Dugaan Korupsi Proyek AMI PLN Rp5 Triliun, Relawan Desak KPK dan Kejagung Lakukan Penyelidikan

- Editor

Kamis, 26 Februari 2026 - 07:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Dugaan penyimpangan dalam proyek penggantian kWh meter menjadi Advanced Metering Infrastructure (AMI) di PT PLN (Persero) kembali mencuat. Proyek transformasi digital yang disebut bernilai lebih dari Rp5 triliun itu dipersoalkan sejumlah pihak karena dinilai menyisakan berbagai persoalan tata kelola dan potensi kerugian negara.

Koordinator Nasional Relawan Listrik Untuk Negeri (Re-LUN), Teuku Yudhistira, mengungkapkan bahwa Kontrak Tahap I proyek AMI ditandatangani pada 22 Desember 2022 antara PLN dan PT State Grid Power Indonesia (SGPI). Skema yang digunakan adalah managed service (sewa beli) selama 10 tahun dengan nilai sekitar Rp4,2 triliun untuk 1.217.256 pelanggan.

Dalam skema tersebut, biaya yang dibebankan sekitar Rp25.251 per pelanggan per bulan atau setara Rp409 miliar per tahun. Lingkup pekerjaan meliputi penyediaan smart meter, Data Concentrator Unit (DCU), dan Head End System (HES), dengan target commercial operation date pada 20 Desember 2023.

“Secara konseptual AMI dirancang untuk meningkatkan efisiensi pembacaan meter dan akurasi penagihan. Namun model bisnis berbasis availability/performance fee memunculkan komitmen biaya jangka panjang yang signifikan, sementara risiko kerusakan perangkat tetap berada di PLN,” ujar Yudhistira di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Ia menilai pembagian risiko dalam kontrak tersebut menjadi titik krusial, terutama apabila implementasi tahap awal belum menunjukkan kinerja optimal.

Dugaan Aliran Dana

Yudhistira juga mengklaim pihaknya menemukan indikasi adanya perantara yang menjembatani komunikasi antara entitas afiliasi State Grid Corporation of China (SGCC) dan manajemen PLN dalam proses proyek tersebut.

Menurutnya, terdapat dugaan aliran dana dalam jumlah besar, termasuk dugaan pemberian cashback hingga USD 50 juta kepada oknum petinggi PLN melalui perantara perusahaan vendor.

“Jika benar terjadi, ini harus diperiksa oleh KPK dan Kejaksaan karena masuk ranah tindak pidana korupsi dan pencucian uang,” ujarnya.

Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen PLN maupun pihak SGPI terkait tudingan tersebut. Aparat penegak hukum juga belum mengumumkan adanya penyelidikan resmi atas proyek ini.

Baca Juga:  SAPA Desak Hukuman Mati untuk Oknum TNI Pelaku Pembunuhan di Aceh Utara

Evaluasi Kinerja dan Pembayaran

Yudhistira turut menyoroti dugaan pembayaran kepada vendor pada akhir 2024, saat sebagian perangkat AMI disebut belum berfungsi optimal sesuai parameter kontrak. Ia menyebut pembayaran itu diduga tetap dilakukan atas arahan pimpinan perusahaan, dengan mengacu pada kajian konsultan proyek.

Selain itu, dokumen yang diklaim dihimpun pihaknya juga memuat sejumlah catatan, seperti penggantian meter lama yang masih layak pakai, harga sewa yang disebut di atas benchmark pasar, potensi vendor lock-in, serta kualitas layanan yang belum sepenuhnya optimal.

Ia memperkirakan indikasi kerugian pada Tahap I berada pada kisaran Rp5,5 hingga Rp7,5 triliun. Jika pola yang sama diterapkan dalam rencana ekspansi nasional hingga 40–60 juta pelanggan, potensi eksposur fiskal dinilai dapat meningkat signifikan.

Tanggung Jawab Tata Kelola

Secara normatif, proyek strategis bernilai triliunan rupiah melibatkan sejumlah struktur korporasi, mulai dari Direksi, Komite Investasi, Panitia Pengadaan, hingga Satuan Pengawas Internal (SPI). Dari sisi eksternal, vendor utama juga memiliki kewajiban memenuhi spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak.

Pengamat tata kelola korporasi menilai bahwa pemeriksaan oleh aparat penegak hukum terhadap seluruh pihak yang memiliki kewenangan dalam proses perencanaan hingga implementasi proyek merupakan bagian dari prinsip akuntabilitas, bukan bentuk praduga bersalah.

Transformasi digital di sektor ketenagalistrikan dinilai sebagai kebutuhan strategis nasional. Namun, pelaksanaannya harus disertai tata kelola yang transparan, pembagian risiko yang proporsional, serta pengawasan internal dan eksternal yang efektif agar tidak menimbulkan beban keuangan jangka panjang.

Yudhistira mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung segera mengusut dugaan tersebut secara menyeluruh.

“Kami berharap aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan kasus ini demi menjaga keuangan negara dan kepercayaan publik,” ujarnya.

Sementara itu, publik masih menunggu klarifikasi resmi dari PLN dan perkembangan lebih lanjut dari aparat penegak hukum terkait dugaan yang beredar.

Berita Terkait

Dugaan Penipuan Investasi Villa di Kuta Utara, Investor Australia Laporkan WNA Brazil ke Polres Badung
Kasat Reskrim menegaskan akan segera menetapkan para tersangka kasus dugaan pengeroyokan
Operasi Penuh Risiko, Tim URC Berhasil Ungkap Kasus Pengancaman Bersenjata di Sultan Daulat
Judi Togel Aseng Kayu Menggurita di 11 Desa, Polisi Didesak Bertindak Tegas
Polda Aceh Ajak Masyarakat Ramaikan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026, Hadiah dan Doorprize Ratusan Juta Menanti
Penganiayaan Gegerkan Pekan Lawe Desky, Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku
Diduga Ada Permainan dalam Eksekusi Tanah di Aceh Tengah, Samsurudin Soroti Putusan Pengadilan Negeri Takengon
A Shared Trust for Beloved Simeulue” Tanggung jawab yang diemban bersama untuk Simeulue yang kita cintai”
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:39

​AKBP Albert Zai Turun Lapangan, Semarak Kapolres Cup Bitung Makin Sengit

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:41

Kilas Balik Sejarah: Mengapa 1 Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Islam?

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:07

Tampil Produktif, Penyerang RR FC Daniel Hendatu Raih Top Scorer Youth Kampis Cup 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 03:39

​Lewat Ucapan Selamat 1 Muharram, Pemkot Bitung Gaungkan Jargon “Hijrah untuk Berbenah”

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:23

​Hujan Lebat Picu Bencana di Sejumlah Kelurahan, Plt Kalakas BPBD Bitung Turun Lapangan

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:54

​Borong Penghargaan di HKG ke-54 Sulut, TP-PKK Kota Bitung Ukir Prestasi Gemilang

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:29

Khidmat dan Syahdu, Ratusan Jemaah Masjid Al Muttaqien Bitung Sambut Tahun Baru 1 Muharram 1448 H

Senin, 15 Juni 2026 - 13:17

Peringati 1 Muharram 1448 H,Wabup Bireuen Ajak Masyarakat Jadikan Hijrah Momentum Muhasabah Diri

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Deli Serdang Sukses Dukung Pembukaan MTQ Sumut 2026 di Astaka Pancing

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:28