Bitung | Tribuneindonesia.com – Komandan Satuan Patroli (Dansatrol) Kodaeral VIII Bitung, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP., memimpin langsung jalannya upacara pelepasan Parade Nusantara dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Rabu sore (20/05/26).
Sebagai tuan rumah, Kolonel Marvill mengawali prosesi dengan berdiri di depan tenda utama Lapangan Satrol Kodaeral VIII.
Dari titik start inilah, perwira menengah TNI AL tersebut secara resmi melepas puluhan iring-iringan budaya yang merefleksikan nilai perjuangan bangsa.
Mengenakan seragam dinas kebanggaannya, Dansatrol tampak didampingi oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Di sampingnya, terlihat Dandim 1310/Bitung, Kajari Bitung, serta Kapolres Bitung yang ikut memberikan penghormatan saat bendera start dikibarkan.
Langkah tegap 34 kelompok peserta pawai langsung bergerak dinamis begitu Kolonel Marvill memberi aba-aba keberangkatan.
Hentakan kaki para peserta yang berbaris rapi berpadu apik dengan iringan tarian adat Minahasa, Cakalele, yang membuka jalur utama rute parade.
Dari Lapangan Satrol Kodaeral VIII, Dansatrol mengarahkan pergerakan rombongan besar tersebut menuju titik akhir di Lapangan Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung.
Rute ini sengaja dipilih agar kemeriahan nilai-nilai kultural dapat disaksikan langsung oleh masyarakat di sepanjang jalan protokol.
Di sela-sela prosesi pelepasan, Kolonel Marvill memberikan atensi dan apresiasi tinggi kepada barisan lembaga adat serta instansi penunjang. Secara khusus, ia memuji kesiapan Majelis Adat Budaya Dewan Musyawarah Masyarakat Minahasa dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang mengawal ketertiban barisan.
“Apresiasi besar juga kami berikan untuk Ikatan Putra-Putri Bitung dan Dinas Pariwisata. Berkat kerja keras koordinasi mereka, pergerakan massa dari pangkalan kami menuju Lapangan Pemkot bisa berjalan sangat terstruktur,”
puji Dansatrol.
Bagi Kolonel Marvill, gelaran bernuansa kultural ini menjadi panggung penting untuk mengeksplorasi kekayaan nilai tradisi lokal.
Melalui kepemimpinannya di acara ini, ia ingin menunjukkan bahwa Kota Bitung adalah kota pelabuhan yang aman, toleran, dan hidup dalam harmoni kemajemukan.
Di bawah pengawasan langsung Dansatrol dan jajaran Forkopimda, parade ini juga menjadi ajang unjuk semangat bagi sektor pendidikan.
Rombongan dari Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung, Dinas Pendidikan, Gerakan Nasional Pemuda (GNP), hingga siswa SMP Indonesia tampak memberi penghormatan saat melewati podium utama.
Pesona keberagaman kian kental saat barisan paguyuban suku melintasi hadapan Dansatrol.
Mulai dari komunitas suku Nias, Taman Sulut Mahasatu, Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG), hingga Ikatan Silaturahmi Akbar Indonesia, semuanya melaju tertib menuju pusat pemerintahan kota.
Mewakili jajaran TNI Angkatan Laut sekaligus Pemerintah Kota Bitung, Kolonel Marvill menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh warga.
Pihaknya sangat menghargai partisipasi aktif semua elemen yang rela meluangkan waktu dan energinya untuk menyukseskan agenda daerah ini.
Sebagai penutup, Dansatrol juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus jika ada pihak-pihak yang belum sempat disapa secara langsung dalam sambutan resmi.
Ia menegaskan bahwa peran setiap individu memiliki nilai yang sama besarnya dalam menjaga api semangat kebangkitan nasional tetap menyala di Kota Bitung. (talia)
















