Bekasi/Tribuneindonesia.com
Sungguh perlu dikatakan dengan jujur dan tegas: Walaupun tidak ada tentara, walaupun tidak ada dewan-dewan sekalipun, bangsa ini tetap bisa hidup. Tetapi tanpa guru, tanpa kecerdasan yang dibangun dengan sungguh-sungguh, tidak ada satu pun yang akan bertahan. Sabtu 8 Agustus 2026
Guru adalah tonggak sejarah masa depan bangsa. Di tangan merekalah nasib generasi berikutnya dibentuk, di hati merekalah harapan diletakkan. Namun selama tidak ada perubahan nyata dari kebijakan negara — selama guru masih diabaikan, masih direndahkan, masih dijadikan alasan “tidak ada anggaran” — maka segala rencana besar, segala visi emas, segala janji kemajuan hanyalah ilusi semata, mimpi yang kelak akan tenggelam dalam kegelapan sejarah.
Lihatlah Malaysia, negara bertetangga yang tidak jauh dari kita. Mereka sadar sepenuhnya: kemajuan bangsa tidak dibangun di atas kekuatan senjata, melainkan di atas meja tulis dan ruang kelas. Pemerintah Malaysia menempatkan kesejahteraan guru sebagai prioritas utama: mereka menyusun rencana pendidikan nasional sepuluh tahun ke depan, memperbaiki jalur karir pendidik, menaikkan gaji, meringankan beban administrasi yang tidak perlu, serta memberikan tunjangan khusus bagi guru yang bertugas di daerah terpencil . Mereka menyadari: tentara menjaga hari ini, tetapi gurulah yang menjaga masa depan.
Mengapa negara bertetangga yang sama-sama berkembang saja mampu memuliakan gurunya, sementara negeri yang kaya raya ini justru sebaliknya? Mengapa di sana selalu tersedia dana untuk memajukan pendidikan dan mensejahterakan pendidik, tetapi di sini jawabannya selalu sama: “belum ada anggaran”?
Jangan tertukar: Kekuasaan bisa berganti, jabatan bisa berakhir, dewan bisa bubar, dan tentara bisa pulang. Tetapi guru yang berdiri di depan kelas, dialah yang menentukan apakah bangsa ini masih ada di 20, 50, 100 tahun lagi. Jika negara tidak berani mengambil keputusan besar untuk menyejahterakan, memuliakan, dan memprioritaskan guru mulai hari ini, maka jangan bermimpi tentang kemajuan. Karena mimpi tanpa fondasi pendidikan, hanyalah cerita yang akan tenggelam bersama kegelapan.


















