Keadilan yang Tak Kunjung Tiba: Di Balik Seruan Kedaulatan Papua dan Maluku

- Editor

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Bekasi/Tribuneindonesia.com

Sejarah telah mencatat dengan jelas: penyatuan yang didasari ketidakadilan tidak akan pernah menjadi persaudaraan yang kokoh. Hal itulah yang kini terlihat nyata di tanah Papua, Maluku, dan wilayah sekitarnya. Luka yang berakar puluhan tahun lamanya, yang tidak pernah sungguh-sungguh diselesaikan oleh negara, kini perlahan namun pasti meruntuhkan rasa percaya yang tersisa. Senin,3 Agustus 2026

Kita bertanya dengan nurani: mengapa jalan yang dipilih selalu mendekati kekerasan? Mengapa negara enggan membuka ruang dialog yang sejujur-jujurnya tanpa kepentingan kuasa? Mengapa mata negara seolah tertutup rapat melihat penderitaan saudara di ujung nusantara? Apakah harus darah yang tumpah, baru suara didengar? Apakah harus rakyat dipaksa menunduk diam dalam penderitaan agar dianggap aman?

Baca Juga:  Geng Motor Bersenjata Tajam Siap Perang di Kebun Sawit, Polsek Sunggal Sapu Bersih

Negara seharusnya hadir untuk melindungi, bukan mengambil lalu membiarkan. Jika keluhan terus dibungkam, jika tuntutan keadilan terus dianggap pelanggaran, maka jangan heran jika akhirnya keinginan untuk berdiri sendiri semakin kuat dan tak terelakkan. Biarlah ini menjadi catatan sejarah yang terang: bahwa perpecahan yang kelak terjadi bukanlah kehendak rakyat semata, melainkan buah dari kegagalan negara memenuhi amanah keadilan sosial. Jangan sampai nama besar Indonesia hanya tercatat di akhir sejarah sebagai kisah kegagalan yang menyedihkan.

Disclaimer: Isi tulisan ini merupakan pandangan penulis dan tanggung jawab isinya berada pada penulis.

Berita Terkait

Jepang Memberi Makan Gratis Tanpa Keracunan- Mengapa Kita Tidak Bisa? Pemimpin Harus Mencicipi Dulu!
Jangan Menjadi Pemimpin — Gubernur Atau Siapa Pun — Untuk Menciptakan Kebohongan Kepada Rakyat
Korupsi Menggurita — Mengapa Koruptor Diperlakukan Istimewa, Rakyat Yang Disiksa?
Ketika Tanah Leluhur Diambil — Tanda Peradaban yang Akan Hancur
Belajarlah kepada India — Bukan Meniru, Tapi Membangun Peradaban Sendiri
Kerajaan Babilon: Kekuasaan yang Lupa Pencipta
Bangsa Kaya yang Terjatuh karena Melupakan Rakyat
Kesombongan yang Menjatuhkan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:36

Kebakaran Hutan Samate Tak Kunjung Padam, Islawati Sabale Desak BNPB Segera Turun Tangan

Senin, 21 September 2026 - 11:34

Cegah Penyimpangan Pengadaan dan Hibah, PALA serta P3K Aertembaga Ikuti Edukasi Hukum

Senin, 21 September 2026 - 08:52

Sinergi Antardaerah: Bitung dan Tangerang Selatan Berkolaborasi Integrasikan Data Pertanahan

Minggu, 20 September 2026 - 14:57

Lom Lom Suwondo Dorong Pendawa Indonesia Perkuat Pemberdayaan Ekonomi dan Solidaritas Sosial

Minggu, 20 September 2026 - 10:04

Warga Sinabang Kota Padati Masjid An-Nur, Pemdes Sinabang Gelar Maulid 1448 H Bersama Bupati Simeulue

Sabtu, 19 September 2026 - 23:19

Respon Cepat Laporan Warga, Polres Solok Selatan Sikat Dugaan PETI di Sungai Batang Hari

Sabtu, 19 September 2026 - 17:19

Mewakili Walikota Bitung, Camat Aertembaga Resmi Tutup Rangkaian HUT ke-103 Negeri Air Tembaga

Sabtu, 19 September 2026 - 14:44

Peringati HKN ke-62, Dinkes Simeulue Gelar Aksi Bersih Lingkungan dan Kampanye Sanitasi di Pelabuhan Malasin​

Berita Terbaru

Kasi Intelijen Kejari Bitung, Justisi Wagiu, S.H., M.H., Saat menjadi Narasumber Utama di kegiatan penerangan dan sosialisasi hukum Aertembaga. (Dok. Istimewa)

Pemerintahan dan Berita Daerah

Cegah Penyimpangan Pengadaan dan Hibah, PALA serta P3K Aertembaga Ikuti Edukasi Hukum

Senin, 21 Sep 2026 - 11:34