Bitung | Tribuneindonesia.com – Suasana khidmat dan penuh antusiasme mewarnai Kota Bitung pada Selasa (26/5/26) malam.
Ribuan warga tumpah ruah ke jalanan untuk menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah melalui gelaran Pawai Malam Takbiran yang berlangsung meriah namun tetap kondusif.
Guna memastikan momen sakral umat Muslim ini berjalan tanpa hambatan, sebuah operasi pengamanan terpadu berskala besar digelar.
Langkah ini melibatkan kolaborasi lintas sektor yang bergerak atas dasar semangat kebersamaan dan pelayanan prima kepada masyarakat.
Titik awal kemeriahan ini dipusatkan di kawasan strategis, tepatnya di depan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bitung. Area yang terletak di Jalan Dr. Sam Ratulangi, Kelurahan Bitung Barat Satu, Kecamatan Maesa tersebut menjadi saksi dimulainya rangkaian pawai yang sarat nilai religius.
Komando pengamanan di lapangan dipimpin langsung Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K.,M.H, diwakili Wakapolres Bitung, Kompol J.H. Daniel Korompis.
Kehadiran perwira menengah tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh ploting personel bekerja secara optimal demi kelancaran arus lalu lintas dan ketertiban umum.
Agenda religi tahunan ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Di antara tokoh yang tampak hadir adalah Walikot Bitung, Hengky Honandar S.E, bersama Komandan Gugus Keamanan Laut Koarmada II Bitung, Laksma TNI Edy Setyawan.
Sinergitas TNI-Polri kian kentara dengan kehadiran Dandim 1310/Bitung Letkol Inf. I Dewa Made DJ serta Dansecata Rindam XIII/Merdeka Letkol Inf. Ade Rohmat Wahyudi.
Tak ketinggalan, unsur DPRD Kota Bitung, jajaran pemkot, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga ormas Islam juga melebur di lokasi utama.
Secara teknis, rute pawai malam takbiran kali ini dirancang untuk melintasi sejumlah urat nadi perekonomian dan pemukiman di Kota Bitung.
Rombongan bergerak membelah wilayah Kecamatan Maesa, Madidir, Girian, Wangurer, hingga kawasan Bitung Tengah.
Untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan massa dan kemacetan, petugas disiagakan secara ketat di sejumlah titik krusial. Penjagaan berlapis terlihat mulai dari Bundaran BRI, Patung Cakalang, Tugu Adipura, hingga Perempatan Pasar Girian.
Selain itu, konsentrasi aparat pengamanan juga disebar pada titik strategis lainnya seperti Pertigaan Kodim, Tugu Leoni, Lengkong, Pinokalan, hingga berakhir di kawasan Wangurer. Skema ini terbukti efektif dalam memecah potensi gangguan keamanan.
Dalam operasi skala besar ini, sedikitnya 374 personel gabungan diterjunkan ke lapangan. Angka tersebut merupakan akumulasi kekuatan dari unsur TNI-Polri, Kodim 1310/Bitung, Yonmarhanlan Bitung, Yon TP 916 Bhara Sakti, hingga Satrol Kodaeral VIII.
Kekuatan lini depan ini kian diperkuat oleh keterlibatan aktif internal satuan fungsi Polres Bitung, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta organisasi mitra kamtibmas seperti Panji Yosua dan Senkom.
Gabungan instansi ini menjadi bukti nyata solidnya koordinasi di Kota Bitung.
Di sela-sela memantau situasi, Kompol J.H. Daniel Korompis menegaskan bahwa kehadiran aparat di tengah masyarakat merupakan representasi negara dalam memberikan rasa aman.
Ia mengapresiasi kerja sama seluruh elemen yang terlibat dalam menjaga kesucian malam takbiran.
”Kami mengimbau masyarakat untuk terus merawat nilai toleransi dan kebersamaan. Mari jadikan momentum Idul Adha ini sebagai pemicu untuk memperkuat tali persaudaraan di Kota Bitung,”
ujar Wakapolres dalam keterangan resminya.
Sebelum rombongan kendaraan dilepas, serangkaian seremoni pembukaan dilaksanakan secara khidmat, mulai dari pelantunan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, hingga penabuhan beduk oleh Wali Kota Bitung.
Hingga akhir acara, situasi wilayah dilaporkan tetap aman, tertib, dan bebas dari insiden menonjol. (kiti)


















