Keadilan yang Tertunda: Negara Wajib Hadir Membawa Kesejahteraan Bagi Seluruh Daerah

- Editor

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi/Tribuneindonesia.com

Fenomena ketimpangan dan ketidakadilan yang masih merajalela di berbagai pelosok negeri hari ini menjadi bukti nyata adanya kelalaian tugas negara. Terlihat jelas bagaimana kekayaan alam yang melimpah di satu sisi, namun kemiskinan dan keterbelakangan justru menimpa masyarakat yang tinggal di atasnya. Senin 3 Agustus 2026

Hal ini memunculkan pertanyaan besar: mengapa negara seolah diam saja membiarkan hal ini terus berlangsung?

Negara sejatinya dibentuk dengan tujuan utama menciptakan keadilan sosial serta kemakmuran bagi seluruh rakyatnya. Bukankah itu amanah dasar yang tertuang dalam konstitusi? Mengapa justru sering kali muncul kekerasan, gesekan, hingga ketidakpercayaan yang mendalam akibat ketidakadilan yang tidak kunjung diselesaikan? Negara tidak boleh hanya hadir untuk mengambil hasil bumi, namun absen ketika rakyat membutuhkan perbaikan hidup.

Kita bisa melihat contohnya di Maluku dan Papua: sumber daya alam yang luar biasa besar nilainya terus dialirkan keluar daerah, namun pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat setempat masih sangat minim. Begitu juga di Kalimantan dan Aceh, kekayaan hutan, tambang, dan gas telah diambil sejak puluhan tahun lalu, namun jejak kemajuannya belum terasa nyata bagi warga asli di sana. Ketimpangan inilah yang perlahan menggerus rasa percaya dan menimbulkan gejolak.

Baca Juga:  Hukum yang Terkubur: Jejak Gelap Oknum Penyidik dan Tersangka yang Tak Tersentuh”

Jika keadilan dan pembagian hasil yang adil segera diwujudkan, tentu rakyat tidak akan sampai pada jalan kekerasan. Sudah saatnya negara membuka mata lebar-lebar, berhenti diam, dan segera meluruskan segala kebijakan agar kemajuan benar-benar dirasakan merata dari Sabang sampai Merauke.

Disclaimer: Isi tulisan ini merupakan pandangan penulis dan tanggung jawab isinya berada pada penulis.

Berita Terkait

Wanita Cerdas Mengelola Keuangan, Wanita yang Tak Mau Belajar Tetap Berjalan di Tempat
beranilah negaraku: berikan hak kedaulatan, hentikan perang sia-sia, bangun persaudaraan setara
Bayu Anugerah Gugat Otto Hasibuan dan Presiden RI, Kepatuhan Putusan MK Jadi Sorotan
Jasa Raharja DKI Gelar FGD FKLL, Bersama Stakeholder Petakan Strategi Tekan Kecelakaan di Jakarta Utara
PESAN KEBENARAN DAN KEKUATAN
Dana Desa Dipotong, Koperasi Belum Terbentuk: Keresahan Masyarakat Aceh Tenggara Mulai Menguat
Gerebek Gubuk Maut di Pancur Ido! Pengedar Sabu Dibekuk Saat Racik Paket Haram, Polisi Sita 2 Gram Narkotika
Bobol Mess Polda Aceh di Medan, Dua Pelaku Dibekuk Polsek Medan Kota Kerugian Capai Rp200 Juta
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:10

Jasa Raharja Raih Penghargaan di Ajang Transportasi Indonesia Awards 2026

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:23

Jasa Raharja Jamin Seluruh Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Perairan Sumenep

Senin, 3 Agustus 2026 - 04:22

Kejar Target , Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Lembur Pasang Pintu RTLH Hingga Malam Hari

Senin, 3 Agustus 2026 - 04:18

Reje Kampung Alur Item Diminta Buka Transparansi Penggunaan Dana Desa 2024–2026, Warga Desak APH Lakukan Audit Menyeluruh

Senin, 3 Agustus 2026 - 03:08

Dukung Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Warga Binaan, Kakanwil Ditjenpas Aceh Tinjau Layanan Dapur Hingga Panen Telur di Lapas Kota Bakti

Minggu, 2 Agustus 2026 - 05:55

Kecerdasan Mengelola Keuangan: Mahkota Sejati Seorang Istri

Minggu, 2 Agustus 2026 - 05:25

Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0102/Pidie Wujudkan Harapan Baru bagi Rabumah Amin

Minggu, 2 Agustus 2026 - 03:40

Panglima Milenial Aceh Apresiasi Kebijakan Kenaikan Dana HUNTAP, Tekankan Transparansi dan Ketepatan Sasaran

Berita Terbaru