Ketika Kebijakan Menyisakan Luka

- Editor

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deli Serdang I TribuneIndonesia.comSetiap negara memiliki aturan dan kebijakan yang ditetapkan oleh pemimpin pemerintahan. Aturan itu berlaku berjenjang, mulai dari tingkat negara, provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga ke desa. Semua dibuat dengan tujuan menciptakan ketertiban, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat.

Namun dalam praktiknya, tidak sedikit kebijakan dan aturan yang justru melenceng dari harapan. Yang lebih memprihatinkan, demi mencapai tujuan tertentu, selalu ada pihak yang harus dikorbankan. Aturan dibuat atas nama kepentingan bersama, tetapi pelaksanaannya sering kali mengorbankan rakyat kecil demi terwujudnya keinginan para pemimpin.

Korban yang paling sering terdampak adalah rakyat jelata. Mereka yang lemah, tak memiliki kuasa, dan tidak mampu melawan. Mereka dipaksa menerima keadaan, pasrah dalam diam. Padahal di dalam hati, tersimpan rasa kesal, kecewa, bahkan marah yang tak pernah tersuarakan. Inilah potret nyata kondisi sosial hari ini.

Beberapa bulan terakhir, suasana memilukan tampak jelas di Kabupaten Deli Serdang. Kita menyaksikan berbagai penertiban dan perapihan di sejumlah kecamatan, dengan alasan menjaga keindahan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan. Titik-titik yang dianggap mengganggu pandangan mata dibersihkan. Sayangnya, yang paling banyak menjadi korban dari kebijakan ini adalah para pedagang kaki lima.

Baca Juga:  Manusia Menggantikan Peran Setan. Saat Iman Telah Rusak

Tahukah kita? Dalam proses ini, banyak masyarakat kehilangan sumber penghasilan. Dagangan mereka digusur, lapak mereka ditertibkan, sementara kebutuhan hidup terus berjalan. Biaya sekolah anak, cicilan rumah, kebutuhan dapur, dan berbagai kewajiban lainnya tetap menunggu untuk dipenuhi. Ketika penghasilan terhenti, di situlah luka sosial mulai terasa.

Dalam kondisi seperti ini, seharusnya Pemerintah Kabupaten Deli Serdang bisa bersikap lebih bijak. Penertiban bukan sekadar soal eksekusi di lapangan, tetapi juga tentang solusi dan keberlanjutan hidup masyarakat. Sebelum mengambil tindakan, seharusnya sudah ada jalan keluar dan alternatif yang jelas bagi mereka yang terdampak.

Bupati Deli Serdang, dr. Asri Ludin Tambunan, memiliki banyak kebijakan, aturan, dan program yang secara konsep terlihat baik dan progresif. Namun, setiap program yang dijalankan perlu disertai kepekaan sosial. Lihatlah kondisi masyarakat di sekeliling. Dengarkan suara mereka yang terdampak langsung.

Masyarakat tidak selalu menuntut kemewahan. Mereka hanya membutuhkan perhatian, keadilan, dan secercah harapan agar luka yang mereka rasakan dapat terobati. Sebab kebijakan yang baik bukan hanya dinilai dari kerapian kota, tetapi dari sejauh mana rakyat kecil tetap bisa hidup dengan martabat.

Ilham Gondrong

 

 

Berita Terkait

Perempuan Tidak Boleh Lagi Diam: Wajib Berpendidikan, Mandiri, dan Berani Melawan Ketidakadilan
Kemitraan  atau Penjinakan? Saat Media Dipaksa Tunduk, Pemerintah Abai pada Keadilan
Pemkab Aceh Tenggara Terapkan WFH Setiap Jumat, Ini Aturan Lengkapnya
Kesalahan Terindah
Rutin Konsumsi Bawang Merah Setiap Hari, Ini Manfaat dan Risikonya bagi Kesehatan
Lalat di Minuman Antara Hadits, Sains, dan Kesehatan Modern
Peta Tubuh di Telapak Kaki Antara Mitos, Terapi, dan Fakta Medis
“Wak Labu ! Raja Licik yang Paling Pintar… Mengelabui Rakyat Sendiri”
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 07:15

JKA dan Dilema Fiskal Aceh: Antara Nostalgia dan Realitas

Jumat, 24 April 2026 - 06:47

Sidang Lapangan Perkara No. 408/Pdt.G/2025 Jadi Perhatian, Objek Sengketa Pernah Diputus Sebelumnya

Kamis, 23 April 2026 - 10:56

Hutama Karya Luncurkan Mozy dan Resmikan Command Center Baru untuk Perkuat Transformasi Digital Tol

Kamis, 23 April 2026 - 07:19

*PANSEL JPT PRATAMA SIMEULUE TAHUN 2026 DIMINTA PERKETAT VERIFIKASI IJAZAH, MASYARAKAT SOROTI ISU IJP TAHUN 2022*

Kamis, 23 April 2026 - 06:51

Listrik Jakarta Berulang Kali Padam, IWO Desak Evaluasi Total PLN hingga Pencopotan Dirut

Rabu, 22 April 2026 - 16:26

Muskot POBSI Sabang 2026–2030 Berlangsung Sukses, Perkuat Organisasi dan Tegaskan Biliar sebagai Olahraga Prestasi

Rabu, 22 April 2026 - 08:03

Audiensi “Setengah Hati” di DLH Deli Serdang ! Dugaan Tumpang Tindih Izin Lingkungan Mengemuka, Transparansi Dipertanyakan

Rabu, 22 April 2026 - 03:22

Penertiban Mendadak Picu Ricuh di Gatot Subroto Medan: Pedagang Bentrok dengan Dishub Soal Parkir Liar

Berita Terbaru

Headline news

JKA dan Dilema Fiskal Aceh: Antara Nostalgia dan Realitas

Jumat, 24 Apr 2026 - 07:15