TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Lima gol dari titik putih mengantar Tanjung Morawa merebut gelar juara sepak bola. Hamparan Perak harus menerima kekalahan setelah pertandingan berakhir 1-1 pada waktu normal, lalu berubah menjadi drama adu penalti dengan skor akhir 5-3.
Pertandingan di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubuk Pakam pada ,Sabtu, 8 Agustus 2026, berlangsung sengit sejak peluit awal. Kedua kesebelasan saling menekan, tetapi tak ada yang mampu memutus kebuntuan hingga waktu normal usai.
Skor 1-1 memaksa pertandingan ditentukan dari jarak sebelas meter. di titik ini, pertandingan berubah wajah. Tanjung Morawa lebih tenang mengeksekusi bola, sementara Hamparan Perak gagal menjaga peluang. Lima tendangan masuk ke gawang, mengunci kemenangan 5-3.
Asri Ludin Tambunan menyaksikan pertandingan bersama Lom Lom Suwondo dan istri masing-masing. Seusai laga, Asri menyampaikan ucapan selamat kepada Tanjung Morawa dan meminta Hamparan Perak tidak larut pada kekalahan.
Luar biasa permainan hari ini. Selamat kepada Tanjung Morawa. menang kalah biasa, tetap semangat untuk Hamparan Perak,” katanya.
namun pertandingan belum benar-benar usai. Setelah laga perebutan gelar, lapangan kembali digunakan untuk pertandingan persahabatan antara KONI Deli Serdang dan KONI Serdang Bedagai. Adlin Tambunan, Wakil Bupati Serdang Bedagai, ikut memperkuat tim dari daerahnya.hasilnya timpang. Tim KONI Serdang Bedagai mencetak tiga gol tanpa balas.
Dua pertandingan itu memperlihatkan dua wajah sepak bola daerah.persaingan keras saat gelar diperebutkan dan suasana cair ketika pertandingan bergeser menjadi laga persahabatan.
di balik skor dan sorak penonton, kegiatan tersebut juga membawa pesan yang lebih luas. Lapangan sepak bola menjadi sebuah pertemuan antar wilayah, tempat pemain, pengurus organisasi olahraga, dan pejabat daerah bertemu bukan hanya untuk mengejar kemenangan, tetapi juga membangun hubungan melalui pertandingan.
Bagi Tanjung Morawa, angka 5-3 akan tercatat sebagai hasil akhir. bagi Hamparan Perak, angka itu menjadi catatan tentang peluang yang terlepas dari kaki para algojo pinalti.
Pertandingan berakhir. tetapi bagi mereka yang mengikuti jalannya laga, penentuan juara justru terjadi setelah 90 menit selesai ketika tekanan berpindah dari permainan terbuka ke keberanian menatap gawang dari titik sebelas meter.(Ilham Gondrong)


















