Dewan Pers Kecam Keras Israel Atas Penangkapan Tiga Jurnalis Indonesia di Kapal Kemanusiaan Gaza

- Editor

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Tribuneindonesia.com –  Ketegangan di perairan internasional kembali memuncak setelah Angkatan Laut Israel melakukan pencegatan dan penangkapan terhadap rombongan aktivis kemanusiaan serta jurnalis di atas kapal Global Sumud Flotilla 2.0 pada Senin (18/5).

Kapal tersebut merupakan bagian dari konvoi besar pembawa bantuan logistik, berupa makanan dan obat-obatan, yang bergerak menuju wilayah konflik di Gaza, Palestina.

​Aksi sepihak militer tersebut memicu reaksi keras dari dalam negeri, terutama karena terdapat sejumlah warga negara Indonesia (WNI) di dalam kapal tersebut.

Konvoi kemanusiaan bertajuk Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mencatat ada sembilan warga Indonesia yang ikut serta.

Tiga di antaranya merupakan jurnalis nasional yang sedang mengemban tugas jurnalistik global, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV.

​Merespons insiden yang mencederai kebebasan informasi tersebut, Dewan Pers langsung mengambil sikap tegas.

Lembaga penyiaran dan pers nasional ini mengecam keras tindakan represif Angkatan Laut Israel. Menurut Dewan Pers, pencegatan tersebut bukan hanya menghalangi misi kemanusiaan global, tetapi juga menjadi potret nyata pelanggaran terhadap kemerdekaan pers internasional.

​Guna menyelamatkan para korban, Dewan Pers mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk segera mengambil langkah taktis.

Baca Juga:  Menteri PU Komit Percepat Pembangunan Infrastruktur di Bireuen

Pemerintah diminta mengaktifkan jalur diplomatik luar biasa (extraordinary diplomatic channels) demi mengupayakan pembebasan instan.


Prioritas utama yang ditekankan adalah menjamin keselamatan serta memulangkan seluruh jurnalis dan warga sipil Indonesia kembali ke tanah air tanpa syarat.


​Pelayaran Global Sumud Flotilla 2.0 sendiri sebenarnya bertolak dari Marmaris, Turki, dengan misi murni kemanusiaan.

Kapal ini tidak bergerak sendiri, melainkan berlayar bersama 54 kapal lainnya yang mengusung misi serupa, dengan dukungan perwakilan dari 70 negara di dunia untuk menembus blokade Gaza.

​Melalui pernyataan resminya, Dewan Pers menegaskan bahwa advokasi ini merupakan bentuk komitmen konkret dalam mengawal kemerdekaan pers di zona konflik.

Mereka menyatakan bahwa jurnalis harus dilindungi agar tetap dapat menjalankan fungsi kontrol sosial dan kemanusiaan sesuai hukum internasional.

“Kemerdekaan pers adalah hak segala bangsa! Freedom of the Press is a Human Right,”

pungkas pernyataan tersebut. (∗-talia)

Berita Terkait

​Kamtibmas Jadi Prioritas, TNI-Polri Siap Kawal Ketat Pelaksanaan Sholat Ied di Kota Bitung
​Residivis Narkoba di Bitung Kembali Ditangkap, Pasokan Diduga Dikendalikan dari Lapas
​Dansatrol Kodaeral VIII Bitung Hadiri Rakor Forkopimda, Pastikan Kelancaran Iduladha Aman Kondusif
Warga Berhadapan dengan Harimau Sumatera di Putri Betung, Gayo Lues, Masyarakat Diminta Tinggalkan Kebun
Sinergi Pemkot Bitung dan Forkopimda Matangkan Pengamanan Jelang Hari Raya Kurban
Pergub JKA Dicabut gubernur, RSUD dr Fauziah Bireuen Pastikan Pelayanan Tetap Normal
Disdikbud Bireuen Gelar FLS3N Tingkat Kabupaten Bireuen tahun 2026
ASITA Bali Gelar ‘Ball Tourism Run 2026’ di Jatiluwih Juni Mendatang
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:01

Lebih Baik Seperti Anjing Gila daripada Seperti Anjing Mati

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:19

Arief Martha Rahadyan: Demokrasi Sehat Bertumpu pada Pers yang Berintegritas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:10

semua perjuangan itu tidak sia-sia. “Detik yang Tak Terbeli : Ketika Nama Kita Dipanggil sebagai Pemenang”

Kamis, 30 April 2026 - 15:43

Maling Teriak Maling: Cermin Retaknya Integritas di Lingkar Kekuasaan

Senin, 27 April 2026 - 02:12

Waspada El Niño ! Ancaman Panas Ekstrem Mengintai, Masyarakat Diminta Siaga Sejak Dini

Selasa, 21 April 2026 - 13:12

Perempuan Tidak Boleh Lagi Diam: Wajib Berpendidikan, Mandiri, dan Berani Melawan Ketidakadilan

Selasa, 14 April 2026 - 05:39

Kemitraan  atau Penjinakan? Saat Media Dipaksa Tunduk, Pemerintah Abai pada Keadilan

Kamis, 9 April 2026 - 21:49

Pemkab Aceh Tenggara Terapkan WFH Setiap Jumat, Ini Aturan Lengkapnya

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

212 Calon Kades Deklarasi Damai, Deli Serdang Perkuat Demokrasi Desa Berintegritas

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:00