Ratusan Warga Aceh Tamiang Protes Status TMK, Desak Audit Ulang Data Korban Banjir

- Editor

Senin, 9 Februari 2026 - 04:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang | TribuneIndonesia.com

Ratusan warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang menyampaikan protes atas dugaan ketimpangan dalam pendataan dan penyaluran bantuan korban bencana, khususnya bantuan perumahan. Warga menilai banyak korban yang mengalami kerusakan rumah justru diberi status TMK (Tidak Memenuhi Kriteria), sehingga tidak masuk daftar penerima bantuan.

Aksi protes muncul karena warga menganggap proses verifikasi di lapangan tidak mencerminkan kondisi riil kerusakan. Sejumlah rumah yang dinilai rusak berat hingga tidak layak huni, menurut warga, tidak tercatat sebagai penerima bantuan sesuai kategori.
Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Aceh menilai persoalan tersebut menunjukkan lemahnya tata kelola data dan distribusi bantuan bencana.

Sekretaris KAKI Aceh, Purnawirawan TNI Zulsyafri, menyebut penetapan status TMK terhadap korban banjir yang mengalami kerusakan nyata sangat melukai rasa keadilan masyarakat.

“Masalahnya sudah jelas terjadi ketimpangan dalam pengelolaan data korban bencana. Rakyat sudah menderita, tapi malah dinyatakan TMK. Ini sangat menyakitkan bagi warga terdampak,” ujarnya dalam keterangan kepada media.

Ia juga menyoroti kinerja tim survei lapangan yang disebut berasal dari unsur lembaga pendidikan pemerintahan. Menurutnya, tim tidak bekerja profesional dan tidak proporsional dalam menilai kondisi rumah warga.

“Pendataan seharusnya dilakukan dengan cermat dan berbasis fakta di lapangan, bukan sekadar formalitas administrasi. Jangan sampai wilayah terdampak bencana dijadikan tempat uji coba,” tegasnya.

Baca Juga:  Dana Desa Tahap II 2025 di Pasirpanjang Dipertanyakan, Proyek Paving Blok Diduga Gunakan Material di Bawah Standar

Warga menyebut hampir seluruh desa terdampak banjir, namun banyak pengajuan bantuan yang telah diajukan pemerintah desa pada tahap awal justru dibatalkan setelah verifikasi ulang. Dalam pendataan tahap kedua, sejumlah nama korban dilaporkan tidak lagi masuk daftar usulan penerima.

Bantuan perumahan yang dipersoalkan mencakup kategori rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat dengan skema penggantian total bangunan. Warga menilai penetapan kategori kerusakan tidak transparan dan merugikan korban.

“Ada rumah yang rubuh, tetapi dinilai tidak layak menerima bantuan. Kalau seperti ini, bantuan terkesan hanya formalitas di atas kertas,” kata salah seorang warga dengan nada kecewa.

KAKI Aceh mendesak pemerintah melakukan evaluasi total terhadap tim survei dan sistem pendataan korban. Mereka juga meminta penghapusan label TMK bagi korban yang dinilai memenuhi syarat berdasarkan kondisi faktual di lapangan.

Warga berharap pemerintah pusat segera turun tangan melakukan audit ulang data korban banjir serta memastikan bantuan disalurkan tepat sasaran. Harapan itu disampaikan mengingat masyarakat Aceh Tamiang tengah bersiap menyambut bulan suci Ramadan dan membutuhkan kepastian dukungan pemulihan tempat tinggal.

“Kami hanya ingin dinilai secara adil, jangan melihat dengan kacamata kuda. Korban bencana harus diperlakukan manusiawi,” tutup Zulsyafri.

Berita Terkait

ALHAMDULILLAH, IKHTIAR KESEMBUHAN SITI MUNAWAROH BERLANJUT, DARI DESA LUMAHAN MENUJU RSUD KH. DAUD ARIF KUALA TUNGKAL
PKB Langsa Bidik “Pecah Telur” di DPRK, Perempuan Bangsa Perkuat Barisan
KETUA TP-PKK TANJAB BARAT DORONG INOVASI DAN PENGUATAN 10 PROGRAM POKOK PKK, SIAPKAN LANGKAH STRATEGIS MENUJU 2027
RESES MASA SIDANG I 2026–2027, JAMAL DARMAWAN SIE SERAP ASPIRASI WARGA TUNGKAL I, SINERGI LEGISLATIF DAN PEMERINTAH JADI SOROTAN
Indra BN didaulat Pimpin SMSI Kabupaten Simeulue Periode 2026 – 2029.
Diduga Catut Nama Anak Sebagai Anak Didik TK Swasta Telege Cerek di Aceh Tengah Disorot
RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut
Kajari Simeulue Terima Tahap II, 5 Tersangka Korupsi Jalan Simpang Air Dingin-Labuhan Bajau Rp7,6 Miliar Resmi Ditahan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 05:18

Penerangan Hukum Kejari Bireuen di Kota Juang: Ingatkan Keuchik Kelola Anggaran Desa Secara Transparan dan Akuntabel

Kamis, 5 November 2026 - 05:10

Kapolsek Jangka Ajak Warga Bersinergi Jaga Kamtibmas dan Cegah Judi Online

Kamis, 5 November 2026 - 03:18

Bagi-bagi Brosur Imbauan, Satlantas Polres Bireuen Tingkatkan Ketertiban Masyarakat dalam Berlalu Lintas

Kamis, 5 November 2026 - 01:18

Kopi Kamtibmas: Cara Polsek Jangka Rangkul Para Keuchik Jaga Kondusifitas Gampong

Rabu, 4 November 2026 - 14:53

Evaluasi Eselon II, Pemkab Aceh Tenggara Gelar Uji Kompetensi 19 Jabatan JPT Pratama di Medan

Rabu, 4 November 2026 - 13:37

Revolusi Garam Bireuen: KKP Pasok 50 Dapur Modern, Produksi Melejit hingga 300 Persen!

Rabu, 4 November 2026 - 12:06

PT Jasa Raharja (Persero ) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta bersama Satlantas Jakarta Utara Perkuat Kampanye Keselamatan di Dua Titik Rawan Kecelakaan

Rabu, 4 November 2026 - 12:04

Kurang dari 24 Jam, Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban Kecelakaan Truk Molen di Bekasi

Berita Terbaru

Perusahaan, Perkebunan dan Peternakan

Menuju Rumah Sakit Rujukan Aceh, RSUCM Langsa Benahi Fasilitas Medis dan Pelayanan Spiritual

Kamis, 5 Nov 2026 - 04:49