Bitung | Tribuneindonesia.com – Pemerintah Kota Bitung bergerak cepat memastikan kondusivitas wilayah menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026.
Langkah antisipatif ini ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual dari Ruang Lounge Kantor Walikota Bitung pada Selasa (19/05/26).
Pertemuan strategis tersebut dipimpin langsung oleh Walikota Bitung, Hengky Honandar, S.E., dengan didampingi Wakil Walikota Bitung. Randito Maringka.
Agenda ini turut diikuti secara saksama oleh jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bitung, termasuk Komandan Kodim (Dandim) 1310/Bitung.
Fokus utama dalam pembahasan rakor kali ini bertumpu pada sejumlah poin krusial. Pemerintah kota bersama instansi vertikal memetakan strategi matang untuk menjaga stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas), kelancaran jalur distribusi bahan pokok, hingga kesiapan teknis pelaksanaan Sholat Ied serta penyembelihan hewan qurban.
Dalam arahannya, Walikota Bitung Hengky Honandar menekankan bahwa pengamanan ekstra akan dikerahkan sejak pagi hari saat pelaksanaan ibadah Sholat Ied dimulai.
Demi menjamin kekhusyukan umat, prosesi pengamanan bakal dikawal ketat oleh personel gabungan dari TNI, Polri, serta aparat kedinasan terkait.
Hengky juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektoral demi menciptakan atmosfer yang aman dan nyaman selama momentum hari besar keagamaan ini.
“Seluruh instansi terkait diminta aktif melakukan pemantauan di lapangan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat menghambat aktivitas masyarakat,”
tegasnya.
Beralih ke kesiapan logistik qurban, Sekretaris Daerah Kota Bitung, Ir. Ignatius Rudi Theno, S.T., memaparkan skema penyaluran bantuan sosial keagamaan dari pemerintah.

Ia menjelaskan bahwa pemkot tahun ini mengalokasikan bantuan hewan qurban untuk delapan masjid yang tersebar di delapan kecamatan, yang menjadi bagian dari program berkala bagi 98 masjid di Kota Bitung.
Menariknya, ada perhatian khusus dari pihak istana untuk wilayah ini. Ignatius mengungkapkan bahwa selain sapi qurban dari kas daerah Pemkot Bitung, Masjid Nurul Hidayah yang berada di wilayah Kecamatan Matuari juga dipastikan menerima bantuan satu ekor sapi langsung dari Presiden Republik Indonesia.
Dari sudut pandang keamanan wilayah, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., yang terhubung melalui konferensi video (vicon), menaruh harapan besar agar rakor ini melahirkan kesamaan persepsi di antara para pemangku kebijakan.
Ia menginginkan adanya keselarasan langkah saat bertugas di lapangan nanti.
”Kita harus melaksanakan pengamanan Sholat Ied dengan melibatkan unsur masyarakat guna mewujudkan toleransi yang tinggi di Kota Bitung,”
ujar AKBP Albert Zai, menyerukan pentingnya partisipasi warga dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
Pengawasan dari sisi ekonomi dan regulasi juga menjadi sorotan tajam. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bitung, Erwin Widihantono, S.H., M.H., mengingatkan jajaran terkait untuk memperketat monitoring harga pangan di pasar.
Langkah ini dinilai vital agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang stabil dan terjangkau menjelang hari raya.
Erwin pun memberikan catatan tegas mengenai tata kelola distribusi bantuan keagamaan agar berjalan tanpa riak.
“Terkait distribusi hewan qurban maupun bantuan sosial keagamaan, disarankan agar dilaksanakan secara tertib, transparan, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga tidak menimbulkan potensi permasalahan di kemudian hari,”
pungkas Kajari Bitung.
Menanggapi seluruh instruksi tersebut, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ, menyatakan kesiapan penuh korpsnya untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah dan Forkopimda.
Kodim 1310/Bitung berkomitmen penuh mengerahkan personel demi menjaga stabilitas keamanan wilayah sebelum dan sesudah perayaan Idul Adha.
“Kodim 1310/Bitung akan terus bersinergi bersama Pemerintah Daerah, Polri dan seluruh stakeholder dalam memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif menjelang maupun saat pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 H. Ini merupakan bentuk komitmen untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga,”
pungkas Letkol Inf Dewa Made.
Sebagai informasi, rapat koordinasi virtual ini juga dihadiri oleh sederet pejabat tinggi militer dan sipil.
Di antaranya perwakilan Danguskamla Koarmada II Kolonel Laut (P) Dwi Herdian Saputra, Dansatrol Kodaeral VIII Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., Dansathantai Kodaeral VIII Kolonel Laut (P) Shodikin, serta Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas.
Turut hadir pula perwakilan Dansecata Rindam XIII/Mdk Kapten Inf Artono, Kafasharkan Bitung Letkol Laut (T) Tofan Harimurti, beserta jajaran.
Tak hanya itu, kepala badan dan kepala bagian di lingkungan Pemkot Bitung seperti Asisten I Forsman F.T. Dandel, Kaban Kesbangpol Agus Mamijo, Kadisnaker H. Rahmat Dunggio, Kasat Pol PP Steven Suluh, Kabag Protokol Altin Abraham Tumengkol, Kabag Hukum Budi Kristiarso, Kabag Perekonomian Karlintje L. Monareh, dan Dansubdenpom XIII/1-2 Bitung Kapten Cpm Daniel Senen. (kiti)















