Pulihkan Konektivitas Pascabencana, HKI Rampungkan Penanganan Jalur Lembah Anai dan Malalak

- Editor

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumatra Barat– Mobilitas masyarakat Sumatra Barat, khususnya pada jalur Lembah Anai dan Malakak yang sempat terganggu akibat bencana longsor dan banjir, kini berangsur kembali normal. PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) telah merampungkan pekerjaan penanganan bencana di kawasan Lembah Anai dan Malalak sehingga kedua jalur tersebut kembali dapat digunakan oleh masyarakat.

Jalur Lembah Anai resmi dibuka untuk seluruh jenis kendaraan mulai Senin (27/7), sementara Jalur Malalak telah lebih dahulu dibuka pada Maret 2026. Pembukaan kembali kedua jalur ini menjadi bagian penting dalam memulihkan konektivitas antardaerah serta mendukung aktivitas masyarakat di Sumatra Barat.

Sekretaris Perusahaan HKI Resnu Aditya Wuladarman menyampaikan bahwa penyelesaian pekerjaan tersebut merupakan bentuk komitmen HKI dalam mendukung pemulihan infrastruktur dan mobilitas masyarakat pascabencana.

“HKI telah menyelesaikan pekerjaan penanganan bencana di Lembah Anai dan Malalak dengan baik dan sesuai standar yang telah ditetapkan, sehingga kedua jalur ini kembali dapat digunakan oleh masyarakat. Pemulihan akses tersebut sangat penting karena Lembah Anai dan Malalak merupakan jalur vital yang mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi logistik di Sumatra Barat,” ujar Resnu.

Dalam pelaksanaannya, HKI menangani sejumlah titik di Lembah Anai dan Malakak yang terdampak longsor dan banjir. Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan memperhatikan standar mutu dan keselamatan, serta menyesuaikan metode kerja dengan kondisi geografis kawasan yang memiliki medan dan tingkat risiko cukup tinggi.

Baca Juga:  Ringankan Beban Warga Langsa, PTPN IV Regional 6 Salurkan 1 Ton Beras Murah

Penyelesaian pekerjaan ini juga tidak terlepas dari dukungan dari Kementerian PU, PT Hutama Karya (Persero) dan pemangku kepentingan terkait. Koordinasi yang intensif dengan pihak-pihak terkait di tingkat pusat maupun daerah, serta dukungan masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan, turut memperlancar pelaksanaan di lapangan mulai dari tahap persiapan hingga penyelesaian. Sinergi tersebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat pemulihan akses pada kedua jalur.

Kembali beroperasinya kedua jalur tersebut memberikan kemudahan bagi kendaraan pribadi, angkutan umum, maupun kendaraan logistik untuk melintasi sejumlah wilayah di Sumatra Barat. Pemulihan akses ini juga diharapkan dapat mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang sebelumnya terdampak bencana.

Meskipun jalur telah kembali dibuka seperti sedia kala, pengguna jalan tetap diimbau untuk berhati-hati, mematuhi rambu dan ketentuan lalu lintas, serta menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan. Pengemudi angkutan barang juga diminta untuk mematuhi ketentuan batas dimensi dan muatan kendaraan guna menjaga keselamatan serta keberlanjutan kondisi jalan.

“Penanganan pascabencana di Jalur Lembah Anai dan Malalak ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat konektivitas, mendorong pemerataan pembangunan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. HKI berharap pembukaan kembali kedua jalur tersebut dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung distribusi barang dan logistik, serta membantu pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Sumatra Barat,” tutup Resnu.

Berita Terkait

Raih Terbaik III Regional Sulawesi, Kota Bitung Sabet 200 Kuota Bedah Rumah
Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Lokasi Longsor dan Kerusakan PDAM Tirta Tawar di Aceh Tengah
GRPK Apresiasi Gerak Cepat Ditreskrimsus Polda Sumut, Tangani Dugaan Pelanggaran UU Perlindungan Konsumen di PT Sari Inco Food Corporation
SMP Negeri 13 Langsa Perkuat Karakter dan Disiplin Siswa, Gandeng TNI-Polri
Di Tengah Musibah Kebakaran Aceh Tenggara, Kapolres dan Bupati Hadir Kuatkan 13 KK Korban Terdampak
Kedepankan Syariat Islam di Aceh, APH dan Pejabat Diimbau Prioritaskan Restorative Justice bagi Kasus Antar-Siswa di Sekolah
SKANDAL PROYEK IRIGASI KAMPUNG NANGKA: Bau Busuk Korupsi Menyengat, CV Putra Jaya Tantang Hukum dan Keselamatan Rakyat!
IPMARAM Desak Pemda Raja Ampat Segera Wujudkan Asrama Permanen di Yogyakarta
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 12:52

IPMARAM Desak Pemda Raja Ampat Segera Wujudkan Asrama Permanen di Yogyakarta

Jumat, 18 September 2026 - 04:55

Di Tengah Musibah Kebakaran Aceh Tenggara, Kapolres dan Bupati Hadir Kuatkan 13 KK Korban Terdampak

Jumat, 18 September 2026 - 04:46

Sat Samapta Polres Aceh Timur Bersihkan Masjid Baitul Manan, Wujudkan Kehadiran Polri yang Dirasakan Masyarakat

Jumat, 18 September 2026 - 04:28

SKANDAL PROYEK IRIGASI KAMPUNG NANGKA: Bau Busuk Korupsi Menyengat, CV Putra Jaya Tantang Hukum dan Keselamatan Rakyat!

Jumat, 18 September 2026 - 04:00

IPMARAM Desak Pemda Raja Ampat Segera Wujudkan Asrama Permanen di Yogyakarta

Kamis, 17 September 2026 - 16:46

Tahura Raja Ampat di Pusat Waisai Disorot, Warga Minta Pemda Serius Benahi Kebersihan

Kamis, 17 September 2026 - 15:48

Diseminasi Hasil Penelitian, Bupati Bireuen Tekankan Pentingnya Riset dalam Kebijakan Pembangunan

Kamis, 17 September 2026 - 15:35

Bom Ikan Kembali Marak, Patroli KODAERAL XIV Sorong Dipertanyakan Masyarakat Raja Ampat

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

52 Rumah Nelayan Paluh Sibaji Mulai Direnovasi

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:01

Pemerintahan dan Berita Daerah

Industri Daur Ulang Sampah Elektronik Dijajaki, Potensi Serap 10.000 Tenaga Kerja

Jumat, 18 Sep 2026 - 14:10