Bitung | Tribuneindonesia.com – Menyambut Hari Raya Idul adha 1447 Hijriah, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Group Cabang Bitung kembali menunjukkan komitmen sosialnya.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), badan usaha milik negara ini menyalurkan bantuan hewan kurban berupa lima ekor sapi dan satu ekor kambing kepada warga yang bermukim di sekitar wilayah operasional pelabuhan, Selasa (26/5/26).
Langkah nyata ini diambil perusahaan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.
General Manager Pelindo Regional 4 Bitung, James David Hukom, menegaskan bahwa momentum hari besar keagamaan ini merupakan sarana krusial untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun hubungan yang harmonis antara pihak manajemen pelabuhan dan warga sekitar.
Menurut James, kehadiran Pelindo di Kota Bitung tidak melulu soal mengejar target bisnis dan optimalisasi layanan logistik kepelabuhanan.
Lebih dari itu, perusahaan memikul tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi sosial yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Prosesi penyembelihan hingga distribusi daging kurban dipusatkan di Masjid Ribaatul Quluub.
Kegiatan ini mengedepankan semangat kolaborasi, di mana para pegawai internal Pelindo bergotong-royong bersama warga setempat untuk memastikan seluruh paket daging kurban dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat di kawasan pesisir pelabuhan.
Pihak manajemen juga menekankan bahwa tradisi tahunan ini merefleksikan nilai-nilai fundamental perusahaan.
Prinsip keikhlasan, kebersamaan, dan gotong-royong yang terkandung dalam esensi ibadah Idul adha dinilai sangat sejalan dengan core values dan budaya kerja yang tertanam di lingkungan internal insan Pelindo.
Sebagai penutup, James berharap kontribusi berkala melalui program TJSL ini dapat menjadi motor penggerak bagi Pelindo untuk terus tumbuh dan berkembang berdampingan dengan masyarakat.
Perusahaan berkomitmen agar keberadaannya selalu menjadi berkah dan memberikan manfaat nyata, khususnya pada momen-momen sakral keagamaan seperti Idul adha. (kiti)


















