dewan beserta para tamu undangan yang hadir turut menyatukan fokus untuk memahami arah kebijakan pemerintah pusat yang berdampak langsung terhadap kemajuan di tingkat daerah.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menekankan komitmen tegas pemerintah agar tidak ada lagi anak Indonesia yang harus belajar dalam kondisi kelaparan.
Oleh karena itu, pemerintah pusat memastikan akan terus melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi 82,9 juta penerima manfaat, meskipun langkah ini menuai beragam pandangan di masyarakat.

Presiden menegaskan bahwa fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa yang kuat terletak pada kualitas pembangunan sumber daya manusianya.
Selain sektor human capital, Presiden juga memaparkan ketahanan ekonomi nasional yang tetap tumbuh solid di atas lima persen dengan angka inflasi yang terkendali, tingkat pengangguran yang menurun, serta angka kemiskinan yang terus ditekan.
Untuk menjaga stabilitas tersebut, pemerintah memfokuskan tiga pilar utama, yakni percepatan ketahanan pangan dan energi, peningkatan kualitas SDM melalui bantuan pendidikan dan kesejahteraan guru, serta penguatan ekonomi rakyat lewat Koperasi Desa Merah Putih.
Menutup pidatonya, Presiden mengajak seluruh lembaga negara, TNI-Polri, hingga pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dan semangat gotong royong demi mewujudkan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera. (kiti)

















