DTW Jatiluwih Masuk Daftar KEN Kemenparekraf RI, Destinasi Wisata Budaya dan Pertanian Berkelanjutan Bertaraf Internasional

- Editor

Minggu, 21 Juni 2026 - 02:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Bali |Tribuneindonesia.com , Kawasan terasering sawah Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, kembali menjadi pusat perhatian dunia. Daya Tarik Wisata DTW Jatiluwih secara resmi membuka penyelenggaraan Jatiluwih Festival VII Tahun 2026 pada Sabtu 20/6/2026.

Pada edisi ketujuh ini, festival memperoleh pengakuan baru sebagai salah satu Karisma Event Nasional KEN Tahun 2026 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., membuka langsung kegiatan yang mengusung tema “In Balance with Nature, Inspired by Tradition” atau “Selaras dengan Alam, Terinspirasi oleh Tradisi”. Pembukaan turut dihadiri Direktur Politeknik Pariwisata Bali, perwakilan Gubernur Bali, Kapolda Bali, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Forkopimda Tabanan, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, camat, akademisi, perbankan, dan pelaku usaha pariwisata.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan Jatiluwih Festival telah konsisten digelar selama tujuh tahun dan berfungsi sebagai media promosi tradisi, kuliner khas, serta kehidupan agraris masyarakat setempat.

“Festival ini menampilkan tradisi, budaya, dan kuliner tradisional dengan pelibatan langsung masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, pelestari budaya, hingga sektor pertanian. Ini merupakan ajang promosi yang berakar pada masyarakat,” jelasnya.

Bupati menegaskan Jatiluwih memiliki makna lebih dari sekadar lanskap sawah berundak. Kawasan ini merupakan representasi peradaban agraris Bali yang diwariskan melalui sistem Subak berbasis filosofi Tri Hita Karana. Filosofi tersebut menjadi dasar pengakuan UNESCO terhadap Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia.

“Masyarakat dan wisatawan yang datang ke Jatiluwih tidak hanya menikmati keindahan panorama, tetapi juga menyaksikan kekayaan seni budaya para seniman. Sektor pertanian tetap dijaga sebagai lumbung pangan Bali, sementara pariwisata menjadi penunjang ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga:  Bangkitkan Semangat Pendidikan, Bupati Deli Serdang Resmikan Dua Kelas Baru di SMA Negeri 2 Lubuk Pakam

Pasca pembukaan, Bupati Sanjaya memberikan apresiasi kepada pengelola DTW Jatiluwih atas peningkatan kualitas penyelenggaraan dari tahun ke tahun. Pencapaian tersebut, menurutnya, berbuah manis dengan ditetapkannya festival ke dalam KEN 2026.

“Dedikasi pengelola perlu diapresiasi. Festival ini telah berhasil memperkenalkan kearifan lokal dan keunikan Jatiluwih ke tingkat nasional maupun internasional. Semakin banyak kunjungan wisatawan, semakin besar pula dampak ekonomi dan pariwisata yang dirasakan masyarakat. Kegiatan seperti ini merupakan media promosi sekaligus penggerak ekonomi daerah,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Tabanan, lanjut Sanjaya, berkomitmen menjaga keberlanjutan kawasan melalui kebijakan dan regulasi yang menyelaraskan kepentingan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan masyarakat.

Ketua Panitia sekaligus Manajer Operasional DTW Jatiluwih I Ketut Jhon Purna menyebut penetapan Jatiluwih Festival sebagai KEN 2026 merupakan tonggak sejarah penting. Pencapaian tersebut merupakan hasil komitmen bersama dalam menjaga harmoni antara manusia, alam, dan budaya sesuai prinsip Tri Hita Karana.

“Status Karisma Event Nasional adalah hasil dari perjalanan panjang. Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI serta Pemerintah Kabupaten Tabanan atas pembinaan dan kepercayaan yang diberikan. Ini menjadi kebanggaan masyarakat Jatiluwih sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berdampak langsung bagi masyarakat lokal,” ungkapnya.

Dengan status baru sebagai event berskala nasional, Jatiluwih Festival VII 2026 diharapkan dapat memperkuat citra Kabupaten Tabanan sebagai destinasi wisata budaya dan pertanian berkelanjutan bertaraf internasional.(van)

Berita Terkait

Padi 15 Ton dan Tawaran Teknologi dari Negeri Tirai Bambu
Sipostes Perluas Peran Posyandu Deli Serdang dalam Layanan Dasar Masyarakat
Dukung Akuntabilitas Publik, Pemkot Bitung dan Instansi Terkait Hadiri Pemusnahan Barang Bukti di Kejari
Miras Ilegal Diduga Marak di Waisai, Penertiban Dipertanyakan
Irigasi dan Sawah Baru di Tanah Deli
Kebakaran Hutan Samate Belum Padam Sepekan, Warga Bentuk Tim Kecil Cari Titik Api
Kapolres Aceh Timur Beri Penghargaan kepada Personel Berprestasi di Apel Pagi
Desa Bakaran Batu Jalani Evaluasi PHBS Tingkat Provinsi Sumut
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 00:01

Padi 15 Ton dan Tawaran Teknologi dari Negeri Tirai Bambu

Selasa, 22 September 2026 - 14:52

Sipostes Perluas Peran Posyandu Deli Serdang dalam Layanan Dasar Masyarakat

Selasa, 22 September 2026 - 12:55

BNN Kota Denpasar Hadiri Perpanjangan MoU BNN RI dan Australian Federal Police

Selasa, 22 September 2026 - 12:05

PKB Langsa Bangkit, Struktur DPAC Diperkuat, Target Kursi DPRK Mulai Dibidik

Selasa, 22 September 2026 - 11:17

Dukung Akuntabilitas Publik, Pemkot Bitung dan Instansi Terkait Hadiri Pemusnahan Barang Bukti di Kejari

Selasa, 22 September 2026 - 09:28

Komitmen Lingkungan Bersiaga, Lapas Bitung Dukung Pemusnahan Barang Bukti Kejahatan

Selasa, 22 September 2026 - 08:57

Irigasi dan Sawah Baru di Tanah Deli

Selasa, 22 September 2026 - 08:42

Ganyang Peredaran Narkoba dan Sajam, Kejari Bitung Musnahkan Barang Bukti dari 39 Perkara Inkracht

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Padi 15 Ton dan Tawaran Teknologi dari Negeri Tirai Bambu

Rabu, 23 Sep 2026 - 00:01

Pemerintahan dan Berita Daerah

Sipostes Perluas Peran Posyandu Deli Serdang dalam Layanan Dasar Masyarakat

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:52