RAJA AMPAT – TribuneIndonesia.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan terjadi di Kampung Samate, Distrik Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Api disebut telah berlangsung kurang lebih dua minggu dan hingga kini masih menyisakan titik-titik asap yang berpotensi kembali membesar.
Informasi tersebut disampaikan warga yang juga merupakan anggota DPRK Raja Ampat, Islawati Sabale. Ia mengatakan, kobaran api diduga bermula dari bekas kayu yang sebelumnya terbakar, kemudian menjalar dan meluas ke kawasan hutan serta lahan perkebunan masyarakat.
Menurut Islawati, kondisi tersebut telah dilaporkan kepada pihak terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk mendapatkan perhatian dan bantuan penanganan.
“Api ini sudah jalan kurang lebih dua minggu. Saya terus update ke bencana alam, meminta perhatian mereka untuk dapat membantu memadamkan api,” ujar Islawati.
Ia menjelaskan, upaya pemadaman sebelumnya telah dilakukan oleh masyarakat setempat dengan menggunakan peralatan dan bahan yang tersedia di kampung.
Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil menghentikan kebakaran. Sejumlah titik asap masih ditemukan sehingga ketika angin bertiup kencang pada siang hari, bara kembali menyala dan memicu kobaran baru.
“Pemadaman sudah dilakukan masyarakat, tetapi belum mampu memadamkan api secara utuh. Masih ada titik asap. Ketika siang hari angin kencang, titik asap itu kembali menyala,” jelasnya.
Islawati juga menyebutkan, kobaran api kembali terlihat pada Senin sore sekitar pukul 18.00 WIT.
Kondisi tersebut menjadi kekhawatiran karena api disebut telah merambah hingga sekitar 100 meter dan membakar lahan kebun masyarakat.
Warga pun terus berupaya melakukan pemadaman secara mandiri dengan peralatan seadanya untuk mencegah api semakin meluas.
Islawati menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dari pemerintah karena kebakaran yang telah berlangsung selama dua minggu berpotensi terus meluas apabila tidak segera ditangani secara serius.
Ia juga menyebut terdapat kendala teknis dalam upaya penurunan personel penanggulangan bencana ke lokasi.
“Kalau pemerintah, dalam hal ini pihak penanggulangan bencana, tidak segera tanggap, maka kebakaran ini akan terus meluas,” tegasnya.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan penanganan langsung di lokasi untuk memastikan titik api dan bara yang masih tersisa dapat dipadamkan sehingga tidak kembali membesar dan mengancam hutan maupun lahan perkebunan warga.
















